Tag Archives: motorik kasar

Berbagai Kreasi Seni untuk Anak

Kegiatan hari ini mengambil tema seni untuk anak. Pertama kali, ketika anak datang, anak dipersilakan mengambil plastisin yang telah disediakan oleh guru. Anak dibebaskan untuk berkreasi menggunakan plastisin.

Setelah semua anak tiba dan berkreasi menggunakan plastisin, guru mengajak anak-anak berolah raga. Kali ini, bola menjadi alat olah raga yang dipilih. Anak-anak diarahkan untuk melempar dan menangkap bola ke/dari teman yang ditunjuk oleh guru. Wah, seru ya! Selain mengolah motorik anak, kegiatan ini juga mengakrabkan setiap anak dan lebih mengenal nama-nama teman di sekolah.

Akhirnya, kelaspun dimulai dengan story telling tentang binatang. Menggunakan boneka tangan sebagai alat peraga, cerita tentang binatang pun terasa lebih hidup. Selanjutnya, setelah diselingi istirahat, kegiatan inti tentang seni pun dilaksanakan.

1. Jepit Pompom dan Melukis

  • Persiapan: jepitan jemuran, pompom, cat air, kertas
  • Aktivitas: dorong anak untuk mengambil pompom menggunakan jepitan jemuran untuk melatih motorik halus mereka. Selanjutnya, anak dipersilahkan mencelupkan pompom yang dijepit ke cat lalu mengoleskannya ke kertas membentuk gambar yang diinginkan.

IMG-20141121-WA0006

2. Lipat dan Gambar Simetris

  • Persiapan: cat air yang telah diencerkan, kuas, kertas
  • Aktivitas: arahkan anak untuk melipat kertas menjadi dua bagian. Selanjutnya, anak menggambar di separuh sisi kertas menggunakan cat dan kuas. Terakhir, lipat kembali kertas tersebut sehingga gambar anak akan tercetak di separuh sisi yang lain.

3. Pasang Sisik Ikan

  • Persiapan: siapkan lem dan gambar ikan yang telah dipotonh sesuai bentuknya. Siapkan pula potongan-potongan kecil berbentuk setengah lingkaran yang akan difungsikan sebagai sisik ikan.
  • Aktivitas: arahkan anak untuk menempelkan potongan-potongan sisik pada ikan.

IMG-20141121-WA0005

Resume:

  1. Welcoming: kreasi plastisin
  2. Olah raga: lempar tangkap bola
  3. Pembukaan: story telling, review ushuluts tsalatsah
  4. Istirahat
  5. Kegiatan inti
  6. Penutup

Foto-foto kegiatan hari ini dapat dilihat di Galeri PAUD Al-Mumtaz 21 November 2014.

10815999_885382541479942_260980111_n

Al-Mumtaz Goes to Universitas Indonesia

Alhamdulillah, setelah lama tak berkumpul dengan teman-teman al-Mumtaz karena sakit, admin dapat kembali bergabung dan beraktivitas bersama kembali. Yang seru dari kegiatan al-Mumtaz kali ini, kegiatan tidak dilakukan di basecamp melainkan di Boulevard Universitas Indonesia (UI)! Benar, peserta PAUD al-Mumtaz menyelenggarakan outing ke UI alias full aktivitas di luar ruangan. Senangnya, anak-anak pun lebih bersemangat dan mengikuti kegiatan dengan baik dari awal hingga akhir.

1. Letuskan balonnya!

Kegiatan diawali dengan cerita ibu guru tentang balon. Ada gambar balon warna-warni yang menjadi peraga awal kegiatan al-Mumtaz hari ini. Anak-anak belajar tentang warna dan angka dari cerita tersebut. Selanjutnya, ibu guru membagikan balon kepada setiap anak. Syaratnya, sebelum anak memperoleh balon, anak harus melompat beberapa kali. Pemanasan sekaligus melatih motorik anak, nih! Setelah memperoleh balon, anak dipersilahkan menusuk balon dengan tusuk sate sampai balon meletus. Bagaimana bunyinya? “Dor!” demikian anak-anak menirukan.

10816070_885382081479988_1862821108_n

2. Lomba lari dan pasangkan huruf

  • Persiapan: Siapkan botol-botol bertuliskan huruf jim, ha, dan kho (tiga botol untuk masing-masing huruf). Siapkan juga bendera bertuliskan huruf-huruf tersebut (tiga bendera untuk setiap huruf).
  • Aktivitas: Ajak tiga orang anak untuk setiap putaran lomba. Beri setiap anak bendera bertuliskan huruf jim, ha, dan kho. Arahkan anak-anak untuk berlari dan memasukkan bendera ke botol dengan huruf-huruf yang bersesuaian.

10815999_885382541479942_260980111_n

3. Pindahkan batu menggunakan sendok

  • Persiapan: Siapkan baskom, gelas plastik, sendok, dan batu-batu. Letakkan baskom dan gelas pada jarak tertentu (cukup jauh). Taruh batu-batu pada baskom.
  • Aktivitas: Tunjukkan pada anak cara mengambil batu menggunakan sendok dan berjalan ke arah gelas untuk meletakkan batu yang diambil. Semangati anak untuk mencoba sampai selesai.

pindah batu

4. Story telling kebun binatang

Aktivitas dilanjutkan dengan muroja’ah surah al-Falaq dan story telling tentang kebun binatang. Wah, ibu guru membawa buku cerita yang besar yang mengisahkan aktivitas para hewan di kebun binatang! Ada gajah, monyet, jerapah, kodok, singa, zebra, dan juga ular. Di sini anak-anak mengenal nama bermacam-macam hewan dengan perilakunya, suaranya, dan tentu saja rupanya.

Alhamdulillah, padat sekali ya aktivitas PAUD al-Mumtaz kali ini. Sekarang tiba waktunya beristirahat untuk menikmati bekal yang dibawa. Tak lupa anak-anak membaca doa sebelum makan. Anak-anak pun dipersilahkan makan dan juga bermain bebas hingga saatnya kembali berkumpul. Usai membaca doa setelah makan dan mereview kegiatan, kegiatan pun ditutup dengan membaca doa kafaratul majelis.

Resume:

  1. Pembukaan, melompat dan meletuskan balon
  2. Lomba lari, memasangkan huruf, dan memindahkan batu
  3. Muroja’ah dan story telling
  4. Istirahat
  5. Penutup: review dan doa kafaratul majelis

Foto-foto kegiatan ini dapat dilihat di Galeri PAUD Al-Mumtaz 15 November 2014.

Yuk, Ajak Anak Main Keluar Rumah!

Para ibu rumah tangga, terutama yang tidak memiliki asisten rumah tangga alias pembanntu, seringkali malas mengajak anak bermain keluar rumah. Berjuta alasan bisa muncul dan mencegah keinginan untuk keluar rumah. Padahal, Ibu Riva Nerindra (Kepala SDIT Nailufar Jakarta Timur) dalam mini seminarnya di Komupedia berkali-kali menekankan bahwa mengajak anak bermain keluar rumah itu penting.

Menurut Vemale, bermain di luar memberikan manfaat bagi anak seperti mempertajam kemampuan visual, meningkatkan kemampuan sosial, meningkatkan fokus, mengurangi stress, dan mencegah defisiensi vitamin D. Perlu kita ketahui bahwa banyak makanan-makanan yang disinyalir mengandung vitamin D sebenarnya bukan benar-benar mengandung vitamin D. Makanan-makanan tersebut sebenarnya hanya mengandung provitamin D, di mana ia perlu diaktivasi terlebih dulu agar dapat menjadi vitamin D yang bermanfaat bagi tubuh. Nah, sinar matahari pagi yang kita peroleh di luar rumah dapat membantu proses aktivasi ini tanpa membakar kulit.

Hampir setiap hari saya menemani anak-anak (3 tahun dan 7 bulan) bermain ke taman umum di daerah kami. Lalu apa saja yang kami lakukan di sana? Hal-hal berikut ini adalah yang biasa kami lakukan di taman tersebut:

1. Berjalan-jalan mengelilingi taman

Untuk mencapai taman, kami harus berjalan dari rumah. Jalanan dari rumah menuju taman kebetulan menanjak. Selain melatih fisik, aktivitas ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan dzikir yang disunnahkan ketika melalui jalan menanjak yaitu “Allahu akbar.” Perjalanan ini juga merupakan kesempatan bagus untuk memperkenalkan nama-nama tetangga yang rumahnya kami lewati.

2. Bermain bola

Anak-anak selalu tertarik dengan bola. Oleh karenanya, bola menjadi benda yang wajib kami bawa dari rumah. Di taman, saya bisa bermain bola bersama si sulung (3 tahun) sementara adiknya (7 bulan) bisa menonton atau memainkan sendiri mainan yang dibawa dari rumah.

Bola favorit milik si sulung via lazada co.id
Bola favorit milik si sulung via lazada co.id

3. Menyebutkan nama-nama benda di taman dan sekitarnya

Jika keadaan taman cukup ramai, artinya ada banyak anak-anak yang juga mengunjungi taman, saya mempersilahkan anak sulung saya untuk bermain bersama teman-teman sebayanya. Sementara itu, saya bisa mengobrol dengan adiknya (7 bulan) dengan memperkenalkan benda-benda yang terlihat di taman.

4. Memainkan permainan yang ada di taman

Di taman dekat rumah kami, ada beberapa alat permainan yang memang disediakan untuk umum seperti perosotan, ayunan, bola dunia, dan korsel sederhana (apa ya namanya yang benar? Maksud saya adalah alat permainan di mana anak duduk mengelilingi sebuah poros lalu mendorong poros tersebut agar alat permainan ini berputar mengelilingi poros). Kadangkala anak saya ikut bermain menggunakan alat-alat tersebut. Alat-alat permainan tersebut dapat bermanfaat untuk melatih motorik anak. Selain itu, dengan memainkan alat-alat tersebut bersama pengunjung lain, anak-anak belajar untuk mengantri, menunggu, dan bersosialisasi.

Taman Bermain via villaratu.com
Taman Bermain via villaratu.com

5. Melakukan hobi

Ketika anak sulung saya asyik bermain dengan teman-teman sebaya sementara adiknya tidur di kereta dorong, saya bisa memanfaatkan waktu ini untuk melakukan hobi saya yaitu membaca. Jika Anda tidak suka membaca, Anda bisa memanfaatkannya untuk kegiatan lain seperti merajut, menjahit, bersosialisasi dengan orang lain, atau sekadar berjalan-jalan dan berolahraga di taman.

6. Memanjat/menuruni tanggul

Nah, ini yang paling asyik. Posisi taman yamg sering kami kunjungi cukup tinggi di atas jalan. Ketika tiba saatnya pulang, menuruni taman dengan merayap di tanggul menjadi tantangan yang melatih kemampuan motorik anak dan juga memicu adrenalinnya.

Asyiknya memanjat naik taman
Asyiknya memanjat naik taman

Bagaimana dengan ibu-ibu di rumah? Apa yang biasa dilakukan ketika mengjak anak bermain di luar? Yuk, kita berbagi!

Perkenalkan Makanan Sehat Sejak Dini

Alhamdulillah, bertemu lagi di kelas stimulasi rutin al-Mumtaz. Kegiatan pagi ini dimulai dengan antusias. Setiap anak bersemangat mengikuti kegiatan pembuka, yaitu menulis huruf ‘b’ menggunakan jari yang dicelup ke cat (finger paint). Antusiasme positif ini terus berlanjut dengan kegiatan olahraga yang menarik, yaitu melompat dari/ke ketinggian tertentu untuk melatih kemampuan motorik kasar anak.

Selanjutnya, kelas al-Mumtaz dimulai dengan muroja’ah surah di al-Qur’an. Pada pertemuan-pertemuan yang lalu, para murid al-Mumtaz telah melakukan muroja’ah surah al-Fatihah dan an-Naas. Pada pertemuan kali ini, muroja’ah dilanjutkan ke surah baru, yaitu surah al-Falaq. Kelas kali ini juga diisi dengan story telling tentang sejarah kelahiran Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam.

Anak Melompat dari Ketinggian Tertentu (Dok. al-Mumtaz)
Anak Melompat dari Ketinggian Tertentu (Dok. al-Mumtaz)

Menuju aktivitas inti dari kegiatan hari ini yang bertema makanan, pengajar mengenalkan berbagai macam makanan dan minuman serta kegunaannya. Apa nama-nama makanan yang ditunjuk dalam gambar? Makanan yang bagaimanakah yang boleh atau tidak boleh dimakan?

Setelah diselingi dengan istirahat makan, di mana para murid juga semakin akrab dan bermain dengan serunya, aktivitas stimulasi bertema makanan kembali dilanjutkan. Terdapat tiga kegiatan stimulasi bertema makanan hari ini yang dilakukan oleh para murid al-Mumtaz, yaitu:

1. Sate Melon

  • Persiapan: Buah melon dipotong dadu, tusuk sate
  • Aktivitas: Ajak anak menusukkan beberapa potong melon ke tusuk sate
  • Manfaat: stimulasi motorik halus, mengenal makanan sehat (buah), warna, dan rasa

2. Stempel Sayur

  • Persiapan: Aneka sayur (dipotong dan dibentuk), cat air (homemade), kertas
  • Aktivitas: Ajak anak untuk membuat cap ke kertas menggunakan sayur yang telah dicelup ke cat seperti stempel
  • Manfaat: stimulasi kreativitas, mengenal makanan sehat (sayur) dan warna

3. Cooking Class

  • Persiapan: Adonan kue kering yang siap dibentuk (homemade), cetakan kue, loyang, margarin, tepung, dan oven
  • Aktivitas: Bagikan adonan secukupnya ke setiap anak. Ajak anak untuk membentuk kue kering sesuai kreativitas atau menggunakan cetakan. Selanjutnya, pengajar menyiapkan loyang yang telah dioles margarin dan tepung. Kemudian susun adonan-adonan yang telah dicetak untuk dipanggang.
  • Manfaat: stimulasi kreativitas, motorik kasar, motorik halus

Aktivitas yang menggunakan bahan-bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari ternyata membuat anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan hingga akhir. Para orang tua pun senang melihat aktivitas anak-anaknya dan semoga semakin terinspirasi untuk menciptakan berbagai kegiatan untuk anak sehari-hari.

Resume:

  1. Sambutan selamat datang: finger paint
  2. Olah raga: melompat dari/ke ketinggian tertentu
  3. Pembukaan: muroja’ah surah al-Falaq, mengenal makanan-minuman, sirah nabawiyah
  4. Istirahat
  5. Estafet: Menusukkan melon ke tusuk sate, membuat stempel dari sayur, mencetak adonan kue kering
  6. Penutup

Foto-foto kegiatan hari ini bisa dilihat di Galeri Al-Mumtaz.

Aktivitas Balita

Kurikulum Harian Pendidikan Anak

Situs pendidikan Media Pendidikan Alternatif merupakan sebuah situs yang menyajikan berbagai informasi yang dapat menginspirasi pembacanya. Dari cara membuat berbagai produk, informasi-informasi atas kaidah-kaidah syariat yang sering dialami seorang muslim, hingga tips dan sharing tentang mendidik anak. Yang lebih penting, semuanya dilandasi oleh dalil yang shahih yaitu tidak menyelisihi syariat Rasulullah Muhammad shalalllahu ‘alaihi wassalam.

 

Aktivitas Balita
Aktivitas Balita

Dalam hal mendidik anak, seringkali orang tua merasa bingung “Apa yang harus kulakukan pada anakku setiap hari untuk mendidik anakku?” Pergantian hari dapat menjadi momok bagi orang tua jika tidak memiliki rencana atas apa yang harus dilakukannya untuk mendidik anak. Situs Media Pendidikan Alternatif memberikan salah satu solusi atas masalah tersebut dengan berbagi kepada para orang tua, khususnya bagi mereka yang memiliki anak berusia 2-3 tahun. Melalui tulisannya yang bertajuk Aneka Kegiatan Belajar Usia Balita (2-3 tahun), situs ini memberikan alternatif kegiatan para balita per hari.

Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi program harian dan program tematik. Program harian berisi kegiatan-kegiatan yang harus terus dilakukan setiap hari untuk mencapai aspek-aspek tujuan pendidikan. Adapun program tematik merupakan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan sebagai sarana anak untuk memahami tema-tema tertentu. Seluruh kegiatan tersebut dirancang sebagai media pendidikan keimanan, intelektual, motorik, sosial/akhlaq, dan kemandirian anak.

Program Rutin Harian :
1. Ajaklah anak sholat setiap saat
2. Membacakan surat surat pendek baik menjelang tidur ataupun pada saat aktivitas lain.
3. Ajaklah anak berwudhu menjelang sholat
4. Biasakan anak membaca basmalah dan hamdalah
5. Biasakan membaca buku minimal 4 – 5 buku sehari atau mengenal benda/kosakata baru melalui flash card atau buku.
6. Melakukan aktivitas coret mencoret(menggambar, mewarnai, bermain puzzle, lego)
7. Olahraga (lari, bermain panjat memanjat, atau main bola)
8. Melatih kebiasaan ke toilet sendiri, melepas baju sendiri, dan selalu rapi
9. Mengajarkan berbagi mainan atau hal lain dengan temannya
10. Melatih mengucapkan ungkapan terimakasih, maaf dsbnya

Program tematik dalam artikel tersebut dirancang untuk program aktivitas selama 7 pekan dan dirinci untuk setiap harinya. Program lebih lengkap dapat dipelajari langsung melalui link ke artikel Aneka Kegiatan Belajar Usia Balita (2-3 Tahun) ini.

Memperkenalkan Ibadah Haji dan Qurban pada Anak

Pemberian pelajaran yang baik salah satunya adalah ketika pelajaran diberikan pada momen yang tepat. Bulan Dzulhijah merupakan momen yang baik untuk memperkenalkan berbagai amalan yang disyariatkan di bulan Dzulhijah, misalnya haji dan qurban. Pada kesempatan kali ini, tim Al-Mumtaz berinisiatif memperkenalkan ibadah haji dan qurban kepada para partisipan ciliknya disertai dengan praktik.

Diawali dengan kegiatan menyimak video tentang haji, para siswa memahami apa saja yang dilakukan ketika ibadah haji serta hal-hal yang diperbolehkan dan dilarang selama haji. Untuk mereview pemahaman tentang urutan ibadah haji, digunakan media “Hajj Sequence Card” yang berisi gambar-gambar urutan ibadah selama haji. Guru mengajak siswa menceritakan apa yang ada di dalam gambar.

Para siswa juga diajak untuk mempraktikkan ibadah haji seperti thawaf mengelilingi miniatur Ka’bah, sa’i, dan juga melempar jumrah. Shalat mengelilingi Ka’bah juga merupakan media untuk muroja’ah surah al-Fatihah. Untuk ibadah qurban, guru menceritakan kisah nabi Ibrahim dan memperkenalkan hewan-hewan yang bisa digunakan untuk berqurban.

Foto-foto kegiatan hari ini dapat dilihat di Galeri PAUD al-Mumtaz.

Hajj Sequence Card diambil dari Hajj Theme Pack di situs A Muslim Child is Born dan bisa di-download di sini.

Media Perkenalan Ibadah Haji untuk Anak

Bermain Sambil Mengenal Huruf dan Angka

Memperkenalkan angka untuk anak usia dini
Mengenal Angka dan Urutannya dengan Kartu Angka

Kelas rutin Al-Mumtaz selalu seru dan dinanti oleh murid dan orang tua murid. Bagi murid, Al-Mumtaz menjadi wadah sosialisasi dengan teman sebaya dan mengasah berbagai kemampuan. Bagi orang tua murid, kegiatan-kegiatan di Al-Mumtaz banyak menginspirasi bagaimana menjalani hari-hari bersama buah hati tercinta. Sharing pun sering dilakukan antar orang tua murid untuk saling melengkapi pengalaman dalam mendidik anak, terutama untuk anak-anak usia dini.

Kegiatan Al-Mumtaz (26/9) diawali dengan kegiatan melingkari huruf ‘a’ pada kertas. Dalam kegiatan ini, murid diberi selembar kertas bertuliskan huruf-huruf ‘a’, ‘b’, dan ‘c’ yang diacak. Di dalam kertas tersebut, telah diberi sebuah contoh berupa lingkaran merah yang melingkari sebuah huruf ‘a’. Murid diarahkan untuk dapat mengidentifikasi huruf ‘a’ yang lain di dalam kertas. Usai mengidentifikasi huruf ‘a’, seluruh murid diajak berolahraga dengan menendang serta lempar-tangkap bola. Kedua kegiatan ini merupakan kegiatan sambutan yang dilakukan sebagai pengantar agar anak siap mengikuti aktivitas kelas yang sesungguhnya. Setelah kedua kegiatan tersebut dilaksanakan, kelas pun dimulai dengan mereview kegiatan kelas di pekan sebelumnya. Selanjutnya, mengingat sekarang kita telah memasuki bulan Dzulhijah, maka saat ini menjadi  waktu yang tepat untuk memperkenalkan bulan Dzulhijah kepada para murid. Tutor menceritakan keutamaan bulan Dzulhijah beserta amalan-amalan di bulan tersebut seperti haji, qurban, dan Idul ‘Adha.

Setelah diselingi dengan istirahat, kelas dilanjutkan dengan berbagai aktivitas estafet di bawah ini (foto-foto bisa dilihat di Galeri PAUD al-Mumtaz):

1. Mengenal huruf ‘b’ dengan bola

  • Persiapan: Siapkan bola, tuliskan huruf ‘b’ di lantai, dan letakkan huruf/angka lain di dekatnya.
  • Aktivitas: Ajak anak untuk melempar bola mengenai huruf b
  • Manfaat: motorik kasar (melempar), koordinasi otak-mata-tangan, mengenal huruf.

2. Klasifikasi warna dengan ring dan stick

  • Persiapan: Siapkan ring aneka warna, lalu siapkan stick es krim yang ditancapkan di gabus.
  • Aktivitas: Masukkan beberapa ring ke setiap stick. Ajak anak untuk memasukkan ring yang lain di stick dengan warna ring yang sama.
  • Manfaat: mengenal warna, klasifikasi warna, motorik halus (memasukkan ring ke stick)

3. Berhitung dan mengenal angka menggunakan pompom

  • Persiapan: Siapkan wadah dan pompom aneka warna. Tuliskan sebuah angka pada wadah.
  • Aktivitas: Ajak anak memasukkan pompom ke dalam wadah sesuai angka yang terterta di wadahnya.
  • Manfaat: mengenal angka dan bilangan, mengenal warna, motorik kasar (meremas pompom, rabaan kasar/halus), motorik halus (memasukkan pompom ke wadah)

4. Menyusun kartu angka

  • Persiapan: Siapkan kartu-kartu bertuliskan angka.
  • Aktivitas: Ajak anak untuk mengurutkan kartu-kartu tersebut ke dalam urutan angka yang benar (beri contoh dulu).
  • Manfaat: mengenal angka dan urutannya, mengenal warna

5. Koran dan Latihan Koordinasi

  • Persiapan: Siapkan kertas koran dan wadah yang cukup lebar
  • Aktivitas: Ajak anak mengambil koran untuk diremas hingga membentuk bola-bola, lalu dorong anak untuk melemparkannya hingga masuk ke wadah
  • Manfaat: Motorik kasar (meremas, melempar), koordinasi otak-mata-motorik, motorik halus (memasukkan koran ke wadah)

Sebagaimana biasanya, para murid selalu diajak membantu membereskan alat-alat permainan sebelum kegiatan ditutup. Namun kegiatan hari ini istimewa karena partisipan tidak langsung pulang setelah kegiatan ditutup. Partisipan menyelenggarakan acara makan siang bersama di mana hidangannya dikumpulkan dengan sistem potluck oleh seluruh partisipan. Selama acara makan siang, para partisipan al-Mumtaz dapat saling berbagi pengalaman maupun hidangan. Dengan kegiatan semacam ini, ukhuwah antar partisipan diharapkan akan menjadi semakin solid.

Resume kegiatan:

  1. Welcoming: melingkari huruf ‘a’
  2. Olahraga
  3. Pembukaan, sirah nabawiyah
  4. Istirahat
  5. Estafet
  6. Penutup

 

Memperkenalkan Masjid Pada Anak

Memperkenalkan Masjid Pada Anak Sejak Dini

Klasifikasi Benda Berdasar Tempat (Dok. Al-Mumtaz)
Klasifikasi Benda Berdasar Tempat (Dok. Al-Mumtaz)

Masjid merupakan tempat ibadah bagi umat muslim sedunia. Para lelaki dari umat Islam diwajibkan untuk menunaikan shalat wajib berjama’ah di masjid jika sudah menginjak usia baligh. Kebiasaan untuk mau ke masjid di setiap waktu shalat pada umumnya tidaklah muncul begitu saja, namun perlu dibiasakan sejak dini. Walaupun demikian, sebelum membawa anak ke masjid, anak perlu diajarkan terlebih dulu tentang adab-adab di dalam masjid. Hal ini penting, selain agar anak menjadi paham, juga untuk menghindari hal-hal negatif yang muncul sebagai reaksi dari masyarakat luas.

Sesi kelas kali ini bertujuan untuk memperkenalkan anak kepada masjid dan mengajarkan adab-adab di dalam masjid. Sebagai sambutan selamat datang, anak-anak diperlihatkan dua gambar besar yaitu gambar rumah dan gambar masjid. Anak-anak juga diperlihatkan potongan-potongan kertas bergambar benda-benda yang seharusnya ada di rumah dan di masjid. Setelah mengidentifikasi benda-benda dalam potongan-potongan kertas, anak-anak diminta untuk menempelkan benda-benda tersebut di tempat yang sesuai. Apakah benda tersebut seharusnya berada di rumah ataukah di masjid. Pengajar juga menjelaskan berbagai adab di dalam masjid.

Kegiatan dilanjutkan dengan olahraga. Pada mulanya, anak-anak terlihat enggan berolahraga. Namun setelah pengajar mengeluarkan kertas koran dan mengajak anak-anak untuk melompat melewati koran, anak-anak jadi sangat bersemangat dan tidak ingin berhenti. Sayangnya, olahraga akhirnya harus disudahi dan kegiatan beralih ke sesi berikutnya yaitu muroja’ah surah an-Naas. Subhanallah, pada kelas kali ini, beberapa anak mau mendemonstrasikan hafalan mereka di depan kelas atas kemauan sendiri. Baarakallahu fiikum. Diselingi dengan istirahat makan, kegiatan estafet pun dimulai antara lain klasifikasi huruf hijaiyah, maze sederhana, mewarnai gambar, dan puzzle sederhana.

1. Klasifikasi huruf hijaiyah

  • Persiapan: Buat bendera dari kertas dan sedotan. Tuliskan sebuah huruf hijaiyah pada bendera. Siapkan pula botol-botol dan tuliskan sebuah huruf hijaiyah di badan botol.
  • Aktivitas: Masukkan bendera ke botol dengan huruf hijaiyah yang sesuai.

Kegiatan Memasangkan Huruf Hijaiyah (Dok. Al-Mumtaz)
Kegiatan Memasangkan Huruf Hijaiyah (Dok. Al-Mumtaz)

2. Maze sederhana

  • Persiapan: cetak gambar rumah dan masjid di atas selembar kertas. Hubungkan rumah dan masjid dengan labirin (maze) sederhana.
  • Aktivitas: Minta anak menandai jalur yang benar yang menghubungkan rumah dengan masjid.

Labirin: Menandai Jalan yang Benar dari Rumah ke Masjid (Dok. Al-Mumtaz)
Labirin: Menandai Jalan yang Benar dari Rumah ke Masjid (Dok. Al-Mumtaz)

3. Mewarnai gambar

  • Persiapan: cetak gambar masjid di atas selembar kertas. Warnai setiap bagian masjid namun sisakan satu bagian tanpa diberi warna (misalnya kubah).
  • Aktivitas: Dorong anak untuk mewarnai bagian masjid yang belum diberi warna.

Seorang Siswa PAUD Al-Mumtaz Sedang Mewarnai Kubah Masjid (Dok. Al-Mumtaz)
Seorang Siswa PAUD Al-Mumtaz Sedang Mewarnai Kubah Masjid (Dok. Al-Mumtaz)

4. Puzzle sederhana

  • Persiapan: cetak sebuah gambar di atas selembar kertas (misalnya gambar orang sedang takbiratul ikhram, tanpa wajah). Tempelkan gambar di kardus agar tidak mudah robek lalu potong menjadi tiga bagian dan diacak.
  • Aktivitas: Arahkan anak untuk menyusun puzzle agar membentuk gambar yang benar.

Puzzle Sederhana untuk Anak Usia Dini (Dok. Al-Mumtaz)
Puzzle Sederhana untuk Anak Usia Dini (Dok. Al-Mumtaz)

Resume kegiatan:

  1. Pembukaan, pengenalan masjid, klasifikasi benda sesuai tempat keberadaan.
  2. Muroja’ah surah an-Naas.
  3. Olahraga.
  4. Istirahat makan
  5. Estafet: klasifikasi huruf hijaiyah, maze sederhana, mewarnai gambar, puzzle sederhana.
  6. Penutup.

Foto-foto kegiatan hari ini juga dapat dilihat di Galeri PAUD Al-Mumtaz.

Sajak-Aqidah-Untuk-Anak

Ushuluts Tsalatsah untuk Anak Usia Dini

Sajak-Aqidah-Untuk-Anak Siswa-siswi Al-Mumtaz kembali berkumpul lagi hari ini (5/9) di Tanah Baru, Depok, dalam kelas stimulasi rutin. Begitu datang, setiap anak diberi selembar kertas, kuas, dan semangkuk cat buatan sendiri dan diarahkan untuk menggambar bentuk-bentuk dasar yaitu segitiga dan segiempat. Kedua bangun ini disusun membentuk sebuah rumah sebagaimana telah dipelajari pada pekan sebelumnya. Ketika seluruh siswa sudah datang dan telah mencoba kegiatan melukis rumah, para siswa diajak berolahraga bersama sambil tetap diajak mengenal bentuk. Di halaman luar kelas, terdapat gambar-gambar persegi panjang dan lingkaran yang dilukis menggunakan kapur. Di dalam bangun-bangun tersebut, tertulis angka-angka dasar untuk dikenali oleh anak. Usai berolahraga, para siswa kembali masuk ke dalam kelas dan mereview kembali bagian-bagian rumah bersama para pengajar. Di dalam kelas, pendidikan aqidah juga diajarkan. Para siswa diperkenalkan dengan ushuluts tsalatah menggunakan sajak:

Siapa Tuhanmu? Allah… (sambil mengacungkan satu jari)
Apa agamamu? Islam… (sambil mengacungkan dua jari)
Siapa nabimu? Muhammad… (sambil mengacungkan tiga jari)

Setelah diselingi dengan acara makan bersama, para siswa kembali diajak bermain mengenal warna dan bentuk. Menggunakan cat berwarna, para siswa bergantian melakukan aktivitas-aktivitas berikut:

1. Membuat cap menggunakan spons
Persiapan:Sediakan cat buatan sendiri, kertas, dan spons pencuci piring. Potong-potong spons pencuci piring kecil-kecil, kurang lebih berukuran 3 cm x 3 cm x 3 cm.
Aktivitas: Celupkan spons ke wadah cat dan tempelkan kebkertas seperti menggunakan stempel

stimulasi-stempel-spons
Stimulasi Anak : Membuat Cap di Atas Kertas Menggunakan Spons

2. Mewarnai huruf menggunakan cat buatan sendiri dan kuas
Persiapan: Cetak sebuah huruf di selembar kertas (with border, no fill). Selanjutnya, siapkan cat buatan sendiri dan kuas.
Aktivitas: Warnai huruf di kertas menggunakan cat dan kuas

Stimulasi Anak: Mewarnai Huruf Menggunakan Cat dan Kuas
Stimulasi Anak : Mewarnai Huruf Menggunakan Cat dan Kuas

3. Memasukkan biji jagung ke dalam botol menggunakan corong
Persiapan: Siapkan wadah berisi butiran-butiran jagung, botol, dan corong.
Aktivitas: Pasang corong di lubang botol lalu pindahkan butir-butir jagung ke dalam botol melewati corong.

Stimulasi Anak : Memasukkan Butiran Jagung ke Botol Melalui Corong
Stimulasi Anak : Memasukkan Butiran Jagung ke Botol Melalui Corong

4. Memasukkan air ke dalam wadah menggunakan sedotan
Persiapan: Siapkan sedotan, wadah kosong bertutup, dan wadah berisi air yang telah diberi warna.
Aktivitas: Pindahkan air ke dalam wadah kosong menggunakan sedotan. Setelah air dipindahkan, pasang tutup pada wadah. Selama aktivitas, tanyai anak apa warna air yang digunakan dan berapa jumlah wadah yang digunakan.

Stimulasi Anak : Memasukkan Air ke Dalam Wadah Menggunakan Sedotan
Stimulasi Anak : Memasukkan Air ke Dalam Wadah Menggunakan Sedotan

Usai mencoba seluruh kegiatan, seperti biasa, para siswa diajak merapikan kembali peralatan-peralatan stimulasi mereka. Selanjutnya siswa kembali masuk ke dalam kelas untuk muroja’ah dan membaca do’a penutup majelis.

Resume:

  1. Pembukaan, melukis rumah
  2. Olahraga sambil mengenal bentuk dan angka
  3. Mengenal bentuk, pendidikan aqidah
  4. Membuat cap dan mewarnai huruf
  5. Muroja’ah dan penutup

Foto-foto kegiatan hari ini juga dapat dilihat di Galeri PAUD Al-Mumtaz.

KPSP: Alat Pemantau Perkembangan Anak

sliding

Setiap orang tua tentu ingin buah hatinya tumbuh dengan sehat, normal, dan sesuai dengan perkembangan umurnya. Untuk itu, kita mengenal sebuah instrumen yang digunakan untuk mengetahui apakah perkembangan anak normal ataukah mengalami penyimpangan. Instrumen ini disebut sebagai Kuosioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP).

KPSP disediakan untuk memantau perkembangan anak dari usia 3 hingga 72 bulan. Di dalam kuosioner ini, terdapat berbagai pertanyaan yang harus dijawab oleh orang tua dengan jawaban YA atau TIDAK. Berdasarkan jawaban-jawaban tersebut, akan diperoleh skor KPSP yang akan menggolongkan anak ke dalam kategori SESUAI (S) ataukah MERAGUKAN (M). Selanjutnya, orang tua akan memperoleh saran tentang apa yang harus dilakukan sesuai dengan kategori hasil KPSP.

Untuk menguji perkembangan anak menggunakan KPSP, Anda dapat mengunjungi  Klinik Tumbuh Kembang Anak atau klik di sini. Selain KPSP, banyak hal yang dapat Anda temukan di Klinik Tumbuh Kembang Anak seputar masalah dan ilmu-ilmu tentang perkembangan anak. Sebagai orang tua yang peduli pada perkembangan anak, Klinik Tumbuh Kembang Anak adalah situs yang sangat patut untuk dikunjungi.