via visualhunt.com

Membaca Selezat Makan Cokelat

Minat baca di Indonesia sering disebut tertinggal jauh di bawah negara-negara lain di dunia. Hal tersebut tentu menjadi PR kita sebagai orang tua untuk menumbuhkan minat baca pada anak sedini mungkin. Tentunya, misi ini bukan sesuatu yang mudah, tetapi juga tidak bisa dibilang susah. Pasalnya, kecintaan membaca pada anak-anak dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya faktor lingkungan dan keteladanan di sekitar anak.

via visualhunt.com
via visualhunt.com

Lingkungan dan Keteladanan

Lingkungan yang mendukung, sedikit ataupun banyak, akan mempengaruhi kecintaan anak untuk membaca. Sebagai contoh, anak yang berada dalam lingkungan yang sangat memperhatikan dan mengutamakan buku akan membuat anak juga mengutamakan buku. Jika ada perpustakaan atau pojok baca di sekitarnya, anak akan terangsang untuk memasukinya.

Hal ini serupa dengan anak yang melihat ayunan, perosotan, dan wahana lain di taman sekitar rumah. Besar kemungkinan, anak akan tertarik mencoba permainan tersebut. Agar lebih menarik minat anak untuk singgah, perpustakaan ataupun pojok baca bisa dibuat sedemikian rupa sesuai dengan karakter anak-anak. Misalnya, kedua tempat ini bisa dicat berwarna-warni dan dihiasi gambar-gambar yang ceria.

Berikutnya, keteladanan juga memegang peran penting untuk menumbuhkan minat baca anak. Hal ini tidak bisa dianggap remeh. Anak yang sehari-hari melihat figur orang-orang yang selalu berinteraksi dengan buku di sekitarnya, sangat besar pula kemungkinannya terangsang untuk berinteraksi dengan buku. Kita bisa mencoba membuat jadwal rutin membaca bersama anak.

Agar Interaksi dengan Buku Semakin Menarik

Lalu, apa saja upaya agar anak-anak tumbuh kecintaannya terhadap buku? Di bawah inilah beberapa hal yang bisa dilakukan.

  1. Mengenalkan buku sejak anak masih bayi

Sejak anak masih bayi, mereka sudah bisa dikenalkan dengan buku yang aman bagi mereka. Buku dengan warna mencolok biasanya akan menarik perhatian bayi. Buku bantal, boardbook, dan big book juga sangat cocok untuk bayi.

  1. Mengajak anak ke toko buku

Cobalah rutin mengajak anak ke toko buku. Meski anak belum bisa membaca, banyaknya buku di toko buku akan berpengaruh pada keaksaraan anak.  Anak akan terbiasa melihat huruf pada judul-judul buku yang terpampang. Ajaklah anak ke bagian buku anak. Biasanya, buku anak penuh dengan warna yang menarik. Lalu, berilah anak kebebasan untuk memilih buku yang akan dibeli. Tentunya, buku yang tidak melanggar syariat, ya.

  1. Bacakan dengan suara keras

Buatlah jadwal membacakan buku untuk anak dengan suara keras sesuai teks. Jangan menambahkan atau mengurangi teks bacaan. Tujuannya, kita membiasakan anak mendengar kosakata dan struktur kalimat yang baku. Setelah membacakan buku pada anak, biasakan untuk mengajak anak mendiskusikan isi buku. Misal, kita bisa membuat pertanyaan sekitar apa (what), siapa (who), di mana (where), mengapa (why), dan bagaimana (how).  Mintalah anak untuk menjawab pertanyaan yang disampaikan. Hal ini akan mengasah kemampuan verbal anak.

  1. Ajaklah teman-teman anak

Melakukan sesuatu dengan orang banyak secara bersama-sama biasanya akan menambah motivasi dan semangat dalam melakukannya. Demikian juga dengan membaca. Sesekali, ajaklah teman-teman anak untuk membaca bersama-sama. Meski sekadar melihat gambar, itu bukanlah masalah. Bersama kawan-kawan, biasanya anak akan terangsang untuk mendiskusikan isi bacaan, meskipun masih terlihat sepele. Misalnya, anak akan berkomentar, “Lihat, seekor buaya sedang berendam!”

Anak yang lain pun biasanya akan ikut mengomentari, seperti, “Mengapa buaya harus berendam?”

Komentar-komentar pendek tersebut, secara tidak langsung, akan melatih kecakapan linguistik anak.

  1. Bertukar buku/SWOP book

Switch with other people book. Sekali-kali, adakan kegiatan bertukar buku yang sudah dibaca di antara anak dengan teman-temannya. Kegiatan ini bisa dilakukan bersama kegiatan story telling dan yang semisalnya. Buatlah SWOP book sebagai aktivitas yang menyenangkan dengan menambahkan asesoris warna warni.

  1. Letakkan rak buku di tempat yang sering dilalui anak.

Terkadang, minat baca yang kurang terjadi karena tidak adanya interaksi yang intens dengan buku dalam keseharian. Akibatnya, bagi sebagian anak, buku adalah sesuatu yang asing dan kurang menarik. Meletakkan rak buku pada tempat yang sering dilalui anak sehari-hari akan memancing rasa penasaran anak pada gambar yang mereka lihat. Jika memungkinan, susunlah buku pada rak yang bisa menampilkan judul buku. Jadi, susun buku menghadap ke depan, bukan menyamping.

  1. Jadikan buku sebagai hadiah (reward)

Tidak jarang, sebagai orang tua, kita menjanjikan anak dengan hadiah dalam pencapaian-pencapaian tertentu. Tidak ada salahnya, kita membiasakan buku sebagai reward yang diberikan. Untuk menampilkan kesan yang lebih ‘wah’ bagi anak, kita bisa mencoba memiilih buku 3 dimensi/pop up book yang biasanya akan membuat anak berdecak kagum.

  1. Reward untuk aktivitas membaca

Diskusikan dengan anak tentang kesempatan mendapatkan reward berdasarkan jumlah buku yang sudah dibaca. Target jumlah buku yang dibaca dan jenis hadiah dapat ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama anak. Teknisnya, kita bisa membuat tabel untuk mendaftar buku yang sudah dibaca anak. Lalu, anak-anak bisa diminta menuliskan sendiri judul buku dan penulis, lalu beri kesempatan anak untuk menilai buku yang sudah dibacanya. Penilaian bisa dilakukan dengan menggolongkan buku pada kategori cukup menarik, menarik, menarik sekali, atau yang semisalnya. Selanjutnya, setelah membaca 25 judul, anak akan mendapatkan reward memlih tujuan rekreasi keluarga (misal).  Jika anak belum bisa membaca, teknik ini masih bisa diterapkan dengan cara dibacakan orang tua ataupun sekedar melihat gambar. Tetaplah beri anak reward untuk aktivitas-aktivitas tersebut.

  1. Mengunjungi perpustakaan

Di zaman serba digital seperti saat ini, banyak opsi buku elektronik (ebook) atau sejenisnya  yang tanpa disadari jadi menyamarkan peran buku fisik. Di sisi lain, buku elektronik sangat menghemat kertas. Agar tetap bisa memperoleh manfaat buku fisik sambil tetap menghemat kertas, berkunjung ke perpustakaan bisa menjadi pilihan terbaik. Saat ini, masih bisa kita temui perpustakaan di berbagai tempat. Dengan mengunjungi perpustakaan, anak akan mengetahui eksistensi tempat membaca buku secara cuma-cuma.

10. Ajaklah anak untuk merawat buku

Jika anak sudah mulai tertarik pada buku, ajaklah anak untuk rutin membersihkan buku. Ajak pula mereka untuk menyampul buku bersama-sama. Dengan demikian, anak-anak bisa menghargai buku dengan baik.

***

Itulah di antara hal yang yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan minat baca anak. Pada prinsipnya, jadikanlah aktivitas membaca sebagai sesuatu yang menyenangkan, bukan aktivitas yang penuh tekanan ataupun paksaan. Membaca juga tidak hanya bisa dilakukan di dalam ruangan. Membaca buku dapat juga dilakukan di luar ruangan sehingga meninggalkan kesan menarik, menantang, dan menyegarkan. Jadilah orang tua yang terdepan memberikan teladan dalam membaca. Ciptakan suasana menyenangkan untuk membaca buku bagi anak, membaca pun jadi nikmat selezat makan cokelat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>