Mencuci Baju sambil Bermain

Hari ini, anak-anak kembali mengikuti kelas stimulasi rutin setiap hari Jum’at. Sebelum belajar dimulai, anak-anak berbaris dan meniti papan bergantian (papan diganti kardus). Lalu setelah selesai olah fisik, anak-anak masuk ke dalam rumah, duduk melingkar dan mendengarkan bu guru bercerita soal Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, menjelaskan tentang pakaian dan fungsi pakaian, tak lupa murajaah surat Al Falaq. Setelah itu anak-anak beristirahat makan bekal.

Selesai beristirahat, anak-anak siap memasuki kegiatan inti bertema bahan alam dan pakaian. Kegiatan utama kali ini adalah:

  • menjahit daun dengan kulit jagung (buat beberapa lubang di daun dan beri jarak. Masukan kulit jagung ke dalam luang tersebut keluar lagi dan masuk lagi lubang berikutnya seperti gerakan menjahit)

IMG_20141031_101022

  • Kolase gambar baju dengan bunga dan daun kering (siapkan gambar baju polos tanpa warna, daun dan bunga kering, serta lem. Ajak anak menghias gambar tersebut dengan bunga dan daun)
  • Percobaan sains mengenal dan menemukan warna dengan cuka, baking soda dan pewarna makanan. (siapkan mangkok plastik, isi dengan baking soda secukupnya, lalu beri 2 warna di atas bking soda berdampingan. Terakhir tuang cuka ke dalamnya dan akan terbentuk cairan berbuih dwiwarna. Jika dia terus bergolak lambat laun kedua cairan akan bertemu dan terciptalah warna baru sebagai perpaduan dari dua warna dasar, biidznillah.

IMG_20141031_101012

  • Mencuci pakaian dengan tangan (ajak anak belajar mencuci sendiri bajunya dengan mengucek, menggilas, memeras, membilas dan menjemur. Sangat bermanfaat untuk motorik halusnya dan merea dapat bersenang-senang main air :))

IMG_20141031_102701

Setelah kegiatan utama anak-anak diajak membersekan peralatan bermain dan belajar, lanjut masuk ke dalam lagi sambil mengingat-ngingat aktivitas yang telah mereka lakukan. Anak-anak juga diberikan stiker cantik oleh bu guru setelah sebelumnya anak-anak ditanya lebih dulu tentang kegiatan hari ini. Terima kasih bu guru!

Resume kegiatan:

  1. Berjalan meniti papan
  2. Murajaah, story telling, mengenal manfaat pakaian
  3. Menjahit daun
  4. Kolase
  5. Percobaan sains
  6. Mencuci
Klasifikasi Bentuk Makanan: Lingkaran/Bulat (Dok. Al-Mumtaz)

Klasifikasi Bentuk Makanan

Kegiatan Al-Mumtaz (17/10) diawali dengan kegiatan menggunting kertas untuk menyambut kedatangan setiap siswa dan dilanjutkan dengan aktivitas fisik berupa merayap masuk-keluar terowongan. Selanjutnya, kegiatan dibuka dan dilanjutkan dengan muroja’ah surah al-Falaq.

Tema kegiatan hari ini adalah makanan. Siswa diperkenalkan dengan macam-macam makanan dan kandungannya. Dalam sesi story telling di mana pengajar menunjukkan berbagai gambar makanan, beberapa siswa aktif menceritakan pendapat maupun pengalamannya dengan makanan-makanan tersebut.

Dalam kegiatan utama, terdapat beberapa aktivitas yang dapat dipilih oleh anak yaitu

1. Klasifikasi Makanan Berdasar Bentuk

  • Persiapan: Cari gambar-gambar makanan berbentuk lingkaran/bulat, segitiga, dan kotak. Lalu siapkan kardus, buat potongan besar berbentuk lingkaran, segitiga, dan kotak. Tempelkan kardus di dinding.
  • Aktivitas: Ajak anak untuk menempelkan gambar-gambar makanan ke kardus berdasar bentuk yang bersesuaian.

Klasifikasi Bentuk Makanan: Lingkaran/Bulat (Dok. Al-Mumtaz)
Klasifikasi Bentuk Makanan: Lingkaran/Bulat (Dok. Al-Mumtaz)

2. Maze Makanan

  • Persiapan: Cari/buat gambar maze perburuan makanan. Untuk anak yang lebih muda, buat maze yang lebih sederhana
  • Aktivitas: Ajak anak membuat jalur dari ujung maze melalui jalur yang benar hingga mencapai gambar makanan.

3. Meronce

  • Persiapan: Siapkan tali kur lalu bundel salah satu ujungnya. Siapkan pula beberapa batang sedotan aneka warna, potong kecil-kecil + 2cm.
  • Aktivitas: Bebaskan anak untuk memasukkan potongan-potongan sedotan ke tali kur.

Anak Meronce Kalung dari Sedotan dan Tali Kur
Anak Meronce Kalung dari Sedotan dan Tali Kur (Dok. Al-Mumtaz)

Kegiatan senantiasa diakhiri dengan membereskan alat-alat permainan, mereview kembali kegiatan hari ini, serta doa kafaratul majelis.

Resume Kegiatan:

  1. Kedatangan: kegiatan menggunting
  2. Aktivitas fisik: merayap masuk-keluar terowongan
  3. Pembukaan: muroja’ah surah al-Falaq, story telling tentang makanan
  4. Kegiatan utama: klasifikasi bentuk makanan, maze makanan, meronce
  5. Penutup

Yuk, Ajak Anak Main Keluar Rumah!

Para ibu rumah tangga, terutama yang tidak memiliki asisten rumah tangga alias pembanntu, seringkali malas mengajak anak bermain keluar rumah. Berjuta alasan bisa muncul dan mencegah keinginan untuk keluar rumah. Padahal, Ibu Riva Nerindra (Kepala SDIT Nailufar Jakarta Timur) dalam mini seminarnya di Komupedia berkali-kali menekankan bahwa mengajak anak bermain keluar rumah itu penting.

Menurut Vemale, bermain di luar memberikan manfaat bagi anak seperti mempertajam kemampuan visual, meningkatkan kemampuan sosial, meningkatkan fokus, mengurangi stress, dan mencegah defisiensi vitamin D. Perlu kita ketahui bahwa banyak makanan-makanan yang disinyalir mengandung vitamin D sebenarnya bukan benar-benar mengandung vitamin D. Makanan-makanan tersebut sebenarnya hanya mengandung provitamin D, di mana ia perlu diaktivasi terlebih dulu agar dapat menjadi vitamin D yang bermanfaat bagi tubuh. Nah, sinar matahari pagi yang kita peroleh di luar rumah dapat membantu proses aktivasi ini tanpa membakar kulit.

Hampir setiap hari saya menemani anak-anak (3 tahun dan 7 bulan) bermain ke taman umum di daerah kami. Lalu apa saja yang kami lakukan di sana? Hal-hal berikut ini adalah yang biasa kami lakukan di taman tersebut:

1. Berjalan-jalan mengelilingi taman

Untuk mencapai taman, kami harus berjalan dari rumah. Jalanan dari rumah menuju taman kebetulan menanjak. Selain melatih fisik, aktivitas ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan dzikir yang disunnahkan ketika melalui jalan menanjak yaitu “Allahu akbar.” Perjalanan ini juga merupakan kesempatan bagus untuk memperkenalkan nama-nama tetangga yang rumahnya kami lewati.

2. Bermain bola

Anak-anak selalu tertarik dengan bola. Oleh karenanya, bola menjadi benda yang wajib kami bawa dari rumah. Di taman, saya bisa bermain bola bersama si sulung (3 tahun) sementara adiknya (7 bulan) bisa menonton atau memainkan sendiri mainan yang dibawa dari rumah.

Bola favorit milik si sulung via lazada co.id
Bola favorit milik si sulung via lazada co.id

3. Menyebutkan nama-nama benda di taman dan sekitarnya

Jika keadaan taman cukup ramai, artinya ada banyak anak-anak yang juga mengunjungi taman, saya mempersilahkan anak sulung saya untuk bermain bersama teman-teman sebayanya. Sementara itu, saya bisa mengobrol dengan adiknya (7 bulan) dengan memperkenalkan benda-benda yang terlihat di taman.

4. Memainkan permainan yang ada di taman

Di taman dekat rumah kami, ada beberapa alat permainan yang memang disediakan untuk umum seperti perosotan, ayunan, bola dunia, dan korsel sederhana (apa ya namanya yang benar? Maksud saya adalah alat permainan di mana anak duduk mengelilingi sebuah poros lalu mendorong poros tersebut agar alat permainan ini berputar mengelilingi poros). Kadangkala anak saya ikut bermain menggunakan alat-alat tersebut. Alat-alat permainan tersebut dapat bermanfaat untuk melatih motorik anak. Selain itu, dengan memainkan alat-alat tersebut bersama pengunjung lain, anak-anak belajar untuk mengantri, menunggu, dan bersosialisasi.

Taman Bermain via villaratu.com
Taman Bermain via villaratu.com

5. Melakukan hobi

Ketika anak sulung saya asyik bermain dengan teman-teman sebaya sementara adiknya tidur di kereta dorong, saya bisa memanfaatkan waktu ini untuk melakukan hobi saya yaitu membaca. Jika Anda tidak suka membaca, Anda bisa memanfaatkannya untuk kegiatan lain seperti merajut, menjahit, bersosialisasi dengan orang lain, atau sekadar berjalan-jalan dan berolahraga di taman.

6. Memanjat/menuruni tanggul

Nah, ini yang paling asyik. Posisi taman yamg sering kami kunjungi cukup tinggi di atas jalan. Ketika tiba saatnya pulang, menuruni taman dengan merayap di tanggul menjadi tantangan yang melatih kemampuan motorik anak dan juga memicu adrenalinnya.

Asyiknya memanjat naik taman
Asyiknya memanjat naik taman

Bagaimana dengan ibu-ibu di rumah? Apa yang biasa dilakukan ketika mengjak anak bermain di luar? Yuk, kita berbagi!

Kreasi Sablon Unik Menggunakan Pastel Oil Crayon

Bagaimana Anda menggunakan pastel/crayon? Memakainya sebagai pewarna? Menggunakannya langsung untuk menggambar? Pernahkah Anda coba memakainya seperti ini?

Kreasi Sablon Menggunakan Pastel
Kreasi Sablon Menggunakan Pastel

Kreasi di atas diadaptasi dari masa kecil saya dan kakak. Sekarang, saya melakukannya bersama anak-anak saya. Berikut cara kerjanya:

  • Siapkan kertas, alat tulis, gunting, dan pastel oil crayon.
  • Buat pola gambar yang diinginkan pada kertas, lalu gunting mengikuti tepian pola.
  • Warnai tepian pola yang telah digunting menggunakan pastel oil crayon.
  • Letakkan pola tersebut di atas selembar kertas, tekan erat-erat agar tidak bergeser.
  • Ajak anak untuk menggeserkan ibu jari/telunjuknya dari tepian pola ke kertas.
  • Aktivitas ini akan membentuk gambar sablon mengikuti pola sebagaimana gambar di atas.

Jika saat menggeserkan jari warna dari pola tidak bisa ikut keluar lagi ke kertas, silahkan tebalkan kembali warna di tepian pola menggunakan pastel oil crayon.

Menarik bukan? Selamat mencoba!

 

 

Perkenalkan Makanan Sehat Sejak Dini

Alhamdulillah, bertemu lagi di kelas stimulasi rutin al-Mumtaz. Kegiatan pagi ini dimulai dengan antusias. Setiap anak bersemangat mengikuti kegiatan pembuka, yaitu menulis huruf ‘b’ menggunakan jari yang dicelup ke cat (finger paint). Antusiasme positif ini terus berlanjut dengan kegiatan olahraga yang menarik, yaitu melompat dari/ke ketinggian tertentu untuk melatih kemampuan motorik kasar anak.

Selanjutnya, kelas al-Mumtaz dimulai dengan muroja’ah surah di al-Qur’an. Pada pertemuan-pertemuan yang lalu, para murid al-Mumtaz telah melakukan muroja’ah surah al-Fatihah dan an-Naas. Pada pertemuan kali ini, muroja’ah dilanjutkan ke surah baru, yaitu surah al-Falaq. Kelas kali ini juga diisi dengan story telling tentang sejarah kelahiran Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam.

Anak Melompat dari Ketinggian Tertentu (Dok. al-Mumtaz)
Anak Melompat dari Ketinggian Tertentu (Dok. al-Mumtaz)

Menuju aktivitas inti dari kegiatan hari ini yang bertema makanan, pengajar mengenalkan berbagai macam makanan dan minuman serta kegunaannya. Apa nama-nama makanan yang ditunjuk dalam gambar? Makanan yang bagaimanakah yang boleh atau tidak boleh dimakan?

Setelah diselingi dengan istirahat makan, di mana para murid juga semakin akrab dan bermain dengan serunya, aktivitas stimulasi bertema makanan kembali dilanjutkan. Terdapat tiga kegiatan stimulasi bertema makanan hari ini yang dilakukan oleh para murid al-Mumtaz, yaitu:

1. Sate Melon

  • Persiapan: Buah melon dipotong dadu, tusuk sate
  • Aktivitas: Ajak anak menusukkan beberapa potong melon ke tusuk sate
  • Manfaat: stimulasi motorik halus, mengenal makanan sehat (buah), warna, dan rasa

2. Stempel Sayur

  • Persiapan: Aneka sayur (dipotong dan dibentuk), cat air (homemade), kertas
  • Aktivitas: Ajak anak untuk membuat cap ke kertas menggunakan sayur yang telah dicelup ke cat seperti stempel
  • Manfaat: stimulasi kreativitas, mengenal makanan sehat (sayur) dan warna

3. Cooking Class

  • Persiapan: Adonan kue kering yang siap dibentuk (homemade), cetakan kue, loyang, margarin, tepung, dan oven
  • Aktivitas: Bagikan adonan secukupnya ke setiap anak. Ajak anak untuk membentuk kue kering sesuai kreativitas atau menggunakan cetakan. Selanjutnya, pengajar menyiapkan loyang yang telah dioles margarin dan tepung. Kemudian susun adonan-adonan yang telah dicetak untuk dipanggang.
  • Manfaat: stimulasi kreativitas, motorik kasar, motorik halus

Aktivitas yang menggunakan bahan-bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari ternyata membuat anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan hingga akhir. Para orang tua pun senang melihat aktivitas anak-anaknya dan semoga semakin terinspirasi untuk menciptakan berbagai kegiatan untuk anak sehari-hari.

Resume:

  1. Sambutan selamat datang: finger paint
  2. Olah raga: melompat dari/ke ketinggian tertentu
  3. Pembukaan: muroja’ah surah al-Falaq, mengenal makanan-minuman, sirah nabawiyah
  4. Istirahat
  5. Estafet: Menusukkan melon ke tusuk sate, membuat stempel dari sayur, mencetak adonan kue kering
  6. Penutup

Foto-foto kegiatan hari ini bisa dilihat di Galeri Al-Mumtaz.

Pilah dan Masukkan Berdasar Warna

Pilah dan Masukkan Berdasarkan Warna

Aktivitas ini terinspirasi dari Sort & Drop with Lego Bricks di situs Toddler Approved! yang berfungsi untuk melatih anak melakukan klasifikasi berdasarkan warna. Anak saya belum memiliki permainan bricks (apalagi merk Lego :D) namun memiliki permainan puzzle angka dan huruf yang berwarna-warni. Kami pun menggunakan puzzle tersebut untuk melakukan permainan ini, sekalian untuk mengenalkan huruf dan angka sembari bermain. Berikut persiapan yang dibutuhkan dan cara memainkannya.

Pilah dan Masukkan Berdasar Warna
Pilah dan Masukkan Berdasar Warna (Dok. Al Mumtaz)

Persiapan:

  • Ambil kardus, lapisi dengan kertas, lalu beri lubang-lubang sebanyak macam warna bricks/puzzle. Ukurannya dibuat agar bricks/puzzle tadi mudah dimasukkan.
  • Beri list di sekeliling lubang dengan warna-warna bricks/puzzle.

Aktivitas:

  • Ajak anak memasukkan bricks/puzzle ke dalam kardus melalui lubang yang sesuai dengan warna bricks/puzzle.
  • Untuk anak yang sudah mulai belajar tentang huruf dan angka, ajak untuk menyebutkan huruf/angka yang tertera pada puzzle (optional).

 

 

miniatur haji

Mengenal Ibadah Haji dengan Lego Miniatur

“Memangnya anak-anak sudah perlu tahu tentang haji dan qurban?”

Pertanyaan di atas pernah ditanyakan kepada saya ketika anak-anak sedang mengerjakan lembar-lembar aktivitas perkenalan haji dan qurban. Meskipun memang anak-anak belum akan melakukan kedua ibadah tersebut, tapi saya rasa tidak ada salahnya mengenalkan sejak dini ke anak-anak untuk memperkaya wawasan keislaman mereka. Lagipula untuk anak-anak, tidak ada wawasan yang lebih penting daripada wawasan keislaman bukan? Terlebih haji adalah rukun Islam yang ke-5. Jadi anak-anak tidak sekedar tahu rukun Islam, tapi juga paham masing-masing ibadah yang terdapat dalam rukun Islam. Berikut ini adalah salah satu aktivitas yang dilakukan oleh anak-anak dalam rangka mengenal ibadah haji. Aktivitas tersebut terinspirasi dari peta haji dan miniatur lego yang saya lihat di Archive Hajj for Kids pada situs Muslim Learning Garden. 

miniatur haji

Pertama, anak-anak menonton video tentang haji dan ka’bah (di youtube). Setelah mendapat gambaran, kami membuat lego bersama-sama sambil ummi menceritakan secara singkat proses orang-orang yang berhaji. Bercerita sambil ‘bikin-bikin’ begini ternyata lebih mengena ke anak-anak. Dalam waktu singkat, mereka memahami bagaimana orang berhaji sambil memainkan miniatur tersebut

Aktivitas Balita

Kurikulum Harian Pendidikan Anak

Situs pendidikan Media Pendidikan Alternatif merupakan sebuah situs yang menyajikan berbagai informasi yang dapat menginspirasi pembacanya. Dari cara membuat berbagai produk, informasi-informasi atas kaidah-kaidah syariat yang sering dialami seorang muslim, hingga tips dan sharing tentang mendidik anak. Yang lebih penting, semuanya dilandasi oleh dalil yang shahih yaitu tidak menyelisihi syariat Rasulullah Muhammad shalalllahu ‘alaihi wassalam.

 

Aktivitas Balita
Aktivitas Balita

Dalam hal mendidik anak, seringkali orang tua merasa bingung “Apa yang harus kulakukan pada anakku setiap hari untuk mendidik anakku?” Pergantian hari dapat menjadi momok bagi orang tua jika tidak memiliki rencana atas apa yang harus dilakukannya untuk mendidik anak. Situs Media Pendidikan Alternatif memberikan salah satu solusi atas masalah tersebut dengan berbagi kepada para orang tua, khususnya bagi mereka yang memiliki anak berusia 2-3 tahun. Melalui tulisannya yang bertajuk Aneka Kegiatan Belajar Usia Balita (2-3 tahun), situs ini memberikan alternatif kegiatan para balita per hari.

Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi program harian dan program tematik. Program harian berisi kegiatan-kegiatan yang harus terus dilakukan setiap hari untuk mencapai aspek-aspek tujuan pendidikan. Adapun program tematik merupakan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan sebagai sarana anak untuk memahami tema-tema tertentu. Seluruh kegiatan tersebut dirancang sebagai media pendidikan keimanan, intelektual, motorik, sosial/akhlaq, dan kemandirian anak.

Program Rutin Harian :
1. Ajaklah anak sholat setiap saat
2. Membacakan surat surat pendek baik menjelang tidur ataupun pada saat aktivitas lain.
3. Ajaklah anak berwudhu menjelang sholat
4. Biasakan anak membaca basmalah dan hamdalah
5. Biasakan membaca buku minimal 4 – 5 buku sehari atau mengenal benda/kosakata baru melalui flash card atau buku.
6. Melakukan aktivitas coret mencoret(menggambar, mewarnai, bermain puzzle, lego)
7. Olahraga (lari, bermain panjat memanjat, atau main bola)
8. Melatih kebiasaan ke toilet sendiri, melepas baju sendiri, dan selalu rapi
9. Mengajarkan berbagi mainan atau hal lain dengan temannya
10. Melatih mengucapkan ungkapan terimakasih, maaf dsbnya

Program tematik dalam artikel tersebut dirancang untuk program aktivitas selama 7 pekan dan dirinci untuk setiap harinya. Program lebih lengkap dapat dipelajari langsung melalui link ke artikel Aneka Kegiatan Belajar Usia Balita (2-3 Tahun) ini.

Memperkenalkan Ibadah Haji dan Qurban pada Anak

Pemberian pelajaran yang baik salah satunya adalah ketika pelajaran diberikan pada momen yang tepat. Bulan Dzulhijah merupakan momen yang baik untuk memperkenalkan berbagai amalan yang disyariatkan di bulan Dzulhijah, misalnya haji dan qurban. Pada kesempatan kali ini, tim Al-Mumtaz berinisiatif memperkenalkan ibadah haji dan qurban kepada para partisipan ciliknya disertai dengan praktik.

Diawali dengan kegiatan menyimak video tentang haji, para siswa memahami apa saja yang dilakukan ketika ibadah haji serta hal-hal yang diperbolehkan dan dilarang selama haji. Untuk mereview pemahaman tentang urutan ibadah haji, digunakan media “Hajj Sequence Card” yang berisi gambar-gambar urutan ibadah selama haji. Guru mengajak siswa menceritakan apa yang ada di dalam gambar.

Para siswa juga diajak untuk mempraktikkan ibadah haji seperti thawaf mengelilingi miniatur Ka’bah, sa’i, dan juga melempar jumrah. Shalat mengelilingi Ka’bah juga merupakan media untuk muroja’ah surah al-Fatihah. Untuk ibadah qurban, guru menceritakan kisah nabi Ibrahim dan memperkenalkan hewan-hewan yang bisa digunakan untuk berqurban.

Foto-foto kegiatan hari ini dapat dilihat di Galeri PAUD al-Mumtaz.

Hajj Sequence Card diambil dari Hajj Theme Pack di situs A Muslim Child is Born dan bisa di-download di sini.

Media Perkenalan Ibadah Haji untuk Anak