Tag Archives: otak kanan

Aktivitas Balita

Kurikulum Harian Pendidikan Anak

Situs pendidikan Media Pendidikan Alternatif merupakan sebuah situs yang menyajikan berbagai informasi yang dapat menginspirasi pembacanya. Dari cara membuat berbagai produk, informasi-informasi atas kaidah-kaidah syariat yang sering dialami seorang muslim, hingga tips dan sharing tentang mendidik anak. Yang lebih penting, semuanya dilandasi oleh dalil yang shahih yaitu tidak menyelisihi syariat Rasulullah Muhammad shalalllahu ‘alaihi wassalam.

 

Aktivitas Balita
Aktivitas Balita

Dalam hal mendidik anak, seringkali orang tua merasa bingung “Apa yang harus kulakukan pada anakku setiap hari untuk mendidik anakku?” Pergantian hari dapat menjadi momok bagi orang tua jika tidak memiliki rencana atas apa yang harus dilakukannya untuk mendidik anak. Situs Media Pendidikan Alternatif memberikan salah satu solusi atas masalah tersebut dengan berbagi kepada para orang tua, khususnya bagi mereka yang memiliki anak berusia 2-3 tahun. Melalui tulisannya yang bertajuk Aneka Kegiatan Belajar Usia Balita (2-3 tahun), situs ini memberikan alternatif kegiatan para balita per hari.

Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi program harian dan program tematik. Program harian berisi kegiatan-kegiatan yang harus terus dilakukan setiap hari untuk mencapai aspek-aspek tujuan pendidikan. Adapun program tematik merupakan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan sebagai sarana anak untuk memahami tema-tema tertentu. Seluruh kegiatan tersebut dirancang sebagai media pendidikan keimanan, intelektual, motorik, sosial/akhlaq, dan kemandirian anak.

Program Rutin Harian :
1. Ajaklah anak sholat setiap saat
2. Membacakan surat surat pendek baik menjelang tidur ataupun pada saat aktivitas lain.
3. Ajaklah anak berwudhu menjelang sholat
4. Biasakan anak membaca basmalah dan hamdalah
5. Biasakan membaca buku minimal 4 – 5 buku sehari atau mengenal benda/kosakata baru melalui flash card atau buku.
6. Melakukan aktivitas coret mencoret(menggambar, mewarnai, bermain puzzle, lego)
7. Olahraga (lari, bermain panjat memanjat, atau main bola)
8. Melatih kebiasaan ke toilet sendiri, melepas baju sendiri, dan selalu rapi
9. Mengajarkan berbagi mainan atau hal lain dengan temannya
10. Melatih mengucapkan ungkapan terimakasih, maaf dsbnya

Program tematik dalam artikel tersebut dirancang untuk program aktivitas selama 7 pekan dan dirinci untuk setiap harinya. Program lebih lengkap dapat dipelajari langsung melalui link ke artikel Aneka Kegiatan Belajar Usia Balita (2-3 Tahun) ini.

KPSP: Alat Pemantau Perkembangan Anak

sliding

Setiap orang tua tentu ingin buah hatinya tumbuh dengan sehat, normal, dan sesuai dengan perkembangan umurnya. Untuk itu, kita mengenal sebuah instrumen yang digunakan untuk mengetahui apakah perkembangan anak normal ataukah mengalami penyimpangan. Instrumen ini disebut sebagai Kuosioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP).

KPSP disediakan untuk memantau perkembangan anak dari usia 3 hingga 72 bulan. Di dalam kuosioner ini, terdapat berbagai pertanyaan yang harus dijawab oleh orang tua dengan jawaban YA atau TIDAK. Berdasarkan jawaban-jawaban tersebut, akan diperoleh skor KPSP yang akan menggolongkan anak ke dalam kategori SESUAI (S) ataukah MERAGUKAN (M). Selanjutnya, orang tua akan memperoleh saran tentang apa yang harus dilakukan sesuai dengan kategori hasil KPSP.

Untuk menguji perkembangan anak menggunakan KPSP, Anda dapat mengunjungi  Klinik Tumbuh Kembang Anak atau klik di sini. Selain KPSP, banyak hal yang dapat Anda temukan di Klinik Tumbuh Kembang Anak seputar masalah dan ilmu-ilmu tentang perkembangan anak. Sebagai orang tua yang peduli pada perkembangan anak, Klinik Tumbuh Kembang Anak adalah situs yang sangat patut untuk dikunjungi.

001-house-coloring-pages

Al-Mumtaz: Back to School!

Alhamdulillah pekan ini kegiatan Al-Mumtaz dimulai lagi. Hal yang baru kali ini di lembaga PAUD Al-Mumtaz yaitu kegiatan yang diselenggarakan di hari kerja, bukan akhir pekan seperti biasanya. Benar, mulai pekan ini, kegiatan Al-Mumtaz akan dilaksanakan pada  yaitu pada hari Jumat. Waktu masuk sekolahpun dimulai lebih awal yaitu pukul 8.30 dan berakhir pukul 10.30. Selain itu, lokasi aktivitas PAUD Al-Mumtaz kini menggunakan lokasi yang tetap. Adapun para orangtua masih diperkenankan melihat aktivitas anak tetapi tidak lagi diperbolehkan mendampingi anak lagi selama kegiatan berlansung. Siswa-siswi Al-Mumtaz mulai dilatih untuk benar-benar beraktivitas sendiri bersama orang-orang di luar keluarganya.

Sebagai brainstorming, siswa diperkenalkan dengan gambar rumah beserta bagian-bagiannya. Siswa juga diajak menyebutkan benda-benda yang biasanya ada di dalam rumah. Selanjutnya, siswa diberi selembar kertas dan potongan origami paper berbentuk segitiga dan persegi panjang. Siswa dipersilakan merekatkan kertas-kertas tersebut sehingga membentuk rumah.

membangun rumah
Menempel membangun rumah (Dok. Al-Mumtaz)

Setelah jeda istirahat makan, para siswa kembali diajak melakukan berbagai aktivitas yang menstimulasi kemampuan motorik halus dan kognitif mereka sesuai kelompok-kelompok umur. Aktivitas-aktivitas tersebut antara lain:

1. Membuat mozaik
Masih mengikuti tema rumah, para siswa diminta menempelkan serpihan-serpihan kertas berbentuk segitiga di atas gambar rumah membentuk suatu mozaik.

mozaik2
Mozaik karya murid-murid lembaga PAUD Al-Mumtaz (Dok. Al-Mumtaz)

2. Menjahit huruf
Sebuah karton berbentuk huruf diberi lubang-lubang di sepanjang bidangnya. Masukkan dan keluarkan tali melalui lubang-lubang tersebut seperti menjahit.

menjahit
Menjahit Huruf (Dok. Al-Mumtaz)

3. Mengenal angka dan warna
Sediakan kartu-kartu bertuliskan angka dan beberapa jepit jemuran. Ajak siswa menggantungkan kartu-kartu tersebut ke tali jemuran. Gunakan jepitan jemuran sejumlah angka yang tertera pada kartu. Ajak pula paa siswa untuk menyebutkan warna-warna pada angka serta jepitan jemuran.

menjemur kartu angka
Menjemur Kartu Angka

Resume:
1. Pembukaan dan Brainstorming
2. Muroja’ah surat al-Fatihah dan an-Naas
3. Istirahat
4. Mozaik, menjahit, menjemur
5. Penutup

Foto-foto selengkapnya dari kegiatan hari ini dapat dilihat di sini.

bricks

Ketika Orang Tua Sibuk

Setelah sebulan libur, kegiatan PAUD Al-Mumtaz akan segera dimulai lagi. Tapi sebelum itu, ada rapat orangtua murid dulu nih! Sementara para orangtua murid sedang rapat, apa yang dilakukan oleh anak-anak? Jelas anak-anak tidak dibiarkan begitu saja. Disediakan sarana-sarana permainan edukatif yang dapat dimainkan secara bebas oleh anak, antara lain:

1. Clay/Dough

Siapa tidak kenal dough? Anak-anak dapat berkreasi sesuai imajinasi mereka menggunakan dough. Tak perlu khawatir meninggalkan anak-anak bersama dough, apalagi jika menggunakan homemade dough yang dijamin aman untuk anak-anak. Klik di sini untuk mengetahui cara membuat dough sendiri. dough 2. Bricks
Bricks yang sering diidentikkan dengan LEGO  juga merupakan salah satu permainan edukatif favorit anak. Anak dipersilahkan mewujudkan imajinasi mereka menggunakan bricks atau berlatih mengelompokkan bricks ke dalam ember-ember sesuai warna. Untuk menambah tantangan, anak boleh mencoba memasukkan bricks ke dalam ember bukan langsung menggunakan tangan, melainkan menggunakan penjepit makanan. bricks

3. Huruf Hijaiyah

Anak-anak selalu tertarik dengan kegiatan menempel. Cetak sebuah huruf hijaiyah pada selembar kertas lalu tempelkan di dinding. Lakukan hal yang sama sehingga terdapat beberapa huruf hijaiyah di dinding. Cetak huruf-huruf hijaiyah dengan ukuran yang lebih kecil di kertas lalu potong-potong per huruf. Ajak anak untuk menempelkan potongan-potongan huruf hijaiyah ke ke dinding di kertas yang sesuai dengan hurufnya. 

huruf hijaiyah huruf hijaiyah2

Seru bukan? Para orangtua dapat tenang melaksanakan kegiatan sementara para anak asyik dengan aktivitas edukatif mereka sendiri.

doh

Membuat Clay Sendiri dari Bahan-Bahan di Dapur

doh

Siapa anak yang tidak suka bermain clay? Kalau zaman ibu-ibu murid Al-Mumtaz masih kecil, clay popular dijual di warung-warung dengan nama was/malam/lilin mainan. Teksturnya lunak, empuk, mudah dibentuk, dan aromanya tajam serta berminyak. Usai bermain was, biasanya tangan bau minyak tanah dan agak sulit dicuci sampai hilang baunya meski sudah pakai sabun. Kala itu, clay yang tidak berbau tajam dan memiliki perangkat cetakan macam-macam masih termasuk barang mewah yang mahal. Kalau sekarang, sudah banyak clay seperti itu dengan berbagai merk dan harga terjangkau. Sebutlah Play-Doh dan Fun-Doh.. Tapi daripada begitu, kenapa tidak bikin sendiri saja? Jauh lebih hemat lagi daripada harus beli, terjamin keamanannya untuk anak, non-toxic, serta dapat dibuat sebanyak mungkin dengan warna yang sesuai selera.

Di antara begitu banyak metode pembuatan homemade clay, kepala PAUD Al-Mumtaz merekomendasikan resep Kids Activities sebagai resep dengan hasil clay terbaik. Admin jadi tertarik untuk mencoba nih! Dengan sedikit modifikasi bahan dan cara pembuatan, admin akhirnya berhasil membuat clay yang baik dan cukup tahan lama. Ini dia resep clay a la admin Al-Mumtaz. Semua bahan-bahannya familiar di dapur para ibu di rumah.

Bahan-bahan:

  • 2 cangkir tepung (admin pakai tepung terigu)
  • 1/2 cangkir garam
  • 2 sdm soda kue (ini menggantikan cream of tartar pada resep asli)
  • 2 sdm minyak (admin pakai minyak goreng)
  • Air mendidih
  • Pewarna makanan (admin pakai 3 macam warna)

Cara membuat:

  1. Masukkan 1 cangkir tepung ke dalam mangkuk, campur dengan garam dan soda kue.
  2. Masukkan minyak, aduk-aduk sampai cairan tidak menggenang.
  3. Masukkan air mendidih secukupnya sampai adonan bisa diuleni.
  4. Uleni adonan sampai kalis, lalu bagi menjadi tiga bagian (atau sesuai selera).
  5. Teteskan pewarna makanan pada adonan-adonan yang telah dibagi.
  6. Uleni lagi setiap adonan dengan memanfaatkan sisa tepung sampai kalis. Apabila dirasa kurang kalis, bisa tambah tepung lagi. Apabila adonan terlalu kering, usap dengan tangan basah dan uleni lagi sampai kalis.
  7. Clay siap digunakan.

Tips penyimpanan:

  • Agar clay tahan lama dan tidak cepat kering, simpan dalam toples plastik kecil tertutup setelah selesai digunakan.
  • Apabila clay sudah mulai kering sehingga rapuh saat dibentuk, coba usap permukaan clay dengan air dan uleni lagi sampai kalis. Clay akan bisa berfungsi dengan baik lagi.

 

10478910_802520383099492_279061974_n

Membuat Seragam Sendiri

Serunya kegiatan PAUD al-Mumtaz kali ini karena anak-anak diajak untuk membuat seragamnya sendiri. Begitu tiba di lokasi PAUD, anak-anak langsung diberi kaos warna putih untuk dihias. Rencananya, ‘seragam’ ini akan dipakai ketika al-Mumtaz melaksanakan field trip. Insya Allah.

Untuk kegiatan ini, diperlukan bahan-bahan sebagai berikut:

  • Kaos katun polos
  • Spidol khusus kain aneka warna
  • Spray yang telah diisi alkohol

10417133_802518579766339_1195299623_n

Anak-anak menggambar di kaos, sesekali dibantu juga oleh ibu masing-masing yang setia memberikan semangat. Terkadang anak memang merasa lesu dan bosan dengan coret-coretan mereka sendiri. Untuk itulah, para ibu sesekali turun tangan memancing kembali semangat mereka dengan beberapa gambar seperti mobil, kereta, bunga, matahari atau nama anak-anak. Dengan demikian, mereka kembali terinspirasi dan bersemangat untuk menghias kembali kaos-kaos mereka. Setelah selesai dihias, anak-anak menyemprotkan alkohol pada kaos sehingga timbul efek bias pada warna-warna di kaos. Aktivitas menekan tuas spray ini juga bermanfaat untuk melemaskan otot-otot motorik halus anak.

Setelah istirahat makan, anak-anak berkumpul dengan duduk melingkar untuk bersiap menuju kegiatan inti. Pertama, anak-anak duduk melingkar dan diajak mengingat-ingat kembali tentang materi anggota keluarga, terutama tentang ibu dan peran ibu di rumah. Hal ini berkaitan dengan kegiatan inti yang memang merupakan simulasi dari kegiatan ibu di rumah, misalnya mencuci piring, menuang air ke dalam gelas dan menghidagkannya kepada tamu, dan membuat ‘kue’. Kegiatan ini seluruhnya memanfaatkan bahan-bahan alami yaitu air, daun-daunan, tepung, dan bunga. Seperti biasa anak-anak dibolehkan memilih kegiatan yang mereka inginkan terlebih dahulu, serta saling bergantian menjajal kegiatan lainnya.

1. Mencuci Piring

10472196_802520373099493_2055125336_n

  • Perlengkapan: piring plastik, baskom, sabun cuci piring dan spons.
  • Aktivitas: Anak-anak belajar mencuci piring. Mereka senang melihat busa yang keluar ketika memencet spon sehingga mereka terus menerus memencetnya. Kegiatan ini jelas menstimulasi saraf motorik halus anak.

2. Menuang Air

10488176_674297582649935_97145744630042924_n

  • Perlengkapan: botol bekas air mineral, tiga buah gelas
  • Aktivitas: Anak-anak belajar menuang air dari botol ke dalam gelas. Selanjutnya, anak diajak menghitung gelas dari gelas pertama hingga yang terakhir. Selain untuk belajar berhitung, kegiatan ini juga bermanfaat untuk melatih koordinasi mata dan tangan ketika menuang air.

3. Menghidangkan Minuman

  • Perlengkapan: gelas-gelas berisi air, nampan
  • Aktivitas: Letakkan gelas-gelas berisi air di atas nampan, lalu dorong anak untuk membawa nampan tersebut hingga ke ujung taman. Kegiatan ini dapat melatih keseimbangan anak.

4. Membuat ‘Kue’ dengan Playdough

10488977_802524339765763_1183941105_n

  • Perlengkapan: homemade playdough
  • Aktivitas: Anak-anak dipersilakan membuat kue masing-masing sesuai imajinasi menggunakan playdough. Kegiatan ini bermanfaat untuk melatih saraf motorik halus anak.

5. Kolase Kerudung Ibu

10477361_802524343099096_1330185738_n

  • Perlengkapan: kertas yang telah diberi gambar ‘ibu’, aneka daun, lem
  • Aktivitas: Anak diminta menghias gambar kerudung ‘ibu’ dengan daun-daun yang ditabur dan ditempel menggunakan lem. Selain untuk melatih motorik halus, kegiatan ini merupakan sebuah apresiasi rasa sayang ibu.

Alhamdulillah setiap anak antusias dan mau terlibat dalam setiap kegiatan. Setelah kegiatan inti selesai, anak-anak pun turut membantu membereskan seluruh peralatan bermain bersama. Selanjutnya, anak-anak berkumpul kembali untuk menyimpulkan kegiatan hari ini dengan mengingat semua permainan yang telah dilakukan. Kegiatan hari ini diakhiri dengan murajaah surat an-Naas dan al-Fatihah, lalu ditutup dengan doa penutup majelis.

Resume Kegiatan 14 Juni 2014:

  1. Menghias kaos untuk seragam
  2. Istirahat
  3. Perkenalan tugas ibu dalam keluarga
  4. Estafet kegiatan inti
  5. Menyimpulkan kegiatan
  6. Muraja’ah: surat an-Naas dan al-Fatihah
  7. Penutup dengan doa kafaratul majelis

Faedah:

  1. Memperkenalkan tugas anggota keluarga
  2. Mengenal bilangan
  3. Stimulasi motorik halus
  4. Mengasah kreativitas anak

Foto-foto kegiatan hari ini selengkapnya dapat dilihat di Galeri PAUD al-Mumtaz.

berkreasi dengan balok4

Klasifikasi Bentuk dan Bilangan

Melatih ketrampilan klasifikasi benda dan bilangan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dua aktivitas berikut ini bisa menjadi pilihan untuk para orang tua. Anak dapat sekaligus mengenal warna, bentuk.serta mengasah kreativitas.

Aktivitas 1

Bahan:

  • Papan Congklak
  • Kertas

Pelaksanaan:

  • Cetak bangun datar dengan jumlah yang berbeda-beda pada kertas, lalu buat duplikatnya.
  • Kumpulkan gambar duplikatnya di satu tempat, sebarkan gambar cetakan yang lain di lubang-lubang papan congklak
  • Anak-anak diminta untuk memasukkan gambar-gambar duplikat ke gambar cetak yang sama di lubang-lubang papan coklak
  • Ajak anak berkomunikasi untuk mengenalkan nama bangun (2 dimensi) yang tergambar, warna, serta banyaknya gambar yang tercetak.

klasifikasi bilangan

Aktivitas 2

Bahan:

  • Balok-balok mainan
  • Wadah sebanyak jenis bentuk balok-balok mainan
  • Piring/nampan sebanyak anak yang turut bermain

Pelaksanaan:klasifikasi bentuk

  • Kelompokkan balok-balok sesuai bentuknya. Masukkan balok-balok dengan bentuk yang sama ke dalam satu wadah
  • Beri anak piring/nampan. Ajak anak mengambil balok-balok dari wadah sesuai keinginannya
  • Biarkan anak berkreasi dengan balok-balok yang diambil
  • Apabila anak telah selesai berkreasi dengan balok, arahkan untuk mengembalikan balok-balok tadi ke wadah yang sesuai.
  • Ajak anak berkomunikasi untuk memahami imajinasi anak pada kreasinya, memperkenalkan bangun 3 dimensi, serta warna.

Resume Kegiatan 24 April 2014:

  1. Brain storming (klasifikasi bilangan dengan kertas dan papan congklak)
  2. Pembukaan
  3. Pembacaan buku, memperkenalkan anggota keluarga
  4. Istirahat
  5. Bermain balok
  6. Muraja’ah: surat an-Naas, doa akan tidur
  7. Menyimpulkan kegiatan
  8. Penutup dengan doa kafaratul majelis

Faedah:

  1. Stimulasi logika/nalar anak (otak kiri)
  2. Stimulasi kreativitas anak (otak kanan)
  3. Memperkenalkan anggota keluarga
  4. Mengenal warna, bentuk, dan bilangan
  5. Belajar tertib, mengantre, adab

Klik di sini untuk melihat foto selengkapnya dari kegiatan hari ini.

bowling

Siapa Tertib, Dia Lebih Dulu

Kegiatan dimulai on time pukul 9.30 WIB. Untuk brain storming, anak-anak diajak mengenal warna dengan menyebutkan warna baju sendiri dan teman-teman. Dalam kegiatan ini, anak juga belajar mengenal nama teman-temannya. Tutor kemudian membagikan gelas kepada seluruh anak. Anak-anak diminta memasukkan bola ke dalam gelas sejumlah angka yang tertulis di gelas. Kegiatan ini memadukan nalar anak dengan kemampuan motorik. Kegiatan dilanjutkan dengan acara makan bersama, menikmati makanan yang sudah dibawa dan dikumpulkan sebelumnya (potluck). Tidak lupa mencuci tangan dan berdoa sebelum makan ya!

Puas menikmati potluck, anak-anak diminta berbaris dengan tertib. Tutor memilih anak yang dinilai paling tertib untuk memilih simulasi yang ingin dikerjakan terlebih dulu. Anak juga dipersilahkan memilih satu orang teman untuk bersama-sama melakukan simulasi.Kegiatan PAUD hari ini memang menggunakan konsep simulasi estafet sebagaimana pekan lalu. Estafet hari ini terdiri atas tiga kegiatan, yaitu bowling, mobil-mobilan dalam terowongan, serta berkarya menggunakan stempel huruf.

karya-karya anak

1. Bowling

Anak dipersilahkan menggelindingkan bola ke arah pin-pin plastik. Ketika pin-pin plastik telah berjatuhan, anak harus merapikan dulu sebelum bermain lagi atau beralih ke simulasi yang lain.

2. Mobil dan Terowongan

Anak menjalankan mobil-mobilan melewati beberapa terowongan warna-warni. Di samping memahami konsep gerak menggelinding, anak juga belajar mengenal warna, berhitung, dan mengenali simbol angka yang ditempel di badan terowongan.

3. Kreasi Stempel Huruf

Huruf-huruf plastik dicelupkan ke homemade paint color lalu dicetak di atas kertas putih sesuai kreasi anak. Karya anak kemudian digantung di tali menggunakan penjepit.

Kegiatan diakhiri dengan setiap anak membantu merapikan peralatan simulasi, menyimpulkan kegiatan PAUD hari ini, serta ditutup dengan doa kafaratul majelis.

Resume Kegiatan:

  1. Pembukaan, brain storming
  2. Potluck
  3. Estafet, merapikan peralatan
  4. Menyimpulkan kegiatan, penutup

Faedah:

  1. Menyeimbangkan stimulasi otak kanan dan kiri
  2. Melatih motorik kasar dan halus anak
  3. Belajar memilih rekan dan mengantre
  4. Mengenal warna dan angka
  5. Berlatih bertanggung jawab dengan merapikan peralatan yang telah digunakan

Foto-foto kegiatan hari ini dapat dilihat dengan klik di sini.

homemade paint color

Pilih Aktivitas Sesuai Minat

Kegiatan PAUD al-Mumtaz hari ini sangat seru karena anak-anak dibebaskan memilih simulasi-simulasi yang disediakan sesuai minat masing-masing. Simulasi hari ini dibuat dalam model estafet di mana anak dapat berkeliling dan memilih simulasi yang ia suka terlebih dulu. Yang lebih seru lagi hari ini, peran tutor rolling dari orang tua murid mulai dilaksanakan.

Begitu kegiatan dibuka, setiap anak memperoleh selembar kertas HVS. Selanjutnya anak-anak dipersilahkan berkreasi menggunakan homemade paint colors dengan jari-jari mereka, membuat finger paint di kertas masing-masing. Kemudian kegiatan diselingi dengan brain storming dan istirahat. Dalam sesi brain storming, anak-anak diajak menunjukkan anggota badan masing-masing sesuai instruksi dari tutor. Tutor yang interaktif berhasil menarik perhatian anak untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang diharapkan.

Berikutnya, masuklah kita ke agenda utama yaitu estafet simulasi. Setiap anak dipersilahkan memilih simulasi yang ingin dimainkan terlebih dulu. Simulasi-simulasi yang disediakan antara lain melukis dengan kuas dan homemade paint colors, memindahkan kacang ke mangkok menggunakan sendok, memasukkan air ke dalam botol menggunakan corong, serta mengaduk sabun menggunakan pengocok telur. Setiap simulasi tadi bermanfaat untuk melatih motorik kasar dan halus anak, serta stimulasi otak kanan atau kreativitas.

Resume kegiatan:

  1. Pembukaan
  2. Kreativitas anak menggunakan homemade paint colors
  3. Mengenal anggota tubuh
  4. Muraja’ah 
  5. Istirahat (makan bersama)
  6. Outdoor : melukis, memindahkan kacang menggunakan sendok, memasukkan air ke dalam botol, mengaduk sabun. Anak dipersilahkanmemilih sesuai minatnya.
  7. Penutup

Faedah:

  1. Stimulasi kreativitas anak (otak kanan)
  2. Mengenal anggota tubuh manusia
  3. Pengenalan gender
  4. Melatih motorik kasar dan halus
  5. Belajar membuat keputusan
  6. Mengetahui minat dan potensi diri
  7. Belajar mengantre