Category Archives: Rekomendasi

Review buku, website, aplikasi, dll yang bermanfaat untuk stimulasi tumbuh kembang anak

Aktivitas Balita

Kurikulum Harian Pendidikan Anak

Situs pendidikan Media Pendidikan Alternatif merupakan sebuah situs yang menyajikan berbagai informasi yang dapat menginspirasi pembacanya. Dari cara membuat berbagai produk, informasi-informasi atas kaidah-kaidah syariat yang sering dialami seorang muslim, hingga tips dan sharing tentang mendidik anak. Yang lebih penting, semuanya dilandasi oleh dalil yang shahih yaitu tidak menyelisihi syariat Rasulullah Muhammad shalalllahu ‘alaihi wassalam.

 

Aktivitas Balita
Aktivitas Balita

Dalam hal mendidik anak, seringkali orang tua merasa bingung “Apa yang harus kulakukan pada anakku setiap hari untuk mendidik anakku?” Pergantian hari dapat menjadi momok bagi orang tua jika tidak memiliki rencana atas apa yang harus dilakukannya untuk mendidik anak. Situs Media Pendidikan Alternatif memberikan salah satu solusi atas masalah tersebut dengan berbagi kepada para orang tua, khususnya bagi mereka yang memiliki anak berusia 2-3 tahun. Melalui tulisannya yang bertajuk Aneka Kegiatan Belajar Usia Balita (2-3 tahun), situs ini memberikan alternatif kegiatan para balita per hari.

Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi program harian dan program tematik. Program harian berisi kegiatan-kegiatan yang harus terus dilakukan setiap hari untuk mencapai aspek-aspek tujuan pendidikan. Adapun program tematik merupakan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan sebagai sarana anak untuk memahami tema-tema tertentu. Seluruh kegiatan tersebut dirancang sebagai media pendidikan keimanan, intelektual, motorik, sosial/akhlaq, dan kemandirian anak.

Program Rutin Harian :
1. Ajaklah anak sholat setiap saat
2. Membacakan surat surat pendek baik menjelang tidur ataupun pada saat aktivitas lain.
3. Ajaklah anak berwudhu menjelang sholat
4. Biasakan anak membaca basmalah dan hamdalah
5. Biasakan membaca buku minimal 4 – 5 buku sehari atau mengenal benda/kosakata baru melalui flash card atau buku.
6. Melakukan aktivitas coret mencoret(menggambar, mewarnai, bermain puzzle, lego)
7. Olahraga (lari, bermain panjat memanjat, atau main bola)
8. Melatih kebiasaan ke toilet sendiri, melepas baju sendiri, dan selalu rapi
9. Mengajarkan berbagi mainan atau hal lain dengan temannya
10. Melatih mengucapkan ungkapan terimakasih, maaf dsbnya

Program tematik dalam artikel tersebut dirancang untuk program aktivitas selama 7 pekan dan dirinci untuk setiap harinya. Program lebih lengkap dapat dipelajari langsung melalui link ke artikel Aneka Kegiatan Belajar Usia Balita (2-3 Tahun) ini.

Bis yang Dibuat dari Kotak Bekas Susu (Dok. Kirana)

Kreasi Mengolah Barang Bekas

Barang bekas di rumah banyak yang bisa dimanfaatkan sebagai media stimulasi kreativitas dan tumbuh kembang anak. Mengadopsi acara Art Attack, saya sangat terbantu dengan ramuan Art Attack yang akan membuat kreasi barang bekas menjadi lebih keras sehingga awet dan juga mudah dihias menggunakan cat. Ramuan Art Attack merupakan campuran lem PVAC (misalnya merk FOX ) dan air dengan perbandingan satu banding satu.

Bis yang Dibuat dari Kotak Bekas Susu (Dok. Kirana)
Bis yang Dibuat dari Kotak Bekas Susu (Dok. Kirana – Al-Mumtaz)

 

Untuk memanfaatkannya, mula-mula kita buat kreasi yang diinginkan menggunakan barang-barang bekas seperta kardus, karton makanan, botol plastik, dan sebagainya. Selanjutnya, oleskan ramuan ke seluruh bagian produk kreasi kita dan tempelkan potongan-potongan kertas koran hingga produk tertutup seluruhnya. Lapisan koran berfungsi sebagai media agar produk bisa dicat. Setelah seluruh permukaan produk terbalut kertas koran, oleskan lagi ramuan Art Attack di seluruh permukaan koran pelapis sebagai media pengeras. Semakin tebal dan pekat lapisan lem yang dioleskan, akan semakin keras pula hasilnya. Selanjutnya, jemur hasil kreasi hingga kering. Untuk hasil terbaik, keringkan hasta karya di bawah sinar matahari. Setelah kering, hasil kreativitas anak telah menjadi lebih keras dan semakin kuat. Kreasi tersebut  juga sudah available untuk dicat sesuai selera.

Dengan cara di atas, berbagai imajinasi kreatif dapat diwujudkan menggunakan benda-benda di sekitar kita. Selain ramuan Art Attack, saya juga sangan engapresiasi penggunaan kertas koran yang menggantikan tissue pada acara Art Attack tempo dulu. Substitusi ini membuat kreasi kita menjadi lebih ramah lingkungan dan merupakan langkah konkret dalam menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle. Adapun sebagai inspirasi kreasi memanfaatkan barang bekas, Anda bisa langsung mengunjungi situs Art Attack.

KPSP: Alat Pemantau Perkembangan Anak

sliding

Setiap orang tua tentu ingin buah hatinya tumbuh dengan sehat, normal, dan sesuai dengan perkembangan umurnya. Untuk itu, kita mengenal sebuah instrumen yang digunakan untuk mengetahui apakah perkembangan anak normal ataukah mengalami penyimpangan. Instrumen ini disebut sebagai Kuosioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP).

KPSP disediakan untuk memantau perkembangan anak dari usia 3 hingga 72 bulan. Di dalam kuosioner ini, terdapat berbagai pertanyaan yang harus dijawab oleh orang tua dengan jawaban YA atau TIDAK. Berdasarkan jawaban-jawaban tersebut, akan diperoleh skor KPSP yang akan menggolongkan anak ke dalam kategori SESUAI (S) ataukah MERAGUKAN (M). Selanjutnya, orang tua akan memperoleh saran tentang apa yang harus dilakukan sesuai dengan kategori hasil KPSP.

Untuk menguji perkembangan anak menggunakan KPSP, Anda dapat mengunjungi  Klinik Tumbuh Kembang Anak atau klik di sini. Selain KPSP, banyak hal yang dapat Anda temukan di Klinik Tumbuh Kembang Anak seputar masalah dan ilmu-ilmu tentang perkembangan anak. Sebagai orang tua yang peduli pada perkembangan anak, Klinik Tumbuh Kembang Anak adalah situs yang sangat patut untuk dikunjungi.

kids activities

Kids Activities Blog

kids activitiesAssalamu ‘alaikum, pembaca PAUD Al-Mumtaz official website! Tanpa terasa, sebulan sudah kita libur ya di bulan Ramadhan dan Idul Fithri. Website ini pun mulai aktif kembali hari ini. Untuk itu, pertama kali, segenap tim Al-Mumtaz mengucapkan selamat hari raya Idul Fithri. Taqabbalallahu minna wa minkum.

Nah, setelah libur panjang, apakah Anda kehabisan ide untuk beraktivitas dengan anak? Kini tak perlu bingung lagi. Kids Activities Blog memberikan berbagai inspirasi kegiatan yang bermanfaat untuk keseharian ibu dan anak. Untuk aktivitas bersama anak, Kids Activities Blog mengelompokkan kegiatan anak-anak ke dalam jenjang usia bayi, batita, pre school, TK, SD, hingga kegiatan bersama keluarga.

Khusus untuk para ibu, blog tersebut juga menyuguhkan inspirasi-inspirasi terkait dengan makanan, mengorganisasi kegiatan dan rumah bersama anak, persiapan bepergian, dan lain-lain. Kegiatan-kegiatan yang ditawarkan pun meliputi kegiatan indoor maupun outdoor. Ragam kegiatannya juga terpadu meliputi kegiatan seni, pembelajaran kognitif, maupun kegiatan menggunakan alat peraga. Blog ini juga memberikan inspirasi cara membuat berbagai alat peraga lho! Semuanya bisa dibuat sendiri alias Do It Yourself (DIY)!

Lebih dari itu, Kids Activities Blog juga memberikan ide-ide untuk menyelenggarakan berbagai perayaan hari besar. Hanya saja, sebagai muslim yang harus mengikuti tuntunan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam tentunya kita tidak melakukan perayaan-perayaan tersebut. Walaupun demikian, ide aktivitas dalam perayaan tersebut dapat kita ambil sebagai inspirasi stimulasi untuk anak-anak dan kegiatan keluarga.

Mau tahu lebih banyak tentang Kids Activities Blog? Kunjungi saja langsung url-nya di http://kidsactivitiesblog.com/ dan bersiaplah untuk terinspirasi.

 

Ibu-Profesional_w (1)

Hei, Ini Aku: Ibu Profesional!

Ibu-Profesional_w (1)Judul Buku: Hei, Ini Aku: Ibu Profesional!

Penyusun: Institut Ibu Profesional

Penerbit: Leutika Prio

Cetakan, Tahun Terbit: I, Desember 2012

Tebal: 253 halaman + viii

 

 

 

Jika kamu marah, kamu masih minta maaf pada anak-anak. Jika kamu berteriak pada mereka, kamu masih bisa memeluk dan mencium mereka, sambil minta maaf. Apakah pembantu atau baby sitter bisa melakukan itu? (halaman 55-56).

Walaupun saya hidup serba kekurangan, namun bahagianya seorang anak yang diberikan cinta kasih tulus tak dapat tergantikan dengan materi. (halaman 60).

Hei, Ini Aku: Ibu Profesional! merupakan antologi tulisan pilihan dari para anggota Institut Ibu Profesional (IIP). Di dalamnya, terdapat tulisan-tulisan karya 24 ibu rumah tangga dan 1 orang ayah. Uniknya, seluruh proses pra produksi buku ini juga digarap sendiri oleh para kartini anggota IIP. Dari proses mengumpulkan tulisan, editing, hingga desain isi serta cover. Hebat ‘kan? Siapa bilang menjadi ibu rumah tangga berarti tidak bisa menyalurkan kompetensi di luar urusan rumah tangga?

Antologi ini dibagi ke dalam tiga bagian besar, yaitu Kepingan Pertama: Metamorfosis, Kepingan Kedua: Lensa, serta Kepingan Ketiga: Bisa!Kepingan pertama menceritakan kisah-kisah para ibu yang baru saja mengawali profesinya sebagai ibu rumah tangga. Baik karena mereka baru membentuk bahtera rumah tangga atau karena memutuskan resigndari pekerjaannya di kantor. Di sini akan tergambar beratnya menjadi seorang ibu rumah tangga, hal yang tidak pernah terbayangkan oleh mereka saat masih menjadi seorang wanita karir. Di tengah pergumulan mereka menghadapi kekacauan rumah tangga, pertemuan dengan IIP bagaikan menemukan oase di padang pasir.

Tidak semua ibu rumah tangga mengawali profesi ini dengan penuh kekacauan. Beberapa ibu telah memiliki kemampuan yang cukup stabil dan dapat menjalankan perannya dengan baik. Walaupun demikian, tetap saja mata mereka terbuka lebar ketika mengenal IIP. Berbagai wawasan, ide, dan kemampuan ter-upgrade secara signifikan sejak mengikuti perkuliahan di IIP. Terekam dalam kepingan kedua, mereka kini bukan lagi ibu rumah tangga biasa, namun telah mengepakkan sayapnya menjadi seorang ibu rumah tangga profesional yang membanggakan.

Lalu bisakah setiap wanita menjadi seorang ibu rumah tangga profesional? Tentu saja jawabnya, bisa! Inilah isi dari kepingan ketiga Hei, Ini Aku: Ibu Profesional!Para ibu di bagian ini menceritakan keberhasilan-keberhasilan yang pernah mereka capai menggunakan metode-metode yang dipelajari di IIP.

***

Buku ini merupakan pencerah yang ditunggu-tunggu oleh kaum wanita, khususnya para ibu rumah tangga. Wanita yang masih lajang akan dapat membaca kisah perjuangan dan karut marutnya emosi para ibu dalam mengukuhkan suatu bahtera rumah tangga agar dapat mewujudkan pepatah “Rumahku, Surgaku. Para wanita karir tidak akan lagi meremehkan profesi ibu rumah tangga. Para full-time motherpun tidak akan lagi minder dengan statusnya, bahkan akan semakin bersemangat untuk terus berkarya dan menjadi seorang ibu rumah tangga profesional.

Buku ini pun cocok dibaca oleh para ayah agar lebih menghargai ibu dan istrinya, menyadarkannya bahwa peran mereka begitu penting dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain itu, antologi ini dapat menginspirasinya untuk membawa keluarganya menjadi lebih baik sebagaimana yang dilakukan oleh Seno Pamungkas, sang ayah yang turut menulis antologi ini.

Banyak pelajaran dan inspirasi yang dapat diperoleh setelah membaca buku ini. Sebagai contoh, diterangkan secara detail bagaimana seorang ibu mendidik kemandirian anaknya menggunakan metode buku bintang (halaman 179-184). Sebuah metode yang tentu juga dapat diterapkan oleh para pembaca kepada keluarganya. Ada lagi bagaimana seorang ibu melakukan toilet trainingkepada anaknya (halaman 217-219), melatih anak-anak berpuasa Ramadhan dan ikhlas dalam beribadah (halaman 174-178), dan masih banyak kisah yang lain.

Walaupun ‘hanya’ ditulis oleh para ibu rumah tangga, namun intelektualitas dalam antologi ini tidak diragukan lagi. Selain karena tulisan-tulisan dalam buku ini merupakan tulisan-tulisan pilihan, intelektualitas tulisan yang cukup tinggi juga dipengaruhi oleh backgroundpara ibu ini sebelum beralih menjadi full-time mother.Background para ibu ini bukan background orang sembarangan. Dari insinyur, dokter, konsultan, dan masih banyak lagi.

Pada akhirnya, buku ini membuka mata dan pikiran kita betapa ibu rumah tangga merupakan profesi yang sangat mulia. Sebuah profesi yang harus dijalankan secara profesional layaknya profesi kantoran. Profesi dengan Surat Keputusan langsung dari Sang Maha Pencipta, dengan gaji yang diterima juga begitu mahal yaitu surga (insya Allah, syarat dan ketentuan berlaku). Masalah rezeki, sudah ada yang mengaturnya dan rezeki setiap orang tidak akan terlewat. Sebagaimana prinsip IIP, “Be professional, rejeki follows.

Disarikan dari: MJEDUCATION.COM

homemade paint color

Mendidik Anak dengan Game Islami

Judul Buku: Mendidik Anak dengan Game Islami

Penulis : Ummu Raihan

Penerbit : Gazzamedia

Cetakan, Tahun Terbit : I, September 2013

 

 

Sekarang ini banyak buku yang mencatut nama “Islami” dalam judulnya namun ternyata isinya tidak benar-benar Islami pada isinya. Islami yang bermakna mengikuti kaidah-kaidah Islam tidak benar-benar direalisasikan pada kebanyakan buku dengan judul seperti itu. Buku ini bagai angin segar di tengah maraknya pencatutan istilah “Islami”, dengan menyajikan inspirasi-inspirasi stimulasi yang insyaa Allaah tidak menyalahi aturan-aturan dari al-Qur’an maupun al-Hadits yang shahih/hasan.

Permainan-permainan yang dituliskan dalam buku ini bermanfaat untuk menstimulasi berbagai aspek mulai dari emosi sosial, bahasa, kognitif, hingga motorik kasar dan halus. Bukan sekadar permainan yang menstimulasi aspek-aspek tadi, tapi permainan-permainan dalam buku ini juga dimuati dengan muatan-muatan edukatif religius sebagai usaha agar anak menjadi pribadi muslim yang kokoh. Jadi anak diharapkan bukan hanya menjadi pribadi yang cerdas dan cekatan, tapi juga memiliki pondasi keimanan yang teguh. Materi-materi edukatif religius yang dapat diperoleh di buku ini meliputi aqidah, adab dan ibadah, hafalan Qur’an dan Hadits, mengenal huruf hijaiyah, dan bahasa Arab.

Permainan-permainan yang dituliskan dalam buku ini bermanfaat untuk menstimulasi berbagai aspek mulai dari emosi sosial, bahasa, kognitif, hingga motorik kasar dan halus. Bukan sekadar permainan yang menstimulasi aspek-aspek tadi, tapi permainan-permainan dalam buku ini juga dimuati dengan muatan-muatan edukatif religius sebagai usaha agar anak menjadi pribadi muslim yang kokoh. Jadi anak diharapkan bukan hanya menjadi pribadi yang cerdas dan cekatan, tapi juga memiliki pondasi keimanan yang teguh. Materi-materi edukatif religius yang dapat diperoleh di buku ini meliputi aqidah, adab dan ibadah, hafalan Qur’an dan Hadits, mengenal huruf hijaiyah, dan bahasa Arab.

Untuk memperkuat konsep dalam permainan-permainan di bagian pertama buku, penulis berbaik hati menguraikan materi singkat tentang basic keislaman pada bagian kedua buku ini. Materi-materi tersebut meliputi aqidah, akhlaq dan adab, fiqh/ibadah, tarikh, Qur’an, dan Hadits. Materi-materi tersebut disajikan dalam bentuk poin sehingga singkat, jelas, padat, dan tepat sasaran, didukung menggunakan dalil-dalil yang hanya diambil dari dalil-dalil yang shahih. Selain penjelasan yang memperkuat basic keislaman, penulis juga merincikan basic skill yang harus dikuasai anak dari skill bahasa, kognitif, motorik, sosial, emosional, kemandirian, dan juga seni.

Akhir kata, buku ini adalah buku yang patut dimiliki untuk setiap keluarga muslim yang ingin mendidik anak-anaknya dengan stimulasi-stimulasi yang berpegang teguh pada koridor syariat Islam yang shahih.

Disarikan dari: makanbuku

 

 

Sunni Home Schooling: Wadahi Kreativitas Ibu dan Anak

*Artikel ini pernah dimuat di majalah pendidikan MJEDUCATION.CO versi cetak, edisi Maret 2013

10488176_674297582649935_97145744630042924_n
Ibu dan Anak Sedang Bermain Bersama

Mendidik anak melalui homeschooling memang sudah tidak asing lagi di dunia pendidikan global, namun tidak demikian halnya di Indonesia. Walaupun saat ini mulai banyak keluarga di Indonesia yang mulai menerapkan homeschooling, tapi mereka masih menjadi ‘kaum’ minoritas di negeri ini.  Berbagai tips dan panduan homeschooling yang bisa dijadikan referensi pun kebanyakan berasal dari praktisi homeschooling mancanegara. Padahal, tantangan yang dihadapi anak-anak Indonesia tentu saja berbeda dengan tantangan anak-anak di mancanegara. Keluarga-keluarga pelaku homeschooling di Indonesia pun mulai mencari ‘kawan’ di dalam negeri sehingga terbentuklah berbagai komunitas homeschooling, salah satunya adalah Sunni Home Schooling (SHS).

Menurut INETA Asia Pacific[i], setidaknya terdapat tujuh keuntungan seseorang bergabung dalam suatu komunitas. Ketujuh keuntungan tersebut antara lain kesempatan belajar yang luas (learning),  memperluas jaringan/koneksi (networking), media untuk berbagi pengalaman (sharing experiences), membuka kesempatan kerja (job opportunities), kesempatan berinteraksi dengan orang-orang yang ahli dalam bidangnya (meeting experts), memperoleh solusi atas problematika yang sedang dihadapi (solution to problems), serta kesempatan memperoleh produk tertentu secara gratis (free giveaway).  Adapun komunitas sendiri berasal bahasa Latin, communitas yang berarti ‘kesamaan’. Hal ini sesuai dengan karakter kebanyakan komunitas yang biasanya terbentuk karena adanya ketertarikan (bidang/lingkungan/minat/lainnya) yang sama di antara anggota-anggotanya. Di SHS, anggota-anggotanya disatukan oleh tujuan yang sama, yaitu untuk mencari metode pendidikan anak yang lurus sesuai dengan ajaran Islam. “Lurus artinya tidak melenceng ke kiri[ii]  ataupun ke kanan[iii], dengan manhaj[iv]  sebagaimana yang dipahami oleh para shahabat[v]. Jadinya ahlus sunnah wal jama’ah[vi],” tutur Maya, salah satu pengurus komunitas SHS, kepada MJEDUCATION.CO.

SHS pada awalnya merupakan sebuah komunitas yang dijalankan melalui mailing-list Yahoo dengan nama Sunni Home Schooling dengan anggota dari kalangan laki-laki maupun wanita. Seiring dengan berjalannya waktu, untuk mewadahi kaum ibu yang ingin bertanya agar lebih leluasa, dibentuklah grup tambahan di Facebook dengan nama yang sama dan hanya menerima anggota wanita.

Anggota SHS tidak hanya dapat memperoleh ilmu praktik maupun teori melalui dokumen atau post/thread di grup facebook, mereka juga dapat mengikuti kontes Kamis Kreatif yang rutin diselenggarakan setiap bulan. Kamis Kreatif merupakan ajang kompetisi yang menantang kreativitas ibu/anak-anaknya dalam melaksanakan program homeschooling. Kreativitas yang dimaksud bisa berupa inovasi alat peraga, metode penyampaian materi, hingga hasil karya anak. Tema kreativitas yang dikonteskan pun berbeda-beda setiap bulan. Sebagai contoh, tema Kamis Kreatif bulan Maret 2013 adalah Berhitung. Kontestan diminta untuk membuat alat peraga berhitung untuk anak-anak. Admin lomba mensyaratkan bahwa karya yang diikutsertakan adalah buatan sendiri/anak dan harus sesuai tema, menyertakan sumber ide (bila ada), serta mengunggah foto pada waktu yang ditentukan (deadline biasanya hari Kamis).  Anggota aktif SHS juga rutin menyelenggarakan ‘kopi darat’ (kopdar) setiap tahun. Acara kopdar biasanya diisi dengan pameran hasil karya anak, sharing pengalaman, dan  seminar dengan mengundang pemateri yang kompeten di bidangnya.

Komunitas Sunni Home Schooling dapat ditemukan di alamat mailing-list sunnihomeschooling@yahoogroups.com (umum) dan grup facebook Sunni Home Schooling (khusus wanita). SHS terbuka untuk siapa saja yang beragama Islam.

****

[i] INETA adalah sebuah organisasi independen dan non-profit yang dibentuk untuk mewadahi aspirasi para pengguna atau siapa saja yang tertarik dengan platform Microsoft.NET. INETA didukung oleh Microsoft Corporation dan sponsor-sponsor lainnya.

[ii] Liberal sehingga terlalu mengagungkan akal, padahal akal manusia itu terbatas

[iii] Terlalu ekstrem tanpa mengindahkan keilmuan yang shahih, padahal ilmu memperoleh kedudukan yang tinggi dalam Islam

[iv] Cara memahami dan menjalankan agama

[v] Orang-orang Islam yang hidup sezaman dan pernah bertemu dengan Rasul Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam. Mereka memahami Islam langsung dari beliau dan merupakan generasi terbaik umat Islam.

[vi]Sunnah= apa-apa yang pernah dilakukan oleh Rasul Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam. Jama’ah=generasi awal umat Islam yang menyaksikan diturunkannya wahyu, yaitu para shahabat. Ahlus sunnah wal jama’ah= Mereka yang teguh memahami dan menjalankan agama Islam dengan mengikuti apa-apa yang pernah dilakukan oleh Rasul dan para shahabat.