Membuat Clay Sendiri dari Bahan-Bahan di Dapur

doh

Siapa anak yang tidak suka bermain clay? Kalau zaman ibu-ibu murid Al-Mumtaz masih kecil, clay popular dijual di warung-warung dengan nama was/malam/lilin mainan. Teksturnya lunak, empuk, mudah dibentuk, dan aromanya tajam serta berminyak. Usai bermain was, biasanya tangan bau minyak tanah dan agak sulit dicuci sampai hilang baunya meski sudah pakai sabun. Kala itu, clay yang tidak berbau tajam dan memiliki perangkat cetakan macam-macam masih termasuk barang mewah yang mahal. Kalau sekarang, sudah banyak clay seperti itu dengan berbagai merk dan harga terjangkau. Sebutlah Play-Doh dan Fun-Doh.. Tapi daripada begitu, kenapa tidak bikin sendiri saja? Jauh lebih hemat lagi daripada harus beli, terjamin keamanannya untuk anak, non-toxic, serta dapat dibuat sebanyak mungkin dengan warna yang sesuai selera.

Di antara begitu banyak metode pembuatan homemade clay, kepala PAUD Al-Mumtaz merekomendasikan resep Kids Activities sebagai resep dengan hasil clay terbaik. Admin jadi tertarik untuk mencoba nih! Dengan sedikit modifikasi bahan dan cara pembuatan, admin akhirnya berhasil membuat clay yang baik dan cukup tahan lama. Ini dia resep clay a la admin Al-Mumtaz. Semua bahan-bahannya familiar di dapur para ibu di rumah.

Bahan-bahan:

  • 2 cangkir tepung (admin pakai tepung terigu)
  • 1/2 cangkir garam
  • 2 sdm soda kue (ini menggantikan cream of tartar pada resep asli)
  • 2 sdm minyak (admin pakai minyak goreng)
  • Air mendidih
  • Pewarna makanan (admin pakai 3 macam warna)

Cara membuat:

  1. Masukkan 1 cangkir tepung ke dalam mangkuk, campur dengan garam dan soda kue.
  2. Masukkan minyak, aduk-aduk sampai cairan tidak menggenang.
  3. Masukkan air mendidih secukupnya sampai adonan bisa diuleni.
  4. Uleni adonan sampai kalis, lalu bagi menjadi tiga bagian (atau sesuai selera).
  5. Teteskan pewarna makanan pada adonan-adonan yang telah dibagi.
  6. Uleni lagi setiap adonan dengan memanfaatkan sisa tepung sampai kalis. Apabila dirasa kurang kalis, bisa tambah tepung lagi. Apabila adonan terlalu kering, usap dengan tangan basah dan uleni lagi sampai kalis.
  7. Clay siap digunakan.

Tips penyimpanan:

  • Agar clay tahan lama dan tidak cepat kering, simpan dalam toples plastik kecil tertutup setelah selesai digunakan.
  • Apabila clay sudah mulai kering sehingga rapuh saat dibentuk, coba usap permukaan clay dengan air dan uleni lagi sampai kalis. Clay akan bisa berfungsi dengan baik lagi.

 

One thought on “Membuat Clay Sendiri dari Bahan-Bahan di Dapur

  1. Pingback: PAUD AL-MUMTAZ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>