Sunni Home Schooling: Wadahi Kreativitas Ibu dan Anak

*Artikel ini pernah dimuat di majalah pendidikan MJEDUCATION.CO versi cetak, edisi Maret 2013

10488176_674297582649935_97145744630042924_n

Ibu dan Anak Sedang Bermain Bersama

Mendidik anak melalui homeschooling memang sudah tidak asing lagi di dunia pendidikan global, namun tidak demikian halnya di Indonesia. Walaupun saat ini mulai banyak keluarga di Indonesia yang mulai menerapkan homeschooling, tapi mereka masih menjadi ‘kaum’ minoritas di negeri ini.  Berbagai tips dan panduan homeschooling yang bisa dijadikan referensi pun kebanyakan berasal dari praktisi homeschooling mancanegara. Padahal, tantangan yang dihadapi anak-anak Indonesia tentu saja berbeda dengan tantangan anak-anak di mancanegara. Keluarga-keluarga pelaku homeschooling di Indonesia pun mulai mencari ‘kawan’ di dalam negeri sehingga terbentuklah berbagai komunitas homeschooling, salah satunya adalah Sunni Home Schooling (SHS).

Menurut INETA Asia Pacific[i], setidaknya terdapat tujuh keuntungan seseorang bergabung dalam suatu komunitas. Ketujuh keuntungan tersebut antara lain kesempatan belajar yang luas (learning),  memperluas jaringan/koneksi (networking), media untuk berbagi pengalaman (sharing experiences), membuka kesempatan kerja (job opportunities), kesempatan berinteraksi dengan orang-orang yang ahli dalam bidangnya (meeting experts), memperoleh solusi atas problematika yang sedang dihadapi (solution to problems), serta kesempatan memperoleh produk tertentu secara gratis (free giveaway).  Adapun komunitas sendiri berasal bahasa Latin, communitas yang berarti ‘kesamaan’. Hal ini sesuai dengan karakter kebanyakan komunitas yang biasanya terbentuk karena adanya ketertarikan (bidang/lingkungan/minat/lainnya) yang sama di antara anggota-anggotanya. Di SHS, anggota-anggotanya disatukan oleh tujuan yang sama, yaitu untuk mencari metode pendidikan anak yang lurus sesuai dengan ajaran Islam. “Lurus artinya tidak melenceng ke kiri[ii]  ataupun ke kanan[iii], dengan manhaj[iv]  sebagaimana yang dipahami oleh para shahabat[v]. Jadinya ahlus sunnah wal jama’ah[vi],” tutur Maya, salah satu pengurus komunitas SHS, kepada MJEDUCATION.CO.

SHS pada awalnya merupakan sebuah komunitas yang dijalankan melalui mailing-list Yahoo dengan nama Sunni Home Schooling dengan anggota dari kalangan laki-laki maupun wanita. Seiring dengan berjalannya waktu, untuk mewadahi kaum ibu yang ingin bertanya agar lebih leluasa, dibentuklah grup tambahan di Facebook dengan nama yang sama dan hanya menerima anggota wanita.

Anggota SHS tidak hanya dapat memperoleh ilmu praktik maupun teori melalui dokumen atau post/thread di grup facebook, mereka juga dapat mengikuti kontes Kamis Kreatif yang rutin diselenggarakan setiap bulan. Kamis Kreatif merupakan ajang kompetisi yang menantang kreativitas ibu/anak-anaknya dalam melaksanakan program homeschooling. Kreativitas yang dimaksud bisa berupa inovasi alat peraga, metode penyampaian materi, hingga hasil karya anak. Tema kreativitas yang dikonteskan pun berbeda-beda setiap bulan. Sebagai contoh, tema Kamis Kreatif bulan Maret 2013 adalah Berhitung. Kontestan diminta untuk membuat alat peraga berhitung untuk anak-anak. Admin lomba mensyaratkan bahwa karya yang diikutsertakan adalah buatan sendiri/anak dan harus sesuai tema, menyertakan sumber ide (bila ada), serta mengunggah foto pada waktu yang ditentukan (deadline biasanya hari Kamis).  Anggota aktif SHS juga rutin menyelenggarakan ‘kopi darat’ (kopdar) setiap tahun. Acara kopdar biasanya diisi dengan pameran hasil karya anak, sharing pengalaman, dan  seminar dengan mengundang pemateri yang kompeten di bidangnya.

Komunitas Sunni Home Schooling dapat ditemukan di alamat mailing-list sunnihomeschooling@yahoogroups.com (umum) dan grup facebook Sunni Home Schooling (khusus wanita). SHS terbuka untuk siapa saja yang beragama Islam.

****

[i] INETA adalah sebuah organisasi independen dan non-profit yang dibentuk untuk mewadahi aspirasi para pengguna atau siapa saja yang tertarik dengan platform Microsoft.NET. INETA didukung oleh Microsoft Corporation dan sponsor-sponsor lainnya.

[ii] Liberal sehingga terlalu mengagungkan akal, padahal akal manusia itu terbatas

[iii] Terlalu ekstrem tanpa mengindahkan keilmuan yang shahih, padahal ilmu memperoleh kedudukan yang tinggi dalam Islam

[iv] Cara memahami dan menjalankan agama

[v] Orang-orang Islam yang hidup sezaman dan pernah bertemu dengan Rasul Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam. Mereka memahami Islam langsung dari beliau dan merupakan generasi terbaik umat Islam.

[vi]Sunnah= apa-apa yang pernah dilakukan oleh Rasul Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam. Jama’ah=generasi awal umat Islam yang menyaksikan diturunkannya wahyu, yaitu para shahabat. Ahlus sunnah wal jama’ah= Mereka yang teguh memahami dan menjalankan agama Islam dengan mengikuti apa-apa yang pernah dilakukan oleh Rasul dan para shahabat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>