Tag Archives: kreativitas

Berbagai Kreasi Seni untuk Anak

Kegiatan hari ini mengambil tema seni untuk anak. Pertama kali, ketika anak datang, anak dipersilakan mengambil plastisin yang telah disediakan oleh guru. Anak dibebaskan untuk berkreasi menggunakan plastisin.

Setelah semua anak tiba dan berkreasi menggunakan plastisin, guru mengajak anak-anak berolah raga. Kali ini, bola menjadi alat olah raga yang dipilih. Anak-anak diarahkan untuk melempar dan menangkap bola ke/dari teman yang ditunjuk oleh guru. Wah, seru ya! Selain mengolah motorik anak, kegiatan ini juga mengakrabkan setiap anak dan lebih mengenal nama-nama teman di sekolah.

Akhirnya, kelaspun dimulai dengan story telling tentang binatang. Menggunakan boneka tangan sebagai alat peraga, cerita tentang binatang pun terasa lebih hidup. Selanjutnya, setelah diselingi istirahat, kegiatan inti tentang seni pun dilaksanakan.

1. Jepit Pompom dan Melukis

  • Persiapan: jepitan jemuran, pompom, cat air, kertas
  • Aktivitas: dorong anak untuk mengambil pompom menggunakan jepitan jemuran untuk melatih motorik halus mereka. Selanjutnya, anak dipersilahkan mencelupkan pompom yang dijepit ke cat lalu mengoleskannya ke kertas membentuk gambar yang diinginkan.

IMG-20141121-WA0006

2. Lipat dan Gambar Simetris

  • Persiapan: cat air yang telah diencerkan, kuas, kertas
  • Aktivitas: arahkan anak untuk melipat kertas menjadi dua bagian. Selanjutnya, anak menggambar di separuh sisi kertas menggunakan cat dan kuas. Terakhir, lipat kembali kertas tersebut sehingga gambar anak akan tercetak di separuh sisi yang lain.

3. Pasang Sisik Ikan

  • Persiapan: siapkan lem dan gambar ikan yang telah dipotonh sesuai bentuknya. Siapkan pula potongan-potongan kecil berbentuk setengah lingkaran yang akan difungsikan sebagai sisik ikan.
  • Aktivitas: arahkan anak untuk menempelkan potongan-potongan sisik pada ikan.

IMG-20141121-WA0005

Resume:

  1. Welcoming: kreasi plastisin
  2. Olah raga: lempar tangkap bola
  3. Pembukaan: story telling, review ushuluts tsalatsah
  4. Istirahat
  5. Kegiatan inti
  6. Penutup

Foto-foto kegiatan hari ini dapat dilihat di Galeri PAUD Al-Mumtaz 21 November 2014.

Gambar 3 Park Area Buatan Sendiri

Membangun Area Parkir Memanfaatkan Kardus Bekas Susu / Sereal

Putra balita Anda suka main mobil-mobilan? Ada bertumpuk-tumpuk kardus bekas sereal/susu di rumah? Yuk, kita olah kardus-kardus bekas itu menjadi mainan yang menyenangkan untuk anak!
Kali ini, saya mempraktikkan membuat park area dari kardus bekas sereal / susu. Perlengkapan yang dibutuhkan antara lain: kardus bekas, alat pewarna (saya pakai pastel), gunting, dan alat-alat perekat (lem / selotip /lakban). Lalu bagaimana cara membuatnya?
1. Potong salah satu sisi kardus yang lebar beserta tutup kardus sehingga diperoleh potongan-potongan seperti Gambar 1.

Potongan Kardus Bekas Sereal/Susu
Gambar 1 Potongan Kardus Bekas Sereal/Susu

2. Beri gambar/pola pada potongan-potongan kardus sesuai keinginan.

Gambar Park Area Pada Kardus
Gambar 2 Gambar Park Area Pada Kardus

3. Rekatkan potongan-potongan kardus membentuk park area sesuai imajinasi.

Gambar 3 Park Area Buatan Sendiri
Gambar 3 Park Area Buatan Sendiri

Dari bahan di atas, anak saya (3 yo) suka memvariasikan park area menjadi bertingkat maupun tidak bertingkat (Gambar 3). Ketika menjadi area parkir bertingkat, ia akan asyik mendorong mobil-mobilnya naik ke atas dan menggelincirkannya melalui bidang miring yang terbentuk. Ketika area parkir yang terbentuk hanya satu lantai, ia bagai memainkan mobil di area parkir kantor yang sangat luas! Seru kan? Memanfaatkan kardus bekas susu / sereal menjadi mainan yang mengasyikkan. Selamat mencoba!

Mencuci Baju sambil Bermain

Hari ini, anak-anak kembali mengikuti kelas stimulasi rutin setiap hari Jum’at. Sebelum belajar dimulai, anak-anak berbaris dan meniti papan bergantian (papan diganti kardus). Lalu setelah selesai olah fisik, anak-anak masuk ke dalam rumah, duduk melingkar dan mendengarkan bu guru bercerita soal Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, menjelaskan tentang pakaian dan fungsi pakaian, tak lupa murajaah surat Al Falaq. Setelah itu anak-anak beristirahat makan bekal.

Selesai beristirahat, anak-anak siap memasuki kegiatan inti bertema bahan alam dan pakaian. Kegiatan utama kali ini adalah:

  • menjahit daun dengan kulit jagung (buat beberapa lubang di daun dan beri jarak. Masukan kulit jagung ke dalam luang tersebut keluar lagi dan masuk lagi lubang berikutnya seperti gerakan menjahit)

IMG_20141031_101022

  • Kolase gambar baju dengan bunga dan daun kering (siapkan gambar baju polos tanpa warna, daun dan bunga kering, serta lem. Ajak anak menghias gambar tersebut dengan bunga dan daun)
  • Percobaan sains mengenal dan menemukan warna dengan cuka, baking soda dan pewarna makanan. (siapkan mangkok plastik, isi dengan baking soda secukupnya, lalu beri 2 warna di atas bking soda berdampingan. Terakhir tuang cuka ke dalamnya dan akan terbentuk cairan berbuih dwiwarna. Jika dia terus bergolak lambat laun kedua cairan akan bertemu dan terciptalah warna baru sebagai perpaduan dari dua warna dasar, biidznillah.

IMG_20141031_101012

  • Mencuci pakaian dengan tangan (ajak anak belajar mencuci sendiri bajunya dengan mengucek, menggilas, memeras, membilas dan menjemur. Sangat bermanfaat untuk motorik halusnya dan merea dapat bersenang-senang main air :))

IMG_20141031_102701

Setelah kegiatan utama anak-anak diajak membersekan peralatan bermain dan belajar, lanjut masuk ke dalam lagi sambil mengingat-ngingat aktivitas yang telah mereka lakukan. Anak-anak juga diberikan stiker cantik oleh bu guru setelah sebelumnya anak-anak ditanya lebih dulu tentang kegiatan hari ini. Terima kasih bu guru!

Resume kegiatan:

  1. Berjalan meniti papan
  2. Murajaah, story telling, mengenal manfaat pakaian
  3. Menjahit daun
  4. Kolase
  5. Percobaan sains
  6. Mencuci

Kreasi Sablon Unik Menggunakan Pastel Oil Crayon

Bagaimana Anda menggunakan pastel/crayon? Memakainya sebagai pewarna? Menggunakannya langsung untuk menggambar? Pernahkah Anda coba memakainya seperti ini?

Kreasi Sablon Menggunakan Pastel
Kreasi Sablon Menggunakan Pastel

Kreasi di atas diadaptasi dari masa kecil saya dan kakak. Sekarang, saya melakukannya bersama anak-anak saya. Berikut cara kerjanya:

  • Siapkan kertas, alat tulis, gunting, dan pastel oil crayon.
  • Buat pola gambar yang diinginkan pada kertas, lalu gunting mengikuti tepian pola.
  • Warnai tepian pola yang telah digunting menggunakan pastel oil crayon.
  • Letakkan pola tersebut di atas selembar kertas, tekan erat-erat agar tidak bergeser.
  • Ajak anak untuk menggeserkan ibu jari/telunjuknya dari tepian pola ke kertas.
  • Aktivitas ini akan membentuk gambar sablon mengikuti pola sebagaimana gambar di atas.

Jika saat menggeserkan jari warna dari pola tidak bisa ikut keluar lagi ke kertas, silahkan tebalkan kembali warna di tepian pola menggunakan pastel oil crayon.

Menarik bukan? Selamat mencoba!

 

 

Perkenalkan Makanan Sehat Sejak Dini

Alhamdulillah, bertemu lagi di kelas stimulasi rutin al-Mumtaz. Kegiatan pagi ini dimulai dengan antusias. Setiap anak bersemangat mengikuti kegiatan pembuka, yaitu menulis huruf ‘b’ menggunakan jari yang dicelup ke cat (finger paint). Antusiasme positif ini terus berlanjut dengan kegiatan olahraga yang menarik, yaitu melompat dari/ke ketinggian tertentu untuk melatih kemampuan motorik kasar anak.

Selanjutnya, kelas al-Mumtaz dimulai dengan muroja’ah surah di al-Qur’an. Pada pertemuan-pertemuan yang lalu, para murid al-Mumtaz telah melakukan muroja’ah surah al-Fatihah dan an-Naas. Pada pertemuan kali ini, muroja’ah dilanjutkan ke surah baru, yaitu surah al-Falaq. Kelas kali ini juga diisi dengan story telling tentang sejarah kelahiran Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam.

Anak Melompat dari Ketinggian Tertentu (Dok. al-Mumtaz)
Anak Melompat dari Ketinggian Tertentu (Dok. al-Mumtaz)

Menuju aktivitas inti dari kegiatan hari ini yang bertema makanan, pengajar mengenalkan berbagai macam makanan dan minuman serta kegunaannya. Apa nama-nama makanan yang ditunjuk dalam gambar? Makanan yang bagaimanakah yang boleh atau tidak boleh dimakan?

Setelah diselingi dengan istirahat makan, di mana para murid juga semakin akrab dan bermain dengan serunya, aktivitas stimulasi bertema makanan kembali dilanjutkan. Terdapat tiga kegiatan stimulasi bertema makanan hari ini yang dilakukan oleh para murid al-Mumtaz, yaitu:

1. Sate Melon

  • Persiapan: Buah melon dipotong dadu, tusuk sate
  • Aktivitas: Ajak anak menusukkan beberapa potong melon ke tusuk sate
  • Manfaat: stimulasi motorik halus, mengenal makanan sehat (buah), warna, dan rasa

2. Stempel Sayur

  • Persiapan: Aneka sayur (dipotong dan dibentuk), cat air (homemade), kertas
  • Aktivitas: Ajak anak untuk membuat cap ke kertas menggunakan sayur yang telah dicelup ke cat seperti stempel
  • Manfaat: stimulasi kreativitas, mengenal makanan sehat (sayur) dan warna

3. Cooking Class

  • Persiapan: Adonan kue kering yang siap dibentuk (homemade), cetakan kue, loyang, margarin, tepung, dan oven
  • Aktivitas: Bagikan adonan secukupnya ke setiap anak. Ajak anak untuk membentuk kue kering sesuai kreativitas atau menggunakan cetakan. Selanjutnya, pengajar menyiapkan loyang yang telah dioles margarin dan tepung. Kemudian susun adonan-adonan yang telah dicetak untuk dipanggang.
  • Manfaat: stimulasi kreativitas, motorik kasar, motorik halus

Aktivitas yang menggunakan bahan-bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari ternyata membuat anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan hingga akhir. Para orang tua pun senang melihat aktivitas anak-anaknya dan semoga semakin terinspirasi untuk menciptakan berbagai kegiatan untuk anak sehari-hari.

Resume:

  1. Sambutan selamat datang: finger paint
  2. Olah raga: melompat dari/ke ketinggian tertentu
  3. Pembukaan: muroja’ah surah al-Falaq, mengenal makanan-minuman, sirah nabawiyah
  4. Istirahat
  5. Estafet: Menusukkan melon ke tusuk sate, membuat stempel dari sayur, mencetak adonan kue kering
  6. Penutup

Foto-foto kegiatan hari ini bisa dilihat di Galeri Al-Mumtaz.

miniatur haji

Mengenal Ibadah Haji dengan Lego Miniatur

“Memangnya anak-anak sudah perlu tahu tentang haji dan qurban?”

Pertanyaan di atas pernah ditanyakan kepada saya ketika anak-anak sedang mengerjakan lembar-lembar aktivitas perkenalan haji dan qurban. Meskipun memang anak-anak belum akan melakukan kedua ibadah tersebut, tapi saya rasa tidak ada salahnya mengenalkan sejak dini ke anak-anak untuk memperkaya wawasan keislaman mereka. Lagipula untuk anak-anak, tidak ada wawasan yang lebih penting daripada wawasan keislaman bukan? Terlebih haji adalah rukun Islam yang ke-5. Jadi anak-anak tidak sekedar tahu rukun Islam, tapi juga paham masing-masing ibadah yang terdapat dalam rukun Islam. Berikut ini adalah salah satu aktivitas yang dilakukan oleh anak-anak dalam rangka mengenal ibadah haji. Aktivitas tersebut terinspirasi dari peta haji dan miniatur lego yang saya lihat di Archive Hajj for Kids pada situs Muslim Learning Garden. 

miniatur haji

Pertama, anak-anak menonton video tentang haji dan ka’bah (di youtube). Setelah mendapat gambaran, kami membuat lego bersama-sama sambil ummi menceritakan secara singkat proses orang-orang yang berhaji. Bercerita sambil ‘bikin-bikin’ begini ternyata lebih mengena ke anak-anak. Dalam waktu singkat, mereka memahami bagaimana orang berhaji sambil memainkan miniatur tersebut

Aktivitas Balita

Kurikulum Harian Pendidikan Anak

Situs pendidikan Media Pendidikan Alternatif merupakan sebuah situs yang menyajikan berbagai informasi yang dapat menginspirasi pembacanya. Dari cara membuat berbagai produk, informasi-informasi atas kaidah-kaidah syariat yang sering dialami seorang muslim, hingga tips dan sharing tentang mendidik anak. Yang lebih penting, semuanya dilandasi oleh dalil yang shahih yaitu tidak menyelisihi syariat Rasulullah Muhammad shalalllahu ‘alaihi wassalam.

 

Aktivitas Balita
Aktivitas Balita

Dalam hal mendidik anak, seringkali orang tua merasa bingung “Apa yang harus kulakukan pada anakku setiap hari untuk mendidik anakku?” Pergantian hari dapat menjadi momok bagi orang tua jika tidak memiliki rencana atas apa yang harus dilakukannya untuk mendidik anak. Situs Media Pendidikan Alternatif memberikan salah satu solusi atas masalah tersebut dengan berbagi kepada para orang tua, khususnya bagi mereka yang memiliki anak berusia 2-3 tahun. Melalui tulisannya yang bertajuk Aneka Kegiatan Belajar Usia Balita (2-3 tahun), situs ini memberikan alternatif kegiatan para balita per hari.

Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi program harian dan program tematik. Program harian berisi kegiatan-kegiatan yang harus terus dilakukan setiap hari untuk mencapai aspek-aspek tujuan pendidikan. Adapun program tematik merupakan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan sebagai sarana anak untuk memahami tema-tema tertentu. Seluruh kegiatan tersebut dirancang sebagai media pendidikan keimanan, intelektual, motorik, sosial/akhlaq, dan kemandirian anak.

Program Rutin Harian :
1. Ajaklah anak sholat setiap saat
2. Membacakan surat surat pendek baik menjelang tidur ataupun pada saat aktivitas lain.
3. Ajaklah anak berwudhu menjelang sholat
4. Biasakan anak membaca basmalah dan hamdalah
5. Biasakan membaca buku minimal 4 – 5 buku sehari atau mengenal benda/kosakata baru melalui flash card atau buku.
6. Melakukan aktivitas coret mencoret(menggambar, mewarnai, bermain puzzle, lego)
7. Olahraga (lari, bermain panjat memanjat, atau main bola)
8. Melatih kebiasaan ke toilet sendiri, melepas baju sendiri, dan selalu rapi
9. Mengajarkan berbagi mainan atau hal lain dengan temannya
10. Melatih mengucapkan ungkapan terimakasih, maaf dsbnya

Program tematik dalam artikel tersebut dirancang untuk program aktivitas selama 7 pekan dan dirinci untuk setiap harinya. Program lebih lengkap dapat dipelajari langsung melalui link ke artikel Aneka Kegiatan Belajar Usia Balita (2-3 Tahun) ini.

berkreasi dengan balok4

Kreativitas, Klasifikasi, dan Tanggung Jawab dalam Permainan Edukasi Balok

Alhamdulillah, hari Jum’at datang lagi, dan anak-anak Al Mumtaz sekolah lagi. Ternyata banyak dari mereka yang merasa senang bersekolah, berkumpul bersama teman-teman, belajar bersama Ibu Guru, bermain dengan tema permainan edukatif, dan lain sebagainya. Ini menjadi nikmat tersendiri bagi para ibu yang anak-anaknya tergabung di PAUD Al Mumtaz, alhamdulillaah.

Seperti hari ini, walaupun cukup banyak anak yang tidak hadir karena sakit (empat orang), namun anak-anak yang hadir tetap bersemangat mengikuti kegiatan bermain dan belajar.

Kegiatan pembukaan diawali dengan permainan melempar bola ke dalam wadah. Ibu Guru menyediakan dua buah wadah berisi gelas air mineral kosong. Di wadah pertama diletakkan tiga buah gelas kosong, dan wadah kedua diletakkan lima buah gelas kosong. Di sini anak-anak belajar menentukan mana yang banyak dan mana yang sedikit dengan cara melempar bola biru ke wadah yang isi gelasnya sedikit, dan melempar bola merah ke wadah yang isi gelasnya lebih banyak.

Pengenalan Definisi Banyak dan Sedikit pada Anak
Pengenalan Definisi Banyak dan Sedikit pada Anak Usia Dini

Kegiatan selanjutnya adalah olahraga untuk melatih motorik halus anak. Dalam salah satu gerakan olahraga, anak-anak diminta berjinjit sambil melompat-lompat kecil serta berjalan sambil berjinjit.

Setelah itu, anak-anak diperbolehkan menikmati bekal yang mereka bawa. Kemudian anak-anak berkumpul kembali bersama Ibu Guru untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya mengenai ‘Siapa Rabb-mu, apa agamamu, dan siapa nabimu?’. Ibu Guru bersama anak-anak juga melakukan muroja’ah surah An Naas yang dilanjutkan dengan materi pengenalan lingkungan sekolah, fungsi sekolah. Ibu Guru tidak lupa juga menunjukkan gambar sekolah.

Rangkaian kegiatan selanjutnya adalah kegiatan inti, yakni menyusun bangun dari berbagai bentuk balok yang telah disediakan. Anak-anak diposisikan di alas duduk masing-masing, lalu mereka berkreasi membentuk bangunan yang memanjang atau yang tinggi. Selain itu, Ibu Guru juga meminta anak-anak membuat bangun sekolah karya mereka sendiri. Setelah selesai membentuk bangunan beraneka rupa, mereka diminta kembali mengelompokkan balok-balok ke dalam wadah, sesuai dengan bentuk masing-masing.

Siswa Al-Mumtaz Berkreasi dengan Balok
Siswa Al-Mumtaz Berkreasi dengan Balok

Demikianlah kegiatan PAUD Al Mumtaz hari ini. Kegiatan ditutup dengan mengingat kembali kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan, dan anak-anak membaca doa kafaratul majlis. Semoga anak-anak Al Mumtaz yang sedang sakit segera diasembuhkan oleh Allaah Ta’aalaa sehingga pekan depan bisa ikut bermain dan belajar kembali bersama Al Mumtaz.

Resume Kegiatan:

  1. Pembukaan, melempar bola ke dalam wadah (definisi banyak dan sedikit), olahraga (motorik halus)
  2. Istirahat
  3. Ushuluts tsalatsah, muroja’ah surah An Naas
  4. Pengenalan lingkungan dan fungsi sekolah
  5. Kreasi balok
  6. Penutup

Foto-foto kegiatan hari ini selengkapnya dapat dilihat di Galeri Al-Mumtaz.

 

 

Memperkenalkan Masjid Pada Anak

Memperkenalkan Masjid Pada Anak Sejak Dini

Klasifikasi Benda Berdasar Tempat (Dok. Al-Mumtaz)
Klasifikasi Benda Berdasar Tempat (Dok. Al-Mumtaz)

Masjid merupakan tempat ibadah bagi umat muslim sedunia. Para lelaki dari umat Islam diwajibkan untuk menunaikan shalat wajib berjama’ah di masjid jika sudah menginjak usia baligh. Kebiasaan untuk mau ke masjid di setiap waktu shalat pada umumnya tidaklah muncul begitu saja, namun perlu dibiasakan sejak dini. Walaupun demikian, sebelum membawa anak ke masjid, anak perlu diajarkan terlebih dulu tentang adab-adab di dalam masjid. Hal ini penting, selain agar anak menjadi paham, juga untuk menghindari hal-hal negatif yang muncul sebagai reaksi dari masyarakat luas.

Sesi kelas kali ini bertujuan untuk memperkenalkan anak kepada masjid dan mengajarkan adab-adab di dalam masjid. Sebagai sambutan selamat datang, anak-anak diperlihatkan dua gambar besar yaitu gambar rumah dan gambar masjid. Anak-anak juga diperlihatkan potongan-potongan kertas bergambar benda-benda yang seharusnya ada di rumah dan di masjid. Setelah mengidentifikasi benda-benda dalam potongan-potongan kertas, anak-anak diminta untuk menempelkan benda-benda tersebut di tempat yang sesuai. Apakah benda tersebut seharusnya berada di rumah ataukah di masjid. Pengajar juga menjelaskan berbagai adab di dalam masjid.

Kegiatan dilanjutkan dengan olahraga. Pada mulanya, anak-anak terlihat enggan berolahraga. Namun setelah pengajar mengeluarkan kertas koran dan mengajak anak-anak untuk melompat melewati koran, anak-anak jadi sangat bersemangat dan tidak ingin berhenti. Sayangnya, olahraga akhirnya harus disudahi dan kegiatan beralih ke sesi berikutnya yaitu muroja’ah surah an-Naas. Subhanallah, pada kelas kali ini, beberapa anak mau mendemonstrasikan hafalan mereka di depan kelas atas kemauan sendiri. Baarakallahu fiikum. Diselingi dengan istirahat makan, kegiatan estafet pun dimulai antara lain klasifikasi huruf hijaiyah, maze sederhana, mewarnai gambar, dan puzzle sederhana.

1. Klasifikasi huruf hijaiyah

  • Persiapan: Buat bendera dari kertas dan sedotan. Tuliskan sebuah huruf hijaiyah pada bendera. Siapkan pula botol-botol dan tuliskan sebuah huruf hijaiyah di badan botol.
  • Aktivitas: Masukkan bendera ke botol dengan huruf hijaiyah yang sesuai.

Kegiatan Memasangkan Huruf Hijaiyah (Dok. Al-Mumtaz)
Kegiatan Memasangkan Huruf Hijaiyah (Dok. Al-Mumtaz)

2. Maze sederhana

  • Persiapan: cetak gambar rumah dan masjid di atas selembar kertas. Hubungkan rumah dan masjid dengan labirin (maze) sederhana.
  • Aktivitas: Minta anak menandai jalur yang benar yang menghubungkan rumah dengan masjid.

Labirin: Menandai Jalan yang Benar dari Rumah ke Masjid (Dok. Al-Mumtaz)
Labirin: Menandai Jalan yang Benar dari Rumah ke Masjid (Dok. Al-Mumtaz)

3. Mewarnai gambar

  • Persiapan: cetak gambar masjid di atas selembar kertas. Warnai setiap bagian masjid namun sisakan satu bagian tanpa diberi warna (misalnya kubah).
  • Aktivitas: Dorong anak untuk mewarnai bagian masjid yang belum diberi warna.

Seorang Siswa PAUD Al-Mumtaz Sedang Mewarnai Kubah Masjid (Dok. Al-Mumtaz)
Seorang Siswa PAUD Al-Mumtaz Sedang Mewarnai Kubah Masjid (Dok. Al-Mumtaz)

4. Puzzle sederhana

  • Persiapan: cetak sebuah gambar di atas selembar kertas (misalnya gambar orang sedang takbiratul ikhram, tanpa wajah). Tempelkan gambar di kardus agar tidak mudah robek lalu potong menjadi tiga bagian dan diacak.
  • Aktivitas: Arahkan anak untuk menyusun puzzle agar membentuk gambar yang benar.

Puzzle Sederhana untuk Anak Usia Dini (Dok. Al-Mumtaz)
Puzzle Sederhana untuk Anak Usia Dini (Dok. Al-Mumtaz)

Resume kegiatan:

  1. Pembukaan, pengenalan masjid, klasifikasi benda sesuai tempat keberadaan.
  2. Muroja’ah surah an-Naas.
  3. Olahraga.
  4. Istirahat makan
  5. Estafet: klasifikasi huruf hijaiyah, maze sederhana, mewarnai gambar, puzzle sederhana.
  6. Penutup.

Foto-foto kegiatan hari ini juga dapat dilihat di Galeri PAUD Al-Mumtaz.

Bis yang Dibuat dari Kotak Bekas Susu (Dok. Kirana)

Kreasi Mengolah Barang Bekas

Barang bekas di rumah banyak yang bisa dimanfaatkan sebagai media stimulasi kreativitas dan tumbuh kembang anak. Mengadopsi acara Art Attack, saya sangat terbantu dengan ramuan Art Attack yang akan membuat kreasi barang bekas menjadi lebih keras sehingga awet dan juga mudah dihias menggunakan cat. Ramuan Art Attack merupakan campuran lem PVAC (misalnya merk FOX ) dan air dengan perbandingan satu banding satu.

Bis yang Dibuat dari Kotak Bekas Susu (Dok. Kirana)
Bis yang Dibuat dari Kotak Bekas Susu (Dok. Kirana – Al-Mumtaz)

 

Untuk memanfaatkannya, mula-mula kita buat kreasi yang diinginkan menggunakan barang-barang bekas seperta kardus, karton makanan, botol plastik, dan sebagainya. Selanjutnya, oleskan ramuan ke seluruh bagian produk kreasi kita dan tempelkan potongan-potongan kertas koran hingga produk tertutup seluruhnya. Lapisan koran berfungsi sebagai media agar produk bisa dicat. Setelah seluruh permukaan produk terbalut kertas koran, oleskan lagi ramuan Art Attack di seluruh permukaan koran pelapis sebagai media pengeras. Semakin tebal dan pekat lapisan lem yang dioleskan, akan semakin keras pula hasilnya. Selanjutnya, jemur hasil kreasi hingga kering. Untuk hasil terbaik, keringkan hasta karya di bawah sinar matahari. Setelah kering, hasil kreativitas anak telah menjadi lebih keras dan semakin kuat. Kreasi tersebut  juga sudah available untuk dicat sesuai selera.

Dengan cara di atas, berbagai imajinasi kreatif dapat diwujudkan menggunakan benda-benda di sekitar kita. Selain ramuan Art Attack, saya juga sangan engapresiasi penggunaan kertas koran yang menggantikan tissue pada acara Art Attack tempo dulu. Substitusi ini membuat kreasi kita menjadi lebih ramah lingkungan dan merupakan langkah konkret dalam menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle. Adapun sebagai inspirasi kreasi memanfaatkan barang bekas, Anda bisa langsung mengunjungi situs Art Attack.