Tag Archives: mengantre

Yuk, Ajak Anak Main Keluar Rumah!

Para ibu rumah tangga, terutama yang tidak memiliki asisten rumah tangga alias pembanntu, seringkali malas mengajak anak bermain keluar rumah. Berjuta alasan bisa muncul dan mencegah keinginan untuk keluar rumah. Padahal, Ibu Riva Nerindra (Kepala SDIT Nailufar Jakarta Timur) dalam mini seminarnya di Komupedia berkali-kali menekankan bahwa mengajak anak bermain keluar rumah itu penting.

Menurut Vemale, bermain di luar memberikan manfaat bagi anak seperti mempertajam kemampuan visual, meningkatkan kemampuan sosial, meningkatkan fokus, mengurangi stress, dan mencegah defisiensi vitamin D. Perlu kita ketahui bahwa banyak makanan-makanan yang disinyalir mengandung vitamin D sebenarnya bukan benar-benar mengandung vitamin D. Makanan-makanan tersebut sebenarnya hanya mengandung provitamin D, di mana ia perlu diaktivasi terlebih dulu agar dapat menjadi vitamin D yang bermanfaat bagi tubuh. Nah, sinar matahari pagi yang kita peroleh di luar rumah dapat membantu proses aktivasi ini tanpa membakar kulit.

Hampir setiap hari saya menemani anak-anak (3 tahun dan 7 bulan) bermain ke taman umum di daerah kami. Lalu apa saja yang kami lakukan di sana? Hal-hal berikut ini adalah yang biasa kami lakukan di taman tersebut:

1. Berjalan-jalan mengelilingi taman

Untuk mencapai taman, kami harus berjalan dari rumah. Jalanan dari rumah menuju taman kebetulan menanjak. Selain melatih fisik, aktivitas ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan dzikir yang disunnahkan ketika melalui jalan menanjak yaitu “Allahu akbar.” Perjalanan ini juga merupakan kesempatan bagus untuk memperkenalkan nama-nama tetangga yang rumahnya kami lewati.

2. Bermain bola

Anak-anak selalu tertarik dengan bola. Oleh karenanya, bola menjadi benda yang wajib kami bawa dari rumah. Di taman, saya bisa bermain bola bersama si sulung (3 tahun) sementara adiknya (7 bulan) bisa menonton atau memainkan sendiri mainan yang dibawa dari rumah.

Bola favorit milik si sulung via lazada co.id
Bola favorit milik si sulung via lazada co.id

3. Menyebutkan nama-nama benda di taman dan sekitarnya

Jika keadaan taman cukup ramai, artinya ada banyak anak-anak yang juga mengunjungi taman, saya mempersilahkan anak sulung saya untuk bermain bersama teman-teman sebayanya. Sementara itu, saya bisa mengobrol dengan adiknya (7 bulan) dengan memperkenalkan benda-benda yang terlihat di taman.

4. Memainkan permainan yang ada di taman

Di taman dekat rumah kami, ada beberapa alat permainan yang memang disediakan untuk umum seperti perosotan, ayunan, bola dunia, dan korsel sederhana (apa ya namanya yang benar? Maksud saya adalah alat permainan di mana anak duduk mengelilingi sebuah poros lalu mendorong poros tersebut agar alat permainan ini berputar mengelilingi poros). Kadangkala anak saya ikut bermain menggunakan alat-alat tersebut. Alat-alat permainan tersebut dapat bermanfaat untuk melatih motorik anak. Selain itu, dengan memainkan alat-alat tersebut bersama pengunjung lain, anak-anak belajar untuk mengantri, menunggu, dan bersosialisasi.

Taman Bermain via villaratu.com
Taman Bermain via villaratu.com

5. Melakukan hobi

Ketika anak sulung saya asyik bermain dengan teman-teman sebaya sementara adiknya tidur di kereta dorong, saya bisa memanfaatkan waktu ini untuk melakukan hobi saya yaitu membaca. Jika Anda tidak suka membaca, Anda bisa memanfaatkannya untuk kegiatan lain seperti merajut, menjahit, bersosialisasi dengan orang lain, atau sekadar berjalan-jalan dan berolahraga di taman.

6. Memanjat/menuruni tanggul

Nah, ini yang paling asyik. Posisi taman yamg sering kami kunjungi cukup tinggi di atas jalan. Ketika tiba saatnya pulang, menuruni taman dengan merayap di tanggul menjadi tantangan yang melatih kemampuan motorik anak dan juga memicu adrenalinnya.

Asyiknya memanjat naik taman
Asyiknya memanjat naik taman

Bagaimana dengan ibu-ibu di rumah? Apa yang biasa dilakukan ketika mengjak anak bermain di luar? Yuk, kita berbagi!

berkreasi dengan balok4

Klasifikasi Bentuk dan Bilangan

Melatih ketrampilan klasifikasi benda dan bilangan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dua aktivitas berikut ini bisa menjadi pilihan untuk para orang tua. Anak dapat sekaligus mengenal warna, bentuk.serta mengasah kreativitas.

Aktivitas 1

Bahan:

  • Papan Congklak
  • Kertas

Pelaksanaan:

  • Cetak bangun datar dengan jumlah yang berbeda-beda pada kertas, lalu buat duplikatnya.
  • Kumpulkan gambar duplikatnya di satu tempat, sebarkan gambar cetakan yang lain di lubang-lubang papan congklak
  • Anak-anak diminta untuk memasukkan gambar-gambar duplikat ke gambar cetak yang sama di lubang-lubang papan coklak
  • Ajak anak berkomunikasi untuk mengenalkan nama bangun (2 dimensi) yang tergambar, warna, serta banyaknya gambar yang tercetak.

klasifikasi bilangan

Aktivitas 2

Bahan:

  • Balok-balok mainan
  • Wadah sebanyak jenis bentuk balok-balok mainan
  • Piring/nampan sebanyak anak yang turut bermain

Pelaksanaan:klasifikasi bentuk

  • Kelompokkan balok-balok sesuai bentuknya. Masukkan balok-balok dengan bentuk yang sama ke dalam satu wadah
  • Beri anak piring/nampan. Ajak anak mengambil balok-balok dari wadah sesuai keinginannya
  • Biarkan anak berkreasi dengan balok-balok yang diambil
  • Apabila anak telah selesai berkreasi dengan balok, arahkan untuk mengembalikan balok-balok tadi ke wadah yang sesuai.
  • Ajak anak berkomunikasi untuk memahami imajinasi anak pada kreasinya, memperkenalkan bangun 3 dimensi, serta warna.

Resume Kegiatan 24 April 2014:

  1. Brain storming (klasifikasi bilangan dengan kertas dan papan congklak)
  2. Pembukaan
  3. Pembacaan buku, memperkenalkan anggota keluarga
  4. Istirahat
  5. Bermain balok
  6. Muraja’ah: surat an-Naas, doa akan tidur
  7. Menyimpulkan kegiatan
  8. Penutup dengan doa kafaratul majelis

Faedah:

  1. Stimulasi logika/nalar anak (otak kiri)
  2. Stimulasi kreativitas anak (otak kanan)
  3. Memperkenalkan anggota keluarga
  4. Mengenal warna, bentuk, dan bilangan
  5. Belajar tertib, mengantre, adab

Klik di sini untuk melihat foto selengkapnya dari kegiatan hari ini.

lokasi paud hari ini

Bermain Peran Sambil Belajar

Miniatur Rumah untuk Bermain Peran
Miniatur Rumah untuk Bermain Peran

Agenda utama hari ini adalah mengajak anak bermain peran sambil memperkenalkan berbagai tugas di dalam rumah tangga. Sebelum menuju ke agenda utama, anak-anak distimulasi sedikit untuk merangsang mood mereka. Begitu masuk kelas, kegiatan diawali kegiatan mencocokkan kain flanel. Anak-anak diminta meletakkan potongan-potongan kain flanel di piring-piring sesuai warna yang sama. Usai kegiatan ini, anak-anak telah siap melakukan kegiatan inti.

makan bersama
Anak-Anak ‘Makan’ Bersama dengan ‘Masakan’ yang Dibuat Sendiri dalam Simulasi Bermain Peran

Pertama kali, kegiatan dibuka dengan muraja’ah surah al-Fatihah. Selanjutnya, anak-anak diperkenalkan dengan konsep keluarga dengan menyebutkan anggota keluarga masing-masing. Kemudian mereka diajak ke sebuah kamar yang telah disusun sedemikian rupa menyerupai miniatur rumah seutuhnya. Ruangan disekat-sekat dan ditata membentuk ruang-ruang seperti dapur, ruang makan, kamar tidur, ruang kerja, dan paturasan. Anak melakukan aktivitas sehari-hari dalam rumah tangga. Dalam aktivitas-aktivitas tadi, tak  lupa anak-anak diajak berdoa sesuai dengan aktivitas yang dilakukan. Misalnya doa akan tidur, doa bangun tidur, doa sebelum makan, serta doa masuk dan keluar kamar mandi. Kegiatan diakhiri dengan merapikan peralatan-peralatan yang digunakan dalam simulasi serta membuang sampah-sampah yang dihasilkan selama simulasi.

Usai membaca doa kafaratul majelis, peserta PAUD hari ini memperoleh kejutan dari tuan rumah dengan mini games serta sajian-sajian istimewa. Setiap anak diminta mengambil stick kertas warna untuk ditukarkan dengan balon dan hadiah dengan warna yang sama.

Resume kegiatan:
1. Brain storming dengan mencocokkan kain flanel
2. Pembukaan, muraja’ah, mengenal konsep keluarga
3. Simulasi bermain peran
4. Menyimpulkan kegiatan hari ini, penutup
5. Hadiah dan kejutan dari tuan rumah

Faedah:
1. Mengenal warna dan klasifikasi benda berdasar warna
2. Memahami konsep keluarga dan dapat menyebutkan anggota keluarga masing-masing
3. Memahami tugas-tugas dan aktivitas dalam rumah tangga
4. Bersosialisasi dengan teman sebaya, berbagi, mengantri
5. Muraja’ah doa sehari-hari

Foto-foto properti dan kegiatan hari ini dapat dilihat dengan klik di sini (geser ke kiri/kanan untuk melihat gambar-gambar yang ada)

bowling

Siapa Tertib, Dia Lebih Dulu

Kegiatan dimulai on time pukul 9.30 WIB. Untuk brain storming, anak-anak diajak mengenal warna dengan menyebutkan warna baju sendiri dan teman-teman. Dalam kegiatan ini, anak juga belajar mengenal nama teman-temannya. Tutor kemudian membagikan gelas kepada seluruh anak. Anak-anak diminta memasukkan bola ke dalam gelas sejumlah angka yang tertulis di gelas. Kegiatan ini memadukan nalar anak dengan kemampuan motorik. Kegiatan dilanjutkan dengan acara makan bersama, menikmati makanan yang sudah dibawa dan dikumpulkan sebelumnya (potluck). Tidak lupa mencuci tangan dan berdoa sebelum makan ya!

Puas menikmati potluck, anak-anak diminta berbaris dengan tertib. Tutor memilih anak yang dinilai paling tertib untuk memilih simulasi yang ingin dikerjakan terlebih dulu. Anak juga dipersilahkan memilih satu orang teman untuk bersama-sama melakukan simulasi.Kegiatan PAUD hari ini memang menggunakan konsep simulasi estafet sebagaimana pekan lalu. Estafet hari ini terdiri atas tiga kegiatan, yaitu bowling, mobil-mobilan dalam terowongan, serta berkarya menggunakan stempel huruf.

karya-karya anak

1. Bowling

Anak dipersilahkan menggelindingkan bola ke arah pin-pin plastik. Ketika pin-pin plastik telah berjatuhan, anak harus merapikan dulu sebelum bermain lagi atau beralih ke simulasi yang lain.

2. Mobil dan Terowongan

Anak menjalankan mobil-mobilan melewati beberapa terowongan warna-warni. Di samping memahami konsep gerak menggelinding, anak juga belajar mengenal warna, berhitung, dan mengenali simbol angka yang ditempel di badan terowongan.

3. Kreasi Stempel Huruf

Huruf-huruf plastik dicelupkan ke homemade paint color lalu dicetak di atas kertas putih sesuai kreasi anak. Karya anak kemudian digantung di tali menggunakan penjepit.

Kegiatan diakhiri dengan setiap anak membantu merapikan peralatan simulasi, menyimpulkan kegiatan PAUD hari ini, serta ditutup dengan doa kafaratul majelis.

Resume Kegiatan:

  1. Pembukaan, brain storming
  2. Potluck
  3. Estafet, merapikan peralatan
  4. Menyimpulkan kegiatan, penutup

Faedah:

  1. Menyeimbangkan stimulasi otak kanan dan kiri
  2. Melatih motorik kasar dan halus anak
  3. Belajar memilih rekan dan mengantre
  4. Mengenal warna dan angka
  5. Berlatih bertanggung jawab dengan merapikan peralatan yang telah digunakan

Foto-foto kegiatan hari ini dapat dilihat dengan klik di sini.

homemade paint color

Pilih Aktivitas Sesuai Minat

Kegiatan PAUD al-Mumtaz hari ini sangat seru karena anak-anak dibebaskan memilih simulasi-simulasi yang disediakan sesuai minat masing-masing. Simulasi hari ini dibuat dalam model estafet di mana anak dapat berkeliling dan memilih simulasi yang ia suka terlebih dulu. Yang lebih seru lagi hari ini, peran tutor rolling dari orang tua murid mulai dilaksanakan.

Begitu kegiatan dibuka, setiap anak memperoleh selembar kertas HVS. Selanjutnya anak-anak dipersilahkan berkreasi menggunakan homemade paint colors dengan jari-jari mereka, membuat finger paint di kertas masing-masing. Kemudian kegiatan diselingi dengan brain storming dan istirahat. Dalam sesi brain storming, anak-anak diajak menunjukkan anggota badan masing-masing sesuai instruksi dari tutor. Tutor yang interaktif berhasil menarik perhatian anak untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang diharapkan.

Berikutnya, masuklah kita ke agenda utama yaitu estafet simulasi. Setiap anak dipersilahkan memilih simulasi yang ingin dimainkan terlebih dulu. Simulasi-simulasi yang disediakan antara lain melukis dengan kuas dan homemade paint colors, memindahkan kacang ke mangkok menggunakan sendok, memasukkan air ke dalam botol menggunakan corong, serta mengaduk sabun menggunakan pengocok telur. Setiap simulasi tadi bermanfaat untuk melatih motorik kasar dan halus anak, serta stimulasi otak kanan atau kreativitas.

Resume kegiatan:

  1. Pembukaan
  2. Kreativitas anak menggunakan homemade paint colors
  3. Mengenal anggota tubuh
  4. Muraja’ah 
  5. Istirahat (makan bersama)
  6. Outdoor : melukis, memindahkan kacang menggunakan sendok, memasukkan air ke dalam botol, mengaduk sabun. Anak dipersilahkanmemilih sesuai minatnya.
  7. Penutup

Faedah:

  1. Stimulasi kreativitas anak (otak kanan)
  2. Mengenal anggota tubuh manusia
  3. Pengenalan gender
  4. Melatih motorik kasar dan halus
  5. Belajar membuat keputusan
  6. Mengetahui minat dan potensi diri
  7. Belajar mengantre