Tag Archives: tanggung jawab

Informasi Itu Penting, Bahkan Bagi Anak Kecil

Pernah melihat anak kecil tidak mau masuk rumah ketika kita berkunjung di rumah saudara atau teman kita? Sebagai seorang Ibu, saya sering mengalaminya dulu pada anak pertama. Kadang hati jadi gemes, “Ini anak kenapa sih tidak mau masuk rumah?”.

Alhamdulillaah, ketika mulai rutin mengikuti seminar tentang pengasuhan anak, sedikit jadi lebih tahu bagaimana tahapan perkembangan anak. Kejadian seperti di atas mungkin bisa berbeda kasus dengan sebab yang berbeda pula, namun dalam tulisan ini saya mengulasnya terkait dengan pentingnya sebuah informasi.

Informasi sangatlah penting kita sampaikan kepada siapapun baik orang dewasa maupun anak kecil. Informasi meliputi seluruh hal tanpa kecuali. Yah, pernahkah kita membayangkan jika kita tiba-tiba dibawa oleh seseorang tanpa diberitahu terlebih dahulu mau dibawa kemana, mau ngapain di sana, dan ada siapa/apa saja di sana? Setibanya di tempat tujuan, mungkin respek kita berbeda sesuai persepsi kita karena tidak diinformasikan terlebih dahulu. Akibatnya, kita membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan tempat baru yang mungkin ada orang-orang baru atau bahkan ada hal-hal baru yang bisa jadi kita sukai atau justru sebaliknya.

Informasi semacam inilah yang harus kita sampaikan kepada anak jika kita akan melakukan sesuatu, pergi mengajak anak ke suatu tempat, di mana ada pihak-pihak lain yang terlibat di luar kita dan anak. Hal inilah yang disampaikan oleh seorang pemateri rutin dalam seminar pengasuhan anak yang saya ikuti setahun terakhir.

Saya mulai mempraktikannya pada anak kedua saya. Saya mencoba membiasakannya sejak berusia satu tahun.

Agar lebih mengena saya ingin menuliskan beberapa cerita bersama anak-anak saya berkaitan dengan informasi ini.

Duduk tenang selama 3,5 jam ikut seminar Umminya.

Yah, cerita ini adalah ketika Hanafi (anak kedua saya) berusia kurang lebih dua tahun. Di suatu akhir pekan, saya meminta izin pada suami untuk mengikuti sebuah seminar parenting (pengasuhan anak). Perjanjian dengan suami, saya akan membawa si kecil dan si kakak akan ikut abinya. Rencananya, seminar ini akan berlangsung dari jam 09.00 pagi sampai waktu Zuhur.

Nah, sebelumnya saya sudah mempelajari pentingnya informasi agar anak bisa diajak kerja sama dalam setiap lingkup kegiatan saya. Oleh karena itu, malam dan pagi sebelum berangkat, saya sampaikan kepada Hanafi ini bahwa besok dia akan ikut Umminya seminar.

“Hanafi besok ikut Ummi seminar ya, di rumahnya Fulan.”

“Hanafi mau bawa mainan apa?”

“Ayo kita masukkan mainan Hanafi ke dalam tas”

“Di sana nanti Ummi belajar, Hanafi bermain, tidak boleh berjalan-jalan. Duduk dan main ya, sama makan cemilan.”

Semua diiyakan oleh Hanafi. Paginya, saya ulangi informasi itu dengan diselingin pertanyaan boleh dan tidak boleh, serta kenapa.

“Hanafi nanti boleh ndak teriak-teriak?”

“Hanafi boleh tidak berlari-lari?”

Dan…., selama seminar berlangsung,  MaasyaAllaah… Hanafi duduk dengan tenang, main, makan cemilan, amazing. Ketika seminar sudah ditutup saya sampaikan ke Hanafi bahwa seminar sudah selesai, apa yang dilakukan Hanafi? Tiba-tiba dia berlari-lari di sekitar Umminya, Bagi saya itu sesuatu yang menakjubkan.

Sajak-Aqidah-Untuk-Anak

Ushuluts Tsalatsah untuk Anak Usia Dini

Sajak-Aqidah-Untuk-Anak Siswa-siswi Al-Mumtaz kembali berkumpul lagi hari ini (5/9) di Tanah Baru, Depok, dalam kelas stimulasi rutin. Begitu datang, setiap anak diberi selembar kertas, kuas, dan semangkuk cat buatan sendiri dan diarahkan untuk menggambar bentuk-bentuk dasar yaitu segitiga dan segiempat. Kedua bangun ini disusun membentuk sebuah rumah sebagaimana telah dipelajari pada pekan sebelumnya. Ketika seluruh siswa sudah datang dan telah mencoba kegiatan melukis rumah, para siswa diajak berolahraga bersama sambil tetap diajak mengenal bentuk. Di halaman luar kelas, terdapat gambar-gambar persegi panjang dan lingkaran yang dilukis menggunakan kapur. Di dalam bangun-bangun tersebut, tertulis angka-angka dasar untuk dikenali oleh anak. Usai berolahraga, para siswa kembali masuk ke dalam kelas dan mereview kembali bagian-bagian rumah bersama para pengajar. Di dalam kelas, pendidikan aqidah juga diajarkan. Para siswa diperkenalkan dengan ushuluts tsalatah menggunakan sajak:

Siapa Tuhanmu? Allah… (sambil mengacungkan satu jari)
Apa agamamu? Islam… (sambil mengacungkan dua jari)
Siapa nabimu? Muhammad… (sambil mengacungkan tiga jari)

Setelah diselingi dengan acara makan bersama, para siswa kembali diajak bermain mengenal warna dan bentuk. Menggunakan cat berwarna, para siswa bergantian melakukan aktivitas-aktivitas berikut:

1. Membuat cap menggunakan spons
Persiapan:Sediakan cat buatan sendiri, kertas, dan spons pencuci piring. Potong-potong spons pencuci piring kecil-kecil, kurang lebih berukuran 3 cm x 3 cm x 3 cm.
Aktivitas: Celupkan spons ke wadah cat dan tempelkan kebkertas seperti menggunakan stempel

stimulasi-stempel-spons
Stimulasi Anak : Membuat Cap di Atas Kertas Menggunakan Spons

2. Mewarnai huruf menggunakan cat buatan sendiri dan kuas
Persiapan: Cetak sebuah huruf di selembar kertas (with border, no fill). Selanjutnya, siapkan cat buatan sendiri dan kuas.
Aktivitas: Warnai huruf di kertas menggunakan cat dan kuas

Stimulasi Anak: Mewarnai Huruf Menggunakan Cat dan Kuas
Stimulasi Anak : Mewarnai Huruf Menggunakan Cat dan Kuas

3. Memasukkan biji jagung ke dalam botol menggunakan corong
Persiapan: Siapkan wadah berisi butiran-butiran jagung, botol, dan corong.
Aktivitas: Pasang corong di lubang botol lalu pindahkan butir-butir jagung ke dalam botol melewati corong.

Stimulasi Anak : Memasukkan Butiran Jagung ke Botol Melalui Corong
Stimulasi Anak : Memasukkan Butiran Jagung ke Botol Melalui Corong

4. Memasukkan air ke dalam wadah menggunakan sedotan
Persiapan: Siapkan sedotan, wadah kosong bertutup, dan wadah berisi air yang telah diberi warna.
Aktivitas: Pindahkan air ke dalam wadah kosong menggunakan sedotan. Setelah air dipindahkan, pasang tutup pada wadah. Selama aktivitas, tanyai anak apa warna air yang digunakan dan berapa jumlah wadah yang digunakan.

Stimulasi Anak : Memasukkan Air ke Dalam Wadah Menggunakan Sedotan
Stimulasi Anak : Memasukkan Air ke Dalam Wadah Menggunakan Sedotan

Usai mencoba seluruh kegiatan, seperti biasa, para siswa diajak merapikan kembali peralatan-peralatan stimulasi mereka. Selanjutnya siswa kembali masuk ke dalam kelas untuk muroja’ah dan membaca do’a penutup majelis.

Resume:

  1. Pembukaan, melukis rumah
  2. Olahraga sambil mengenal bentuk dan angka
  3. Mengenal bentuk, pendidikan aqidah
  4. Membuat cap dan mewarnai huruf
  5. Muroja’ah dan penutup

Foto-foto kegiatan hari ini juga dapat dilihat di Galeri PAUD Al-Mumtaz.

Ibu-Profesional_w (1)

Hei, Ini Aku: Ibu Profesional!

Ibu-Profesional_w (1)Judul Buku: Hei, Ini Aku: Ibu Profesional!

Penyusun: Institut Ibu Profesional

Penerbit: Leutika Prio

Cetakan, Tahun Terbit: I, Desember 2012

Tebal: 253 halaman + viii

 

 

 

Jika kamu marah, kamu masih minta maaf pada anak-anak. Jika kamu berteriak pada mereka, kamu masih bisa memeluk dan mencium mereka, sambil minta maaf. Apakah pembantu atau baby sitter bisa melakukan itu? (halaman 55-56).

Walaupun saya hidup serba kekurangan, namun bahagianya seorang anak yang diberikan cinta kasih tulus tak dapat tergantikan dengan materi. (halaman 60).

Hei, Ini Aku: Ibu Profesional! merupakan antologi tulisan pilihan dari para anggota Institut Ibu Profesional (IIP). Di dalamnya, terdapat tulisan-tulisan karya 24 ibu rumah tangga dan 1 orang ayah. Uniknya, seluruh proses pra produksi buku ini juga digarap sendiri oleh para kartini anggota IIP. Dari proses mengumpulkan tulisan, editing, hingga desain isi serta cover. Hebat ‘kan? Siapa bilang menjadi ibu rumah tangga berarti tidak bisa menyalurkan kompetensi di luar urusan rumah tangga?

Antologi ini dibagi ke dalam tiga bagian besar, yaitu Kepingan Pertama: Metamorfosis, Kepingan Kedua: Lensa, serta Kepingan Ketiga: Bisa!Kepingan pertama menceritakan kisah-kisah para ibu yang baru saja mengawali profesinya sebagai ibu rumah tangga. Baik karena mereka baru membentuk bahtera rumah tangga atau karena memutuskan resigndari pekerjaannya di kantor. Di sini akan tergambar beratnya menjadi seorang ibu rumah tangga, hal yang tidak pernah terbayangkan oleh mereka saat masih menjadi seorang wanita karir. Di tengah pergumulan mereka menghadapi kekacauan rumah tangga, pertemuan dengan IIP bagaikan menemukan oase di padang pasir.

Tidak semua ibu rumah tangga mengawali profesi ini dengan penuh kekacauan. Beberapa ibu telah memiliki kemampuan yang cukup stabil dan dapat menjalankan perannya dengan baik. Walaupun demikian, tetap saja mata mereka terbuka lebar ketika mengenal IIP. Berbagai wawasan, ide, dan kemampuan ter-upgrade secara signifikan sejak mengikuti perkuliahan di IIP. Terekam dalam kepingan kedua, mereka kini bukan lagi ibu rumah tangga biasa, namun telah mengepakkan sayapnya menjadi seorang ibu rumah tangga profesional yang membanggakan.

Lalu bisakah setiap wanita menjadi seorang ibu rumah tangga profesional? Tentu saja jawabnya, bisa! Inilah isi dari kepingan ketiga Hei, Ini Aku: Ibu Profesional!Para ibu di bagian ini menceritakan keberhasilan-keberhasilan yang pernah mereka capai menggunakan metode-metode yang dipelajari di IIP.

***

Buku ini merupakan pencerah yang ditunggu-tunggu oleh kaum wanita, khususnya para ibu rumah tangga. Wanita yang masih lajang akan dapat membaca kisah perjuangan dan karut marutnya emosi para ibu dalam mengukuhkan suatu bahtera rumah tangga agar dapat mewujudkan pepatah “Rumahku, Surgaku. Para wanita karir tidak akan lagi meremehkan profesi ibu rumah tangga. Para full-time motherpun tidak akan lagi minder dengan statusnya, bahkan akan semakin bersemangat untuk terus berkarya dan menjadi seorang ibu rumah tangga profesional.

Buku ini pun cocok dibaca oleh para ayah agar lebih menghargai ibu dan istrinya, menyadarkannya bahwa peran mereka begitu penting dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain itu, antologi ini dapat menginspirasinya untuk membawa keluarganya menjadi lebih baik sebagaimana yang dilakukan oleh Seno Pamungkas, sang ayah yang turut menulis antologi ini.

Banyak pelajaran dan inspirasi yang dapat diperoleh setelah membaca buku ini. Sebagai contoh, diterangkan secara detail bagaimana seorang ibu mendidik kemandirian anaknya menggunakan metode buku bintang (halaman 179-184). Sebuah metode yang tentu juga dapat diterapkan oleh para pembaca kepada keluarganya. Ada lagi bagaimana seorang ibu melakukan toilet trainingkepada anaknya (halaman 217-219), melatih anak-anak berpuasa Ramadhan dan ikhlas dalam beribadah (halaman 174-178), dan masih banyak kisah yang lain.

Walaupun ‘hanya’ ditulis oleh para ibu rumah tangga, namun intelektualitas dalam antologi ini tidak diragukan lagi. Selain karena tulisan-tulisan dalam buku ini merupakan tulisan-tulisan pilihan, intelektualitas tulisan yang cukup tinggi juga dipengaruhi oleh backgroundpara ibu ini sebelum beralih menjadi full-time mother.Background para ibu ini bukan background orang sembarangan. Dari insinyur, dokter, konsultan, dan masih banyak lagi.

Pada akhirnya, buku ini membuka mata dan pikiran kita betapa ibu rumah tangga merupakan profesi yang sangat mulia. Sebuah profesi yang harus dijalankan secara profesional layaknya profesi kantoran. Profesi dengan Surat Keputusan langsung dari Sang Maha Pencipta, dengan gaji yang diterima juga begitu mahal yaitu surga (insya Allah, syarat dan ketentuan berlaku). Masalah rezeki, sudah ada yang mengaturnya dan rezeki setiap orang tidak akan terlewat. Sebagaimana prinsip IIP, “Be professional, rejeki follows.

Disarikan dari: MJEDUCATION.COM

10478910_802520383099492_279061974_n

Membuat Seragam Sendiri

Serunya kegiatan PAUD al-Mumtaz kali ini karena anak-anak diajak untuk membuat seragamnya sendiri. Begitu tiba di lokasi PAUD, anak-anak langsung diberi kaos warna putih untuk dihias. Rencananya, ‘seragam’ ini akan dipakai ketika al-Mumtaz melaksanakan field trip. Insya Allah.

Untuk kegiatan ini, diperlukan bahan-bahan sebagai berikut:

  • Kaos katun polos
  • Spidol khusus kain aneka warna
  • Spray yang telah diisi alkohol

10417133_802518579766339_1195299623_n

Anak-anak menggambar di kaos, sesekali dibantu juga oleh ibu masing-masing yang setia memberikan semangat. Terkadang anak memang merasa lesu dan bosan dengan coret-coretan mereka sendiri. Untuk itulah, para ibu sesekali turun tangan memancing kembali semangat mereka dengan beberapa gambar seperti mobil, kereta, bunga, matahari atau nama anak-anak. Dengan demikian, mereka kembali terinspirasi dan bersemangat untuk menghias kembali kaos-kaos mereka. Setelah selesai dihias, anak-anak menyemprotkan alkohol pada kaos sehingga timbul efek bias pada warna-warna di kaos. Aktivitas menekan tuas spray ini juga bermanfaat untuk melemaskan otot-otot motorik halus anak.

Setelah istirahat makan, anak-anak berkumpul dengan duduk melingkar untuk bersiap menuju kegiatan inti. Pertama, anak-anak duduk melingkar dan diajak mengingat-ingat kembali tentang materi anggota keluarga, terutama tentang ibu dan peran ibu di rumah. Hal ini berkaitan dengan kegiatan inti yang memang merupakan simulasi dari kegiatan ibu di rumah, misalnya mencuci piring, menuang air ke dalam gelas dan menghidagkannya kepada tamu, dan membuat ‘kue’. Kegiatan ini seluruhnya memanfaatkan bahan-bahan alami yaitu air, daun-daunan, tepung, dan bunga. Seperti biasa anak-anak dibolehkan memilih kegiatan yang mereka inginkan terlebih dahulu, serta saling bergantian menjajal kegiatan lainnya.

1. Mencuci Piring

10472196_802520373099493_2055125336_n

  • Perlengkapan: piring plastik, baskom, sabun cuci piring dan spons.
  • Aktivitas: Anak-anak belajar mencuci piring. Mereka senang melihat busa yang keluar ketika memencet spon sehingga mereka terus menerus memencetnya. Kegiatan ini jelas menstimulasi saraf motorik halus anak.

2. Menuang Air

10488176_674297582649935_97145744630042924_n

  • Perlengkapan: botol bekas air mineral, tiga buah gelas
  • Aktivitas: Anak-anak belajar menuang air dari botol ke dalam gelas. Selanjutnya, anak diajak menghitung gelas dari gelas pertama hingga yang terakhir. Selain untuk belajar berhitung, kegiatan ini juga bermanfaat untuk melatih koordinasi mata dan tangan ketika menuang air.

3. Menghidangkan Minuman

  • Perlengkapan: gelas-gelas berisi air, nampan
  • Aktivitas: Letakkan gelas-gelas berisi air di atas nampan, lalu dorong anak untuk membawa nampan tersebut hingga ke ujung taman. Kegiatan ini dapat melatih keseimbangan anak.

4. Membuat ‘Kue’ dengan Playdough

10488977_802524339765763_1183941105_n

  • Perlengkapan: homemade playdough
  • Aktivitas: Anak-anak dipersilakan membuat kue masing-masing sesuai imajinasi menggunakan playdough. Kegiatan ini bermanfaat untuk melatih saraf motorik halus anak.

5. Kolase Kerudung Ibu

10477361_802524343099096_1330185738_n

  • Perlengkapan: kertas yang telah diberi gambar ‘ibu’, aneka daun, lem
  • Aktivitas: Anak diminta menghias gambar kerudung ‘ibu’ dengan daun-daun yang ditabur dan ditempel menggunakan lem. Selain untuk melatih motorik halus, kegiatan ini merupakan sebuah apresiasi rasa sayang ibu.

Alhamdulillah setiap anak antusias dan mau terlibat dalam setiap kegiatan. Setelah kegiatan inti selesai, anak-anak pun turut membantu membereskan seluruh peralatan bermain bersama. Selanjutnya, anak-anak berkumpul kembali untuk menyimpulkan kegiatan hari ini dengan mengingat semua permainan yang telah dilakukan. Kegiatan hari ini diakhiri dengan murajaah surat an-Naas dan al-Fatihah, lalu ditutup dengan doa penutup majelis.

Resume Kegiatan 14 Juni 2014:

  1. Menghias kaos untuk seragam
  2. Istirahat
  3. Perkenalan tugas ibu dalam keluarga
  4. Estafet kegiatan inti
  5. Menyimpulkan kegiatan
  6. Muraja’ah: surat an-Naas dan al-Fatihah
  7. Penutup dengan doa kafaratul majelis

Faedah:

  1. Memperkenalkan tugas anggota keluarga
  2. Mengenal bilangan
  3. Stimulasi motorik halus
  4. Mengasah kreativitas anak

Foto-foto kegiatan hari ini selengkapnya dapat dilihat di Galeri PAUD al-Mumtaz.

berkreasi dengan balok4

Klasifikasi Bentuk dan Bilangan

Melatih ketrampilan klasifikasi benda dan bilangan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dua aktivitas berikut ini bisa menjadi pilihan untuk para orang tua. Anak dapat sekaligus mengenal warna, bentuk.serta mengasah kreativitas.

Aktivitas 1

Bahan:

  • Papan Congklak
  • Kertas

Pelaksanaan:

  • Cetak bangun datar dengan jumlah yang berbeda-beda pada kertas, lalu buat duplikatnya.
  • Kumpulkan gambar duplikatnya di satu tempat, sebarkan gambar cetakan yang lain di lubang-lubang papan congklak
  • Anak-anak diminta untuk memasukkan gambar-gambar duplikat ke gambar cetak yang sama di lubang-lubang papan coklak
  • Ajak anak berkomunikasi untuk mengenalkan nama bangun (2 dimensi) yang tergambar, warna, serta banyaknya gambar yang tercetak.

klasifikasi bilangan

Aktivitas 2

Bahan:

  • Balok-balok mainan
  • Wadah sebanyak jenis bentuk balok-balok mainan
  • Piring/nampan sebanyak anak yang turut bermain

Pelaksanaan:klasifikasi bentuk

  • Kelompokkan balok-balok sesuai bentuknya. Masukkan balok-balok dengan bentuk yang sama ke dalam satu wadah
  • Beri anak piring/nampan. Ajak anak mengambil balok-balok dari wadah sesuai keinginannya
  • Biarkan anak berkreasi dengan balok-balok yang diambil
  • Apabila anak telah selesai berkreasi dengan balok, arahkan untuk mengembalikan balok-balok tadi ke wadah yang sesuai.
  • Ajak anak berkomunikasi untuk memahami imajinasi anak pada kreasinya, memperkenalkan bangun 3 dimensi, serta warna.

Resume Kegiatan 24 April 2014:

  1. Brain storming (klasifikasi bilangan dengan kertas dan papan congklak)
  2. Pembukaan
  3. Pembacaan buku, memperkenalkan anggota keluarga
  4. Istirahat
  5. Bermain balok
  6. Muraja’ah: surat an-Naas, doa akan tidur
  7. Menyimpulkan kegiatan
  8. Penutup dengan doa kafaratul majelis

Faedah:

  1. Stimulasi logika/nalar anak (otak kiri)
  2. Stimulasi kreativitas anak (otak kanan)
  3. Memperkenalkan anggota keluarga
  4. Mengenal warna, bentuk, dan bilangan
  5. Belajar tertib, mengantre, adab

Klik di sini untuk melihat foto selengkapnya dari kegiatan hari ini.

lokasi paud hari ini

Bermain Peran Sambil Belajar

Miniatur Rumah untuk Bermain Peran
Miniatur Rumah untuk Bermain Peran

Agenda utama hari ini adalah mengajak anak bermain peran sambil memperkenalkan berbagai tugas di dalam rumah tangga. Sebelum menuju ke agenda utama, anak-anak distimulasi sedikit untuk merangsang mood mereka. Begitu masuk kelas, kegiatan diawali kegiatan mencocokkan kain flanel. Anak-anak diminta meletakkan potongan-potongan kain flanel di piring-piring sesuai warna yang sama. Usai kegiatan ini, anak-anak telah siap melakukan kegiatan inti.

makan bersama
Anak-Anak ‘Makan’ Bersama dengan ‘Masakan’ yang Dibuat Sendiri dalam Simulasi Bermain Peran

Pertama kali, kegiatan dibuka dengan muraja’ah surah al-Fatihah. Selanjutnya, anak-anak diperkenalkan dengan konsep keluarga dengan menyebutkan anggota keluarga masing-masing. Kemudian mereka diajak ke sebuah kamar yang telah disusun sedemikian rupa menyerupai miniatur rumah seutuhnya. Ruangan disekat-sekat dan ditata membentuk ruang-ruang seperti dapur, ruang makan, kamar tidur, ruang kerja, dan paturasan. Anak melakukan aktivitas sehari-hari dalam rumah tangga. Dalam aktivitas-aktivitas tadi, tak  lupa anak-anak diajak berdoa sesuai dengan aktivitas yang dilakukan. Misalnya doa akan tidur, doa bangun tidur, doa sebelum makan, serta doa masuk dan keluar kamar mandi. Kegiatan diakhiri dengan merapikan peralatan-peralatan yang digunakan dalam simulasi serta membuang sampah-sampah yang dihasilkan selama simulasi.

Usai membaca doa kafaratul majelis, peserta PAUD hari ini memperoleh kejutan dari tuan rumah dengan mini games serta sajian-sajian istimewa. Setiap anak diminta mengambil stick kertas warna untuk ditukarkan dengan balon dan hadiah dengan warna yang sama.

Resume kegiatan:
1. Brain storming dengan mencocokkan kain flanel
2. Pembukaan, muraja’ah, mengenal konsep keluarga
3. Simulasi bermain peran
4. Menyimpulkan kegiatan hari ini, penutup
5. Hadiah dan kejutan dari tuan rumah

Faedah:
1. Mengenal warna dan klasifikasi benda berdasar warna
2. Memahami konsep keluarga dan dapat menyebutkan anggota keluarga masing-masing
3. Memahami tugas-tugas dan aktivitas dalam rumah tangga
4. Bersosialisasi dengan teman sebaya, berbagi, mengantri
5. Muraja’ah doa sehari-hari

Foto-foto properti dan kegiatan hari ini dapat dilihat dengan klik di sini (geser ke kiri/kanan untuk melihat gambar-gambar yang ada)

bowling

Siapa Tertib, Dia Lebih Dulu

Kegiatan dimulai on time pukul 9.30 WIB. Untuk brain storming, anak-anak diajak mengenal warna dengan menyebutkan warna baju sendiri dan teman-teman. Dalam kegiatan ini, anak juga belajar mengenal nama teman-temannya. Tutor kemudian membagikan gelas kepada seluruh anak. Anak-anak diminta memasukkan bola ke dalam gelas sejumlah angka yang tertulis di gelas. Kegiatan ini memadukan nalar anak dengan kemampuan motorik. Kegiatan dilanjutkan dengan acara makan bersama, menikmati makanan yang sudah dibawa dan dikumpulkan sebelumnya (potluck). Tidak lupa mencuci tangan dan berdoa sebelum makan ya!

Puas menikmati potluck, anak-anak diminta berbaris dengan tertib. Tutor memilih anak yang dinilai paling tertib untuk memilih simulasi yang ingin dikerjakan terlebih dulu. Anak juga dipersilahkan memilih satu orang teman untuk bersama-sama melakukan simulasi.Kegiatan PAUD hari ini memang menggunakan konsep simulasi estafet sebagaimana pekan lalu. Estafet hari ini terdiri atas tiga kegiatan, yaitu bowling, mobil-mobilan dalam terowongan, serta berkarya menggunakan stempel huruf.

karya-karya anak

1. Bowling

Anak dipersilahkan menggelindingkan bola ke arah pin-pin plastik. Ketika pin-pin plastik telah berjatuhan, anak harus merapikan dulu sebelum bermain lagi atau beralih ke simulasi yang lain.

2. Mobil dan Terowongan

Anak menjalankan mobil-mobilan melewati beberapa terowongan warna-warni. Di samping memahami konsep gerak menggelinding, anak juga belajar mengenal warna, berhitung, dan mengenali simbol angka yang ditempel di badan terowongan.

3. Kreasi Stempel Huruf

Huruf-huruf plastik dicelupkan ke homemade paint color lalu dicetak di atas kertas putih sesuai kreasi anak. Karya anak kemudian digantung di tali menggunakan penjepit.

Kegiatan diakhiri dengan setiap anak membantu merapikan peralatan simulasi, menyimpulkan kegiatan PAUD hari ini, serta ditutup dengan doa kafaratul majelis.

Resume Kegiatan:

  1. Pembukaan, brain storming
  2. Potluck
  3. Estafet, merapikan peralatan
  4. Menyimpulkan kegiatan, penutup

Faedah:

  1. Menyeimbangkan stimulasi otak kanan dan kiri
  2. Melatih motorik kasar dan halus anak
  3. Belajar memilih rekan dan mengantre
  4. Mengenal warna dan angka
  5. Berlatih bertanggung jawab dengan merapikan peralatan yang telah digunakan

Foto-foto kegiatan hari ini dapat dilihat dengan klik di sini.

homemade paint color

Pilih Aktivitas Sesuai Minat

Kegiatan PAUD al-Mumtaz hari ini sangat seru karena anak-anak dibebaskan memilih simulasi-simulasi yang disediakan sesuai minat masing-masing. Simulasi hari ini dibuat dalam model estafet di mana anak dapat berkeliling dan memilih simulasi yang ia suka terlebih dulu. Yang lebih seru lagi hari ini, peran tutor rolling dari orang tua murid mulai dilaksanakan.

Begitu kegiatan dibuka, setiap anak memperoleh selembar kertas HVS. Selanjutnya anak-anak dipersilahkan berkreasi menggunakan homemade paint colors dengan jari-jari mereka, membuat finger paint di kertas masing-masing. Kemudian kegiatan diselingi dengan brain storming dan istirahat. Dalam sesi brain storming, anak-anak diajak menunjukkan anggota badan masing-masing sesuai instruksi dari tutor. Tutor yang interaktif berhasil menarik perhatian anak untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang diharapkan.

Berikutnya, masuklah kita ke agenda utama yaitu estafet simulasi. Setiap anak dipersilahkan memilih simulasi yang ingin dimainkan terlebih dulu. Simulasi-simulasi yang disediakan antara lain melukis dengan kuas dan homemade paint colors, memindahkan kacang ke mangkok menggunakan sendok, memasukkan air ke dalam botol menggunakan corong, serta mengaduk sabun menggunakan pengocok telur. Setiap simulasi tadi bermanfaat untuk melatih motorik kasar dan halus anak, serta stimulasi otak kanan atau kreativitas.

Resume kegiatan:

  1. Pembukaan
  2. Kreativitas anak menggunakan homemade paint colors
  3. Mengenal anggota tubuh
  4. Muraja’ah 
  5. Istirahat (makan bersama)
  6. Outdoor : melukis, memindahkan kacang menggunakan sendok, memasukkan air ke dalam botol, mengaduk sabun. Anak dipersilahkanmemilih sesuai minatnya.
  7. Penutup

Faedah:

  1. Stimulasi kreativitas anak (otak kanan)
  2. Mengenal anggota tubuh manusia
  3. Pengenalan gender
  4. Melatih motorik kasar dan halus
  5. Belajar membuat keputusan
  6. Mengetahui minat dan potensi diri
  7. Belajar mengantre