Category Archives: Cobalah Sendiri

Inspirasi media stimulasi untuk anak

Gambar 3 Park Area Buatan Sendiri

Membangun Area Parkir Memanfaatkan Kardus Bekas Susu / Sereal

Putra balita Anda suka main mobil-mobilan? Ada bertumpuk-tumpuk kardus bekas sereal/susu di rumah? Yuk, kita olah kardus-kardus bekas itu menjadi mainan yang menyenangkan untuk anak!
Kali ini, saya mempraktikkan membuat park area dari kardus bekas sereal / susu. Perlengkapan yang dibutuhkan antara lain: kardus bekas, alat pewarna (saya pakai pastel), gunting, dan alat-alat perekat (lem / selotip /lakban). Lalu bagaimana cara membuatnya?
1. Potong salah satu sisi kardus yang lebar beserta tutup kardus sehingga diperoleh potongan-potongan seperti Gambar 1.

Potongan Kardus Bekas Sereal/Susu
Gambar 1 Potongan Kardus Bekas Sereal/Susu

2. Beri gambar/pola pada potongan-potongan kardus sesuai keinginan.

Gambar Park Area Pada Kardus
Gambar 2 Gambar Park Area Pada Kardus

3. Rekatkan potongan-potongan kardus membentuk park area sesuai imajinasi.

Gambar 3 Park Area Buatan Sendiri
Gambar 3 Park Area Buatan Sendiri

Dari bahan di atas, anak saya (3 yo) suka memvariasikan park area menjadi bertingkat maupun tidak bertingkat (Gambar 3). Ketika menjadi area parkir bertingkat, ia akan asyik mendorong mobil-mobilnya naik ke atas dan menggelincirkannya melalui bidang miring yang terbentuk. Ketika area parkir yang terbentuk hanya satu lantai, ia bagai memainkan mobil di area parkir kantor yang sangat luas! Seru kan? Memanfaatkan kardus bekas susu / sereal menjadi mainan yang mengasyikkan. Selamat mencoba!

Kreasi Sablon Unik Menggunakan Pastel Oil Crayon

Bagaimana Anda menggunakan pastel/crayon? Memakainya sebagai pewarna? Menggunakannya langsung untuk menggambar? Pernahkah Anda coba memakainya seperti ini?

Kreasi Sablon Menggunakan Pastel
Kreasi Sablon Menggunakan Pastel

Kreasi di atas diadaptasi dari masa kecil saya dan kakak. Sekarang, saya melakukannya bersama anak-anak saya. Berikut cara kerjanya:

  • Siapkan kertas, alat tulis, gunting, dan pastel oil crayon.
  • Buat pola gambar yang diinginkan pada kertas, lalu gunting mengikuti tepian pola.
  • Warnai tepian pola yang telah digunting menggunakan pastel oil crayon.
  • Letakkan pola tersebut di atas selembar kertas, tekan erat-erat agar tidak bergeser.
  • Ajak anak untuk menggeserkan ibu jari/telunjuknya dari tepian pola ke kertas.
  • Aktivitas ini akan membentuk gambar sablon mengikuti pola sebagaimana gambar di atas.

Jika saat menggeserkan jari warna dari pola tidak bisa ikut keluar lagi ke kertas, silahkan tebalkan kembali warna di tepian pola menggunakan pastel oil crayon.

Menarik bukan? Selamat mencoba!

 

 

Pilah dan Masukkan Berdasar Warna

Pilah dan Masukkan Berdasarkan Warna

Aktivitas ini terinspirasi dari Sort & Drop with Lego Bricks di situs Toddler Approved! yang berfungsi untuk melatih anak melakukan klasifikasi berdasarkan warna. Anak saya belum memiliki permainan bricks (apalagi merk Lego :D) namun memiliki permainan puzzle angka dan huruf yang berwarna-warni. Kami pun menggunakan puzzle tersebut untuk melakukan permainan ini, sekalian untuk mengenalkan huruf dan angka sembari bermain. Berikut persiapan yang dibutuhkan dan cara memainkannya.

Pilah dan Masukkan Berdasar Warna
Pilah dan Masukkan Berdasar Warna (Dok. Al Mumtaz)

Persiapan:

  • Ambil kardus, lapisi dengan kertas, lalu beri lubang-lubang sebanyak macam warna bricks/puzzle. Ukurannya dibuat agar bricks/puzzle tadi mudah dimasukkan.
  • Beri list di sekeliling lubang dengan warna-warna bricks/puzzle.

Aktivitas:

  • Ajak anak memasukkan bricks/puzzle ke dalam kardus melalui lubang yang sesuai dengan warna bricks/puzzle.
  • Untuk anak yang sudah mulai belajar tentang huruf dan angka, ajak untuk menyebutkan huruf/angka yang tertera pada puzzle (optional).

 

 

miniatur haji

Mengenal Ibadah Haji dengan Lego Miniatur

“Memangnya anak-anak sudah perlu tahu tentang haji dan qurban?”

Pertanyaan di atas pernah ditanyakan kepada saya ketika anak-anak sedang mengerjakan lembar-lembar aktivitas perkenalan haji dan qurban. Meskipun memang anak-anak belum akan melakukan kedua ibadah tersebut, tapi saya rasa tidak ada salahnya mengenalkan sejak dini ke anak-anak untuk memperkaya wawasan keislaman mereka. Lagipula untuk anak-anak, tidak ada wawasan yang lebih penting daripada wawasan keislaman bukan? Terlebih haji adalah rukun Islam yang ke-5. Jadi anak-anak tidak sekedar tahu rukun Islam, tapi juga paham masing-masing ibadah yang terdapat dalam rukun Islam. Berikut ini adalah salah satu aktivitas yang dilakukan oleh anak-anak dalam rangka mengenal ibadah haji. Aktivitas tersebut terinspirasi dari peta haji dan miniatur lego yang saya lihat di Archive Hajj for Kids pada situs Muslim Learning Garden. 

miniatur haji

Pertama, anak-anak menonton video tentang haji dan ka’bah (di youtube). Setelah mendapat gambaran, kami membuat lego bersama-sama sambil ummi menceritakan secara singkat proses orang-orang yang berhaji. Bercerita sambil ‘bikin-bikin’ begini ternyata lebih mengena ke anak-anak. Dalam waktu singkat, mereka memahami bagaimana orang berhaji sambil memainkan miniatur tersebut

Bis yang Dibuat dari Kotak Bekas Susu (Dok. Kirana)

Kreasi Mengolah Barang Bekas

Barang bekas di rumah banyak yang bisa dimanfaatkan sebagai media stimulasi kreativitas dan tumbuh kembang anak. Mengadopsi acara Art Attack, saya sangat terbantu dengan ramuan Art Attack yang akan membuat kreasi barang bekas menjadi lebih keras sehingga awet dan juga mudah dihias menggunakan cat. Ramuan Art Attack merupakan campuran lem PVAC (misalnya merk FOX ) dan air dengan perbandingan satu banding satu.

Bis yang Dibuat dari Kotak Bekas Susu (Dok. Kirana)
Bis yang Dibuat dari Kotak Bekas Susu (Dok. Kirana – Al-Mumtaz)

 

Untuk memanfaatkannya, mula-mula kita buat kreasi yang diinginkan menggunakan barang-barang bekas seperta kardus, karton makanan, botol plastik, dan sebagainya. Selanjutnya, oleskan ramuan ke seluruh bagian produk kreasi kita dan tempelkan potongan-potongan kertas koran hingga produk tertutup seluruhnya. Lapisan koran berfungsi sebagai media agar produk bisa dicat. Setelah seluruh permukaan produk terbalut kertas koran, oleskan lagi ramuan Art Attack di seluruh permukaan koran pelapis sebagai media pengeras. Semakin tebal dan pekat lapisan lem yang dioleskan, akan semakin keras pula hasilnya. Selanjutnya, jemur hasil kreasi hingga kering. Untuk hasil terbaik, keringkan hasta karya di bawah sinar matahari. Setelah kering, hasil kreativitas anak telah menjadi lebih keras dan semakin kuat. Kreasi tersebut  juga sudah available untuk dicat sesuai selera.

Dengan cara di atas, berbagai imajinasi kreatif dapat diwujudkan menggunakan benda-benda di sekitar kita. Selain ramuan Art Attack, saya juga sangan engapresiasi penggunaan kertas koran yang menggantikan tissue pada acara Art Attack tempo dulu. Substitusi ini membuat kreasi kita menjadi lebih ramah lingkungan dan merupakan langkah konkret dalam menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle. Adapun sebagai inspirasi kreasi memanfaatkan barang bekas, Anda bisa langsung mengunjungi situs Art Attack.

doh

Membuat Clay Sendiri dari Bahan-Bahan di Dapur

doh

Siapa anak yang tidak suka bermain clay? Kalau zaman ibu-ibu murid Al-Mumtaz masih kecil, clay popular dijual di warung-warung dengan nama was/malam/lilin mainan. Teksturnya lunak, empuk, mudah dibentuk, dan aromanya tajam serta berminyak. Usai bermain was, biasanya tangan bau minyak tanah dan agak sulit dicuci sampai hilang baunya meski sudah pakai sabun. Kala itu, clay yang tidak berbau tajam dan memiliki perangkat cetakan macam-macam masih termasuk barang mewah yang mahal. Kalau sekarang, sudah banyak clay seperti itu dengan berbagai merk dan harga terjangkau. Sebutlah Play-Doh dan Fun-Doh.. Tapi daripada begitu, kenapa tidak bikin sendiri saja? Jauh lebih hemat lagi daripada harus beli, terjamin keamanannya untuk anak, non-toxic, serta dapat dibuat sebanyak mungkin dengan warna yang sesuai selera.

Di antara begitu banyak metode pembuatan homemade clay, kepala PAUD Al-Mumtaz merekomendasikan resep Kids Activities sebagai resep dengan hasil clay terbaik. Admin jadi tertarik untuk mencoba nih! Dengan sedikit modifikasi bahan dan cara pembuatan, admin akhirnya berhasil membuat clay yang baik dan cukup tahan lama. Ini dia resep clay a la admin Al-Mumtaz. Semua bahan-bahannya familiar di dapur para ibu di rumah.

Bahan-bahan:

  • 2 cangkir tepung (admin pakai tepung terigu)
  • 1/2 cangkir garam
  • 2 sdm soda kue (ini menggantikan cream of tartar pada resep asli)
  • 2 sdm minyak (admin pakai minyak goreng)
  • Air mendidih
  • Pewarna makanan (admin pakai 3 macam warna)

Cara membuat:

  1. Masukkan 1 cangkir tepung ke dalam mangkuk, campur dengan garam dan soda kue.
  2. Masukkan minyak, aduk-aduk sampai cairan tidak menggenang.
  3. Masukkan air mendidih secukupnya sampai adonan bisa diuleni.
  4. Uleni adonan sampai kalis, lalu bagi menjadi tiga bagian (atau sesuai selera).
  5. Teteskan pewarna makanan pada adonan-adonan yang telah dibagi.
  6. Uleni lagi setiap adonan dengan memanfaatkan sisa tepung sampai kalis. Apabila dirasa kurang kalis, bisa tambah tepung lagi. Apabila adonan terlalu kering, usap dengan tangan basah dan uleni lagi sampai kalis.
  7. Clay siap digunakan.

Tips penyimpanan:

  • Agar clay tahan lama dan tidak cepat kering, simpan dalam toples plastik kecil tertutup setelah selesai digunakan.
  • Apabila clay sudah mulai kering sehingga rapuh saat dibentuk, coba usap permukaan clay dengan air dan uleni lagi sampai kalis. Clay akan bisa berfungsi dengan baik lagi.