Informasi Itu Penting, Sekalipun Kepada Anak Kecil

Pernah melihat anak kecil tidak mau masuk rumah ketika kita berkunjung di rumah saudara atau teman kita? Sebagai seorang Ibu, saya sering mengalaminya dulu pada anak pertama. Kadang hati jadi gemes, “Ini anak kenapa sih tidak mau masuk rumah?”.

Alhamdulillaah, ketika mulai rutin mengikuti seminar tentang pengasuhan anak, sedikit jadi lebih tahu bagaimana tahapan perkembangan anak. Kejadian seperti di atas mungkin bisa berbeda kasus dengan sebab yang berbeda pula, namun dalam tulisan ini saya mengulasnya terkait dengan pentingnya sebuah informasi.

Informasi sangatlah penting kita sampaikan kepada siapapun baik orang dewasa maupun anak kecil. Informasi meliputi seluruh hal tanpa kecuali. Yah, pernahkah kita membayangkan jika kita tiba-tiba dibawa oleh seseorang tanpa diberitahu terlebih dahulu mau dibawa kemana, mau ngapain di sana, dan ada siapa/apa saja di sana? Setibanya di tempat tujuan, mungkin respek kita berbeda sesuai persepsi kita karena tidak diinformasikan terlebih dahulu. Akibatnya, kita membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan tempat baru yang mungkin ada orang-orang baru atau bahkan ada hal-hal baru yang bisa jadi kita sukai atau justru sebaliknya.

Informasi semacam inilah yang harus kita sampaikan kepada anak jika kita akan melakukan sesuatu, pergi mengajak anak ke suatu tempat, di mana ada pihak-pihak lain yang terlibat di luar kita dan anak. Hal inilah yang disampaikan oleh seorang pemateri rutin dalam seminar pengasuhan anak yang saya ikuti setahun terakhir.

Saya mulai mempraktikannya pada anak kedua saya. Saya mencoba membiasakannya sejak berusia satu tahun.

Agar lebih mengena saya ingin menuliskan beberapa cerita bersama anak-anak saya berkaitan dengan informasi ini.

Duduk tenang selama 3,5 jam ikut seminar Umminya.

Yah, cerita ini adalah ketika Hanafi (anak kedua saya) berusia kurang lebih dua tahun. Di suatu akhir pekan, saya meminta izin pada suami untuk mengikuti sebuah seminar parenting (pengasuhan anak). Perjanjian dengan suami, saya akan membawa si kecil dan si kakak akan ikut abinya. Rencananya, seminar ini akan berlangsung dari jam 09.00 pagi sampai waktu Zuhur.

Nah, sebelumnya saya sudah mempelajari pentingnya informasi agar anak bisa diajak kerja sama dalam setiap lingkup kegiatan saya. Oleh karena itu, malam dan pagi sebelum berangkat, saya sampaikan kepada Hanafi ini bahwa besok dia akan ikut Umminya seminar.

“Hanafi besok ikut Ummi seminar ya, di rumahnya Fulan.”

“Hanafi mau bawa mainan apa?”

“Ayo kita masukkan mainan Hanafi ke dalam tas”

“Di sana nanti Ummi belajar, Hanafi bermain, tidak boleh berjalan-jalan. Duduk dan main ya, sama makan cemilan.”

Semua diiyakan oleh Hanafi. Paginya, saya ulangi informasi itu dengan diselingin pertanyaan boleh dan tidak boleh, serta kenapa.

“Hanafi nanti boleh ndak teriak-teriak?”

“Hanafi boleh tidak berlari-lari?”

Dan…., selama seminar berlangsung,  MaasyaAllaah… Hanafi duduk dengan tenang, main, makan cemilan, amazing. Ketika seminar sudah ditutup saya sampaikan ke Hanafi bahwa seminar sudah selesai, apa yang dilakukan Hanafi? Tiba-tiba dia berlari-lari di sekitar Umminya, Bagi saya itu sesuatu yang menakjubkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>