Ibu-Profesional_w (1)

Hei, Ini Aku: Ibu Profesional!

Ibu-Profesional_w (1)Judul Buku: Hei, Ini Aku: Ibu Profesional!

Penyusun: Institut Ibu Profesional

Penerbit: Leutika Prio

Cetakan, Tahun Terbit: I, Desember 2012

Tebal: 253 halaman + viii

 

 

 

Jika kamu marah, kamu masih minta maaf pada anak-anak. Jika kamu berteriak pada mereka, kamu masih bisa memeluk dan mencium mereka, sambil minta maaf. Apakah pembantu atau baby sitter bisa melakukan itu? (halaman 55-56).

Walaupun saya hidup serba kekurangan, namun bahagianya seorang anak yang diberikan cinta kasih tulus tak dapat tergantikan dengan materi. (halaman 60).

Hei, Ini Aku: Ibu Profesional! merupakan antologi tulisan pilihan dari para anggota Institut Ibu Profesional (IIP). Di dalamnya, terdapat tulisan-tulisan karya 24 ibu rumah tangga dan 1 orang ayah. Uniknya, seluruh proses pra produksi buku ini juga digarap sendiri oleh para kartini anggota IIP. Dari proses mengumpulkan tulisan, editing, hingga desain isi serta cover. Hebat ‘kan? Siapa bilang menjadi ibu rumah tangga berarti tidak bisa menyalurkan kompetensi di luar urusan rumah tangga?

Antologi ini dibagi ke dalam tiga bagian besar, yaitu Kepingan Pertama: Metamorfosis, Kepingan Kedua: Lensa, serta Kepingan Ketiga: Bisa!Kepingan pertama menceritakan kisah-kisah para ibu yang baru saja mengawali profesinya sebagai ibu rumah tangga. Baik karena mereka baru membentuk bahtera rumah tangga atau karena memutuskan resigndari pekerjaannya di kantor. Di sini akan tergambar beratnya menjadi seorang ibu rumah tangga, hal yang tidak pernah terbayangkan oleh mereka saat masih menjadi seorang wanita karir. Di tengah pergumulan mereka menghadapi kekacauan rumah tangga, pertemuan dengan IIP bagaikan menemukan oase di padang pasir.

Tidak semua ibu rumah tangga mengawali profesi ini dengan penuh kekacauan. Beberapa ibu telah memiliki kemampuan yang cukup stabil dan dapat menjalankan perannya dengan baik. Walaupun demikian, tetap saja mata mereka terbuka lebar ketika mengenal IIP. Berbagai wawasan, ide, dan kemampuan ter-upgrade secara signifikan sejak mengikuti perkuliahan di IIP. Terekam dalam kepingan kedua, mereka kini bukan lagi ibu rumah tangga biasa, namun telah mengepakkan sayapnya menjadi seorang ibu rumah tangga profesional yang membanggakan.

Lalu bisakah setiap wanita menjadi seorang ibu rumah tangga profesional? Tentu saja jawabnya, bisa! Inilah isi dari kepingan ketiga Hei, Ini Aku: Ibu Profesional!Para ibu di bagian ini menceritakan keberhasilan-keberhasilan yang pernah mereka capai menggunakan metode-metode yang dipelajari di IIP.

***

Buku ini merupakan pencerah yang ditunggu-tunggu oleh kaum wanita, khususnya para ibu rumah tangga. Wanita yang masih lajang akan dapat membaca kisah perjuangan dan karut marutnya emosi para ibu dalam mengukuhkan suatu bahtera rumah tangga agar dapat mewujudkan pepatah “Rumahku, Surgaku. Para wanita karir tidak akan lagi meremehkan profesi ibu rumah tangga. Para full-time motherpun tidak akan lagi minder dengan statusnya, bahkan akan semakin bersemangat untuk terus berkarya dan menjadi seorang ibu rumah tangga profesional.

Buku ini pun cocok dibaca oleh para ayah agar lebih menghargai ibu dan istrinya, menyadarkannya bahwa peran mereka begitu penting dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain itu, antologi ini dapat menginspirasinya untuk membawa keluarganya menjadi lebih baik sebagaimana yang dilakukan oleh Seno Pamungkas, sang ayah yang turut menulis antologi ini.

Banyak pelajaran dan inspirasi yang dapat diperoleh setelah membaca buku ini. Sebagai contoh, diterangkan secara detail bagaimana seorang ibu mendidik kemandirian anaknya menggunakan metode buku bintang (halaman 179-184). Sebuah metode yang tentu juga dapat diterapkan oleh para pembaca kepada keluarganya. Ada lagi bagaimana seorang ibu melakukan toilet trainingkepada anaknya (halaman 217-219), melatih anak-anak berpuasa Ramadhan dan ikhlas dalam beribadah (halaman 174-178), dan masih banyak kisah yang lain.

Walaupun ‘hanya’ ditulis oleh para ibu rumah tangga, namun intelektualitas dalam antologi ini tidak diragukan lagi. Selain karena tulisan-tulisan dalam buku ini merupakan tulisan-tulisan pilihan, intelektualitas tulisan yang cukup tinggi juga dipengaruhi oleh backgroundpara ibu ini sebelum beralih menjadi full-time mother.Background para ibu ini bukan background orang sembarangan. Dari insinyur, dokter, konsultan, dan masih banyak lagi.

Pada akhirnya, buku ini membuka mata dan pikiran kita betapa ibu rumah tangga merupakan profesi yang sangat mulia. Sebuah profesi yang harus dijalankan secara profesional layaknya profesi kantoran. Profesi dengan Surat Keputusan langsung dari Sang Maha Pencipta, dengan gaji yang diterima juga begitu mahal yaitu surga (insya Allah, syarat dan ketentuan berlaku). Masalah rezeki, sudah ada yang mengaturnya dan rezeki setiap orang tidak akan terlewat. Sebagaimana prinsip IIP, “Be professional, rejeki follows.

Disarikan dari: MJEDUCATION.COM

homemade paint color

Mendidik Anak dengan Game Islami

Judul Buku: Mendidik Anak dengan Game Islami

Penulis : Ummu Raihan

Penerbit : Gazzamedia

Cetakan, Tahun Terbit : I, September 2013

 

 

Sekarang ini banyak buku yang mencatut nama “Islami” dalam judulnya namun ternyata isinya tidak benar-benar Islami pada isinya. Islami yang bermakna mengikuti kaidah-kaidah Islam tidak benar-benar direalisasikan pada kebanyakan buku dengan judul seperti itu. Buku ini bagai angin segar di tengah maraknya pencatutan istilah “Islami”, dengan menyajikan inspirasi-inspirasi stimulasi yang insyaa Allaah tidak menyalahi aturan-aturan dari al-Qur’an maupun al-Hadits yang shahih/hasan.

Permainan-permainan yang dituliskan dalam buku ini bermanfaat untuk menstimulasi berbagai aspek mulai dari emosi sosial, bahasa, kognitif, hingga motorik kasar dan halus. Bukan sekadar permainan yang menstimulasi aspek-aspek tadi, tapi permainan-permainan dalam buku ini juga dimuati dengan muatan-muatan edukatif religius sebagai usaha agar anak menjadi pribadi muslim yang kokoh. Jadi anak diharapkan bukan hanya menjadi pribadi yang cerdas dan cekatan, tapi juga memiliki pondasi keimanan yang teguh. Materi-materi edukatif religius yang dapat diperoleh di buku ini meliputi aqidah, adab dan ibadah, hafalan Qur’an dan Hadits, mengenal huruf hijaiyah, dan bahasa Arab.

Permainan-permainan yang dituliskan dalam buku ini bermanfaat untuk menstimulasi berbagai aspek mulai dari emosi sosial, bahasa, kognitif, hingga motorik kasar dan halus. Bukan sekadar permainan yang menstimulasi aspek-aspek tadi, tapi permainan-permainan dalam buku ini juga dimuati dengan muatan-muatan edukatif religius sebagai usaha agar anak menjadi pribadi muslim yang kokoh. Jadi anak diharapkan bukan hanya menjadi pribadi yang cerdas dan cekatan, tapi juga memiliki pondasi keimanan yang teguh. Materi-materi edukatif religius yang dapat diperoleh di buku ini meliputi aqidah, adab dan ibadah, hafalan Qur’an dan Hadits, mengenal huruf hijaiyah, dan bahasa Arab.

Untuk memperkuat konsep dalam permainan-permainan di bagian pertama buku, penulis berbaik hati menguraikan materi singkat tentang basic keislaman pada bagian kedua buku ini. Materi-materi tersebut meliputi aqidah, akhlaq dan adab, fiqh/ibadah, tarikh, Qur’an, dan Hadits. Materi-materi tersebut disajikan dalam bentuk poin sehingga singkat, jelas, padat, dan tepat sasaran, didukung menggunakan dalil-dalil yang hanya diambil dari dalil-dalil yang shahih. Selain penjelasan yang memperkuat basic keislaman, penulis juga merincikan basic skill yang harus dikuasai anak dari skill bahasa, kognitif, motorik, sosial, emosional, kemandirian, dan juga seni.

Akhir kata, buku ini adalah buku yang patut dimiliki untuk setiap keluarga muslim yang ingin mendidik anak-anaknya dengan stimulasi-stimulasi yang berpegang teguh pada koridor syariat Islam yang shahih.

Disarikan dari: makanbuku

 

 

10478910_802520383099492_279061974_n

Membuat Seragam Sendiri

Serunya kegiatan PAUD al-Mumtaz kali ini karena anak-anak diajak untuk membuat seragamnya sendiri. Begitu tiba di lokasi PAUD, anak-anak langsung diberi kaos warna putih untuk dihias. Rencananya, ‘seragam’ ini akan dipakai ketika al-Mumtaz melaksanakan field trip. Insya Allah.

Untuk kegiatan ini, diperlukan bahan-bahan sebagai berikut:

  • Kaos katun polos
  • Spidol khusus kain aneka warna
  • Spray yang telah diisi alkohol

10417133_802518579766339_1195299623_n

Anak-anak menggambar di kaos, sesekali dibantu juga oleh ibu masing-masing yang setia memberikan semangat. Terkadang anak memang merasa lesu dan bosan dengan coret-coretan mereka sendiri. Untuk itulah, para ibu sesekali turun tangan memancing kembali semangat mereka dengan beberapa gambar seperti mobil, kereta, bunga, matahari atau nama anak-anak. Dengan demikian, mereka kembali terinspirasi dan bersemangat untuk menghias kembali kaos-kaos mereka. Setelah selesai dihias, anak-anak menyemprotkan alkohol pada kaos sehingga timbul efek bias pada warna-warna di kaos. Aktivitas menekan tuas spray ini juga bermanfaat untuk melemaskan otot-otot motorik halus anak.

Setelah istirahat makan, anak-anak berkumpul dengan duduk melingkar untuk bersiap menuju kegiatan inti. Pertama, anak-anak duduk melingkar dan diajak mengingat-ingat kembali tentang materi anggota keluarga, terutama tentang ibu dan peran ibu di rumah. Hal ini berkaitan dengan kegiatan inti yang memang merupakan simulasi dari kegiatan ibu di rumah, misalnya mencuci piring, menuang air ke dalam gelas dan menghidagkannya kepada tamu, dan membuat ‘kue’. Kegiatan ini seluruhnya memanfaatkan bahan-bahan alami yaitu air, daun-daunan, tepung, dan bunga. Seperti biasa anak-anak dibolehkan memilih kegiatan yang mereka inginkan terlebih dahulu, serta saling bergantian menjajal kegiatan lainnya.

1. Mencuci Piring

10472196_802520373099493_2055125336_n

  • Perlengkapan: piring plastik, baskom, sabun cuci piring dan spons.
  • Aktivitas: Anak-anak belajar mencuci piring. Mereka senang melihat busa yang keluar ketika memencet spon sehingga mereka terus menerus memencetnya. Kegiatan ini jelas menstimulasi saraf motorik halus anak.

2. Menuang Air

10488176_674297582649935_97145744630042924_n

  • Perlengkapan: botol bekas air mineral, tiga buah gelas
  • Aktivitas: Anak-anak belajar menuang air dari botol ke dalam gelas. Selanjutnya, anak diajak menghitung gelas dari gelas pertama hingga yang terakhir. Selain untuk belajar berhitung, kegiatan ini juga bermanfaat untuk melatih koordinasi mata dan tangan ketika menuang air.

3. Menghidangkan Minuman

  • Perlengkapan: gelas-gelas berisi air, nampan
  • Aktivitas: Letakkan gelas-gelas berisi air di atas nampan, lalu dorong anak untuk membawa nampan tersebut hingga ke ujung taman. Kegiatan ini dapat melatih keseimbangan anak.

4. Membuat ‘Kue’ dengan Playdough

10488977_802524339765763_1183941105_n

  • Perlengkapan: homemade playdough
  • Aktivitas: Anak-anak dipersilakan membuat kue masing-masing sesuai imajinasi menggunakan playdough. Kegiatan ini bermanfaat untuk melatih saraf motorik halus anak.

5. Kolase Kerudung Ibu

10477361_802524343099096_1330185738_n

  • Perlengkapan: kertas yang telah diberi gambar ‘ibu’, aneka daun, lem
  • Aktivitas: Anak diminta menghias gambar kerudung ‘ibu’ dengan daun-daun yang ditabur dan ditempel menggunakan lem. Selain untuk melatih motorik halus, kegiatan ini merupakan sebuah apresiasi rasa sayang ibu.

Alhamdulillah setiap anak antusias dan mau terlibat dalam setiap kegiatan. Setelah kegiatan inti selesai, anak-anak pun turut membantu membereskan seluruh peralatan bermain bersama. Selanjutnya, anak-anak berkumpul kembali untuk menyimpulkan kegiatan hari ini dengan mengingat semua permainan yang telah dilakukan. Kegiatan hari ini diakhiri dengan murajaah surat an-Naas dan al-Fatihah, lalu ditutup dengan doa penutup majelis.

Resume Kegiatan 14 Juni 2014:

  1. Menghias kaos untuk seragam
  2. Istirahat
  3. Perkenalan tugas ibu dalam keluarga
  4. Estafet kegiatan inti
  5. Menyimpulkan kegiatan
  6. Muraja’ah: surat an-Naas dan al-Fatihah
  7. Penutup dengan doa kafaratul majelis

Faedah:

  1. Memperkenalkan tugas anggota keluarga
  2. Mengenal bilangan
  3. Stimulasi motorik halus
  4. Mengasah kreativitas anak

Foto-foto kegiatan hari ini selengkapnya dapat dilihat di Galeri PAUD al-Mumtaz.