miniatur haji

Mengenal Ibadah Haji dengan Lego Miniatur

“Memangnya anak-anak sudah perlu tahu tentang haji dan qurban?”

Pertanyaan di atas pernah ditanyakan kepada saya ketika anak-anak sedang mengerjakan lembar-lembar aktivitas perkenalan haji dan qurban. Meskipun memang anak-anak belum akan melakukan kedua ibadah tersebut, tapi saya rasa tidak ada salahnya mengenalkan sejak dini ke anak-anak untuk memperkaya wawasan keislaman mereka. Lagipula untuk anak-anak, tidak ada wawasan yang lebih penting daripada wawasan keislaman bukan? Terlebih haji adalah rukun Islam yang ke-5. Jadi anak-anak tidak sekedar tahu rukun Islam, tapi juga paham masing-masing ibadah yang terdapat dalam rukun Islam. Berikut ini adalah salah satu aktivitas yang dilakukan oleh anak-anak dalam rangka mengenal ibadah haji. Aktivitas tersebut terinspirasi dari peta haji dan miniatur lego yang saya lihat di Archive Hajj for Kids pada situs Muslim Learning Garden. 

miniatur haji

Pertama, anak-anak menonton video tentang haji dan ka’bah (di youtube). Setelah mendapat gambaran, kami membuat lego bersama-sama sambil ummi menceritakan secara singkat proses orang-orang yang berhaji. Bercerita sambil ‘bikin-bikin’ begini ternyata lebih mengena ke anak-anak. Dalam waktu singkat, mereka memahami bagaimana orang berhaji sambil memainkan miniatur tersebut

Aktivitas Balita

Kurikulum Harian Pendidikan Anak

Situs pendidikan Media Pendidikan Alternatif merupakan sebuah situs yang menyajikan berbagai informasi yang dapat menginspirasi pembacanya. Dari cara membuat berbagai produk, informasi-informasi atas kaidah-kaidah syariat yang sering dialami seorang muslim, hingga tips dan sharing tentang mendidik anak. Yang lebih penting, semuanya dilandasi oleh dalil yang shahih yaitu tidak menyelisihi syariat Rasulullah Muhammad shalalllahu ‘alaihi wassalam.

 

Aktivitas Balita
Aktivitas Balita

Dalam hal mendidik anak, seringkali orang tua merasa bingung “Apa yang harus kulakukan pada anakku setiap hari untuk mendidik anakku?” Pergantian hari dapat menjadi momok bagi orang tua jika tidak memiliki rencana atas apa yang harus dilakukannya untuk mendidik anak. Situs Media Pendidikan Alternatif memberikan salah satu solusi atas masalah tersebut dengan berbagi kepada para orang tua, khususnya bagi mereka yang memiliki anak berusia 2-3 tahun. Melalui tulisannya yang bertajuk Aneka Kegiatan Belajar Usia Balita (2-3 tahun), situs ini memberikan alternatif kegiatan para balita per hari.

Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi program harian dan program tematik. Program harian berisi kegiatan-kegiatan yang harus terus dilakukan setiap hari untuk mencapai aspek-aspek tujuan pendidikan. Adapun program tematik merupakan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan sebagai sarana anak untuk memahami tema-tema tertentu. Seluruh kegiatan tersebut dirancang sebagai media pendidikan keimanan, intelektual, motorik, sosial/akhlaq, dan kemandirian anak.

Program Rutin Harian :
1. Ajaklah anak sholat setiap saat
2. Membacakan surat surat pendek baik menjelang tidur ataupun pada saat aktivitas lain.
3. Ajaklah anak berwudhu menjelang sholat
4. Biasakan anak membaca basmalah dan hamdalah
5. Biasakan membaca buku minimal 4 – 5 buku sehari atau mengenal benda/kosakata baru melalui flash card atau buku.
6. Melakukan aktivitas coret mencoret(menggambar, mewarnai, bermain puzzle, lego)
7. Olahraga (lari, bermain panjat memanjat, atau main bola)
8. Melatih kebiasaan ke toilet sendiri, melepas baju sendiri, dan selalu rapi
9. Mengajarkan berbagi mainan atau hal lain dengan temannya
10. Melatih mengucapkan ungkapan terimakasih, maaf dsbnya

Program tematik dalam artikel tersebut dirancang untuk program aktivitas selama 7 pekan dan dirinci untuk setiap harinya. Program lebih lengkap dapat dipelajari langsung melalui link ke artikel Aneka Kegiatan Belajar Usia Balita (2-3 Tahun) ini.

Memperkenalkan Ibadah Haji dan Qurban pada Anak

Pemberian pelajaran yang baik salah satunya adalah ketika pelajaran diberikan pada momen yang tepat. Bulan Dzulhijah merupakan momen yang baik untuk memperkenalkan berbagai amalan yang disyariatkan di bulan Dzulhijah, misalnya haji dan qurban. Pada kesempatan kali ini, tim Al-Mumtaz berinisiatif memperkenalkan ibadah haji dan qurban kepada para partisipan ciliknya disertai dengan praktik.

Diawali dengan kegiatan menyimak video tentang haji, para siswa memahami apa saja yang dilakukan ketika ibadah haji serta hal-hal yang diperbolehkan dan dilarang selama haji. Untuk mereview pemahaman tentang urutan ibadah haji, digunakan media “Hajj Sequence Card” yang berisi gambar-gambar urutan ibadah selama haji. Guru mengajak siswa menceritakan apa yang ada di dalam gambar.

Para siswa juga diajak untuk mempraktikkan ibadah haji seperti thawaf mengelilingi miniatur Ka’bah, sa’i, dan juga melempar jumrah. Shalat mengelilingi Ka’bah juga merupakan media untuk muroja’ah surah al-Fatihah. Untuk ibadah qurban, guru menceritakan kisah nabi Ibrahim dan memperkenalkan hewan-hewan yang bisa digunakan untuk berqurban.

Foto-foto kegiatan hari ini dapat dilihat di Galeri PAUD al-Mumtaz.

Hajj Sequence Card diambil dari Hajj Theme Pack di situs A Muslim Child is Born dan bisa di-download di sini.

Media Perkenalan Ibadah Haji untuk Anak

Bermain Sambil Mengenal Huruf dan Angka

Memperkenalkan angka untuk anak usia dini
Mengenal Angka dan Urutannya dengan Kartu Angka

Kelas rutin Al-Mumtaz selalu seru dan dinanti oleh murid dan orang tua murid. Bagi murid, Al-Mumtaz menjadi wadah sosialisasi dengan teman sebaya dan mengasah berbagai kemampuan. Bagi orang tua murid, kegiatan-kegiatan di Al-Mumtaz banyak menginspirasi bagaimana menjalani hari-hari bersama buah hati tercinta. Sharing pun sering dilakukan antar orang tua murid untuk saling melengkapi pengalaman dalam mendidik anak, terutama untuk anak-anak usia dini.

Kegiatan Al-Mumtaz (26/9) diawali dengan kegiatan melingkari huruf ‘a’ pada kertas. Dalam kegiatan ini, murid diberi selembar kertas bertuliskan huruf-huruf ‘a’, ‘b’, dan ‘c’ yang diacak. Di dalam kertas tersebut, telah diberi sebuah contoh berupa lingkaran merah yang melingkari sebuah huruf ‘a’. Murid diarahkan untuk dapat mengidentifikasi huruf ‘a’ yang lain di dalam kertas. Usai mengidentifikasi huruf ‘a’, seluruh murid diajak berolahraga dengan menendang serta lempar-tangkap bola. Kedua kegiatan ini merupakan kegiatan sambutan yang dilakukan sebagai pengantar agar anak siap mengikuti aktivitas kelas yang sesungguhnya. Setelah kedua kegiatan tersebut dilaksanakan, kelas pun dimulai dengan mereview kegiatan kelas di pekan sebelumnya. Selanjutnya, mengingat sekarang kita telah memasuki bulan Dzulhijah, maka saat ini menjadi  waktu yang tepat untuk memperkenalkan bulan Dzulhijah kepada para murid. Tutor menceritakan keutamaan bulan Dzulhijah beserta amalan-amalan di bulan tersebut seperti haji, qurban, dan Idul ‘Adha.

Setelah diselingi dengan istirahat, kelas dilanjutkan dengan berbagai aktivitas estafet di bawah ini (foto-foto bisa dilihat di Galeri PAUD al-Mumtaz):

1. Mengenal huruf ‘b’ dengan bola

  • Persiapan: Siapkan bola, tuliskan huruf ‘b’ di lantai, dan letakkan huruf/angka lain di dekatnya.
  • Aktivitas: Ajak anak untuk melempar bola mengenai huruf b
  • Manfaat: motorik kasar (melempar), koordinasi otak-mata-tangan, mengenal huruf.

2. Klasifikasi warna dengan ring dan stick

  • Persiapan: Siapkan ring aneka warna, lalu siapkan stick es krim yang ditancapkan di gabus.
  • Aktivitas: Masukkan beberapa ring ke setiap stick. Ajak anak untuk memasukkan ring yang lain di stick dengan warna ring yang sama.
  • Manfaat: mengenal warna, klasifikasi warna, motorik halus (memasukkan ring ke stick)

3. Berhitung dan mengenal angka menggunakan pompom

  • Persiapan: Siapkan wadah dan pompom aneka warna. Tuliskan sebuah angka pada wadah.
  • Aktivitas: Ajak anak memasukkan pompom ke dalam wadah sesuai angka yang terterta di wadahnya.
  • Manfaat: mengenal angka dan bilangan, mengenal warna, motorik kasar (meremas pompom, rabaan kasar/halus), motorik halus (memasukkan pompom ke wadah)

4. Menyusun kartu angka

  • Persiapan: Siapkan kartu-kartu bertuliskan angka.
  • Aktivitas: Ajak anak untuk mengurutkan kartu-kartu tersebut ke dalam urutan angka yang benar (beri contoh dulu).
  • Manfaat: mengenal angka dan urutannya, mengenal warna

5. Koran dan Latihan Koordinasi

  • Persiapan: Siapkan kertas koran dan wadah yang cukup lebar
  • Aktivitas: Ajak anak mengambil koran untuk diremas hingga membentuk bola-bola, lalu dorong anak untuk melemparkannya hingga masuk ke wadah
  • Manfaat: Motorik kasar (meremas, melempar), koordinasi otak-mata-motorik, motorik halus (memasukkan koran ke wadah)

Sebagaimana biasanya, para murid selalu diajak membantu membereskan alat-alat permainan sebelum kegiatan ditutup. Namun kegiatan hari ini istimewa karena partisipan tidak langsung pulang setelah kegiatan ditutup. Partisipan menyelenggarakan acara makan siang bersama di mana hidangannya dikumpulkan dengan sistem potluck oleh seluruh partisipan. Selama acara makan siang, para partisipan al-Mumtaz dapat saling berbagi pengalaman maupun hidangan. Dengan kegiatan semacam ini, ukhuwah antar partisipan diharapkan akan menjadi semakin solid.

Resume kegiatan:

  1. Welcoming: melingkari huruf ‘a’
  2. Olahraga
  3. Pembukaan, sirah nabawiyah
  4. Istirahat
  5. Estafet
  6. Penutup

 

berkreasi dengan balok4

Kreativitas, Klasifikasi, dan Tanggung Jawab dalam Permainan Edukasi Balok

Alhamdulillah, hari Jum’at datang lagi, dan anak-anak Al Mumtaz sekolah lagi. Ternyata banyak dari mereka yang merasa senang bersekolah, berkumpul bersama teman-teman, belajar bersama Ibu Guru, bermain dengan tema permainan edukatif, dan lain sebagainya. Ini menjadi nikmat tersendiri bagi para ibu yang anak-anaknya tergabung di PAUD Al Mumtaz, alhamdulillaah.

Seperti hari ini, walaupun cukup banyak anak yang tidak hadir karena sakit (empat orang), namun anak-anak yang hadir tetap bersemangat mengikuti kegiatan bermain dan belajar.

Kegiatan pembukaan diawali dengan permainan melempar bola ke dalam wadah. Ibu Guru menyediakan dua buah wadah berisi gelas air mineral kosong. Di wadah pertama diletakkan tiga buah gelas kosong, dan wadah kedua diletakkan lima buah gelas kosong. Di sini anak-anak belajar menentukan mana yang banyak dan mana yang sedikit dengan cara melempar bola biru ke wadah yang isi gelasnya sedikit, dan melempar bola merah ke wadah yang isi gelasnya lebih banyak.

Pengenalan Definisi Banyak dan Sedikit pada Anak
Pengenalan Definisi Banyak dan Sedikit pada Anak Usia Dini

Kegiatan selanjutnya adalah olahraga untuk melatih motorik halus anak. Dalam salah satu gerakan olahraga, anak-anak diminta berjinjit sambil melompat-lompat kecil serta berjalan sambil berjinjit.

Setelah itu, anak-anak diperbolehkan menikmati bekal yang mereka bawa. Kemudian anak-anak berkumpul kembali bersama Ibu Guru untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya mengenai ‘Siapa Rabb-mu, apa agamamu, dan siapa nabimu?’. Ibu Guru bersama anak-anak juga melakukan muroja’ah surah An Naas yang dilanjutkan dengan materi pengenalan lingkungan sekolah, fungsi sekolah. Ibu Guru tidak lupa juga menunjukkan gambar sekolah.

Rangkaian kegiatan selanjutnya adalah kegiatan inti, yakni menyusun bangun dari berbagai bentuk balok yang telah disediakan. Anak-anak diposisikan di alas duduk masing-masing, lalu mereka berkreasi membentuk bangunan yang memanjang atau yang tinggi. Selain itu, Ibu Guru juga meminta anak-anak membuat bangun sekolah karya mereka sendiri. Setelah selesai membentuk bangunan beraneka rupa, mereka diminta kembali mengelompokkan balok-balok ke dalam wadah, sesuai dengan bentuk masing-masing.

Siswa Al-Mumtaz Berkreasi dengan Balok
Siswa Al-Mumtaz Berkreasi dengan Balok

Demikianlah kegiatan PAUD Al Mumtaz hari ini. Kegiatan ditutup dengan mengingat kembali kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan, dan anak-anak membaca doa kafaratul majlis. Semoga anak-anak Al Mumtaz yang sedang sakit segera diasembuhkan oleh Allaah Ta’aalaa sehingga pekan depan bisa ikut bermain dan belajar kembali bersama Al Mumtaz.

Resume Kegiatan:

  1. Pembukaan, melempar bola ke dalam wadah (definisi banyak dan sedikit), olahraga (motorik halus)
  2. Istirahat
  3. Ushuluts tsalatsah, muroja’ah surah An Naas
  4. Pengenalan lingkungan dan fungsi sekolah
  5. Kreasi balok
  6. Penutup

Foto-foto kegiatan hari ini selengkapnya dapat dilihat di Galeri Al-Mumtaz.

 

 

Memperkenalkan Masjid Pada Anak

Memperkenalkan Masjid Pada Anak Sejak Dini

Klasifikasi Benda Berdasar Tempat (Dok. Al-Mumtaz)
Klasifikasi Benda Berdasar Tempat (Dok. Al-Mumtaz)

Masjid merupakan tempat ibadah bagi umat muslim sedunia. Para lelaki dari umat Islam diwajibkan untuk menunaikan shalat wajib berjama’ah di masjid jika sudah menginjak usia baligh. Kebiasaan untuk mau ke masjid di setiap waktu shalat pada umumnya tidaklah muncul begitu saja, namun perlu dibiasakan sejak dini. Walaupun demikian, sebelum membawa anak ke masjid, anak perlu diajarkan terlebih dulu tentang adab-adab di dalam masjid. Hal ini penting, selain agar anak menjadi paham, juga untuk menghindari hal-hal negatif yang muncul sebagai reaksi dari masyarakat luas.

Sesi kelas kali ini bertujuan untuk memperkenalkan anak kepada masjid dan mengajarkan adab-adab di dalam masjid. Sebagai sambutan selamat datang, anak-anak diperlihatkan dua gambar besar yaitu gambar rumah dan gambar masjid. Anak-anak juga diperlihatkan potongan-potongan kertas bergambar benda-benda yang seharusnya ada di rumah dan di masjid. Setelah mengidentifikasi benda-benda dalam potongan-potongan kertas, anak-anak diminta untuk menempelkan benda-benda tersebut di tempat yang sesuai. Apakah benda tersebut seharusnya berada di rumah ataukah di masjid. Pengajar juga menjelaskan berbagai adab di dalam masjid.

Kegiatan dilanjutkan dengan olahraga. Pada mulanya, anak-anak terlihat enggan berolahraga. Namun setelah pengajar mengeluarkan kertas koran dan mengajak anak-anak untuk melompat melewati koran, anak-anak jadi sangat bersemangat dan tidak ingin berhenti. Sayangnya, olahraga akhirnya harus disudahi dan kegiatan beralih ke sesi berikutnya yaitu muroja’ah surah an-Naas. Subhanallah, pada kelas kali ini, beberapa anak mau mendemonstrasikan hafalan mereka di depan kelas atas kemauan sendiri. Baarakallahu fiikum. Diselingi dengan istirahat makan, kegiatan estafet pun dimulai antara lain klasifikasi huruf hijaiyah, maze sederhana, mewarnai gambar, dan puzzle sederhana.

1. Klasifikasi huruf hijaiyah

  • Persiapan: Buat bendera dari kertas dan sedotan. Tuliskan sebuah huruf hijaiyah pada bendera. Siapkan pula botol-botol dan tuliskan sebuah huruf hijaiyah di badan botol.
  • Aktivitas: Masukkan bendera ke botol dengan huruf hijaiyah yang sesuai.

Kegiatan Memasangkan Huruf Hijaiyah (Dok. Al-Mumtaz)
Kegiatan Memasangkan Huruf Hijaiyah (Dok. Al-Mumtaz)

2. Maze sederhana

  • Persiapan: cetak gambar rumah dan masjid di atas selembar kertas. Hubungkan rumah dan masjid dengan labirin (maze) sederhana.
  • Aktivitas: Minta anak menandai jalur yang benar yang menghubungkan rumah dengan masjid.

Labirin: Menandai Jalan yang Benar dari Rumah ke Masjid (Dok. Al-Mumtaz)
Labirin: Menandai Jalan yang Benar dari Rumah ke Masjid (Dok. Al-Mumtaz)

3. Mewarnai gambar

  • Persiapan: cetak gambar masjid di atas selembar kertas. Warnai setiap bagian masjid namun sisakan satu bagian tanpa diberi warna (misalnya kubah).
  • Aktivitas: Dorong anak untuk mewarnai bagian masjid yang belum diberi warna.

Seorang Siswa PAUD Al-Mumtaz Sedang Mewarnai Kubah Masjid (Dok. Al-Mumtaz)
Seorang Siswa PAUD Al-Mumtaz Sedang Mewarnai Kubah Masjid (Dok. Al-Mumtaz)

4. Puzzle sederhana

  • Persiapan: cetak sebuah gambar di atas selembar kertas (misalnya gambar orang sedang takbiratul ikhram, tanpa wajah). Tempelkan gambar di kardus agar tidak mudah robek lalu potong menjadi tiga bagian dan diacak.
  • Aktivitas: Arahkan anak untuk menyusun puzzle agar membentuk gambar yang benar.

Puzzle Sederhana untuk Anak Usia Dini (Dok. Al-Mumtaz)
Puzzle Sederhana untuk Anak Usia Dini (Dok. Al-Mumtaz)

Resume kegiatan:

  1. Pembukaan, pengenalan masjid, klasifikasi benda sesuai tempat keberadaan.
  2. Muroja’ah surah an-Naas.
  3. Olahraga.
  4. Istirahat makan
  5. Estafet: klasifikasi huruf hijaiyah, maze sederhana, mewarnai gambar, puzzle sederhana.
  6. Penutup.

Foto-foto kegiatan hari ini juga dapat dilihat di Galeri PAUD Al-Mumtaz.

Sajak-Aqidah-Untuk-Anak

Ushuluts Tsalatsah untuk Anak Usia Dini

Sajak-Aqidah-Untuk-Anak Siswa-siswi Al-Mumtaz kembali berkumpul lagi hari ini (5/9) di Tanah Baru, Depok, dalam kelas stimulasi rutin. Begitu datang, setiap anak diberi selembar kertas, kuas, dan semangkuk cat buatan sendiri dan diarahkan untuk menggambar bentuk-bentuk dasar yaitu segitiga dan segiempat. Kedua bangun ini disusun membentuk sebuah rumah sebagaimana telah dipelajari pada pekan sebelumnya. Ketika seluruh siswa sudah datang dan telah mencoba kegiatan melukis rumah, para siswa diajak berolahraga bersama sambil tetap diajak mengenal bentuk. Di halaman luar kelas, terdapat gambar-gambar persegi panjang dan lingkaran yang dilukis menggunakan kapur. Di dalam bangun-bangun tersebut, tertulis angka-angka dasar untuk dikenali oleh anak. Usai berolahraga, para siswa kembali masuk ke dalam kelas dan mereview kembali bagian-bagian rumah bersama para pengajar. Di dalam kelas, pendidikan aqidah juga diajarkan. Para siswa diperkenalkan dengan ushuluts tsalatah menggunakan sajak:

Siapa Tuhanmu? Allah… (sambil mengacungkan satu jari)
Apa agamamu? Islam… (sambil mengacungkan dua jari)
Siapa nabimu? Muhammad… (sambil mengacungkan tiga jari)

Setelah diselingi dengan acara makan bersama, para siswa kembali diajak bermain mengenal warna dan bentuk. Menggunakan cat berwarna, para siswa bergantian melakukan aktivitas-aktivitas berikut:

1. Membuat cap menggunakan spons
Persiapan:Sediakan cat buatan sendiri, kertas, dan spons pencuci piring. Potong-potong spons pencuci piring kecil-kecil, kurang lebih berukuran 3 cm x 3 cm x 3 cm.
Aktivitas: Celupkan spons ke wadah cat dan tempelkan kebkertas seperti menggunakan stempel

stimulasi-stempel-spons
Stimulasi Anak : Membuat Cap di Atas Kertas Menggunakan Spons

2. Mewarnai huruf menggunakan cat buatan sendiri dan kuas
Persiapan: Cetak sebuah huruf di selembar kertas (with border, no fill). Selanjutnya, siapkan cat buatan sendiri dan kuas.
Aktivitas: Warnai huruf di kertas menggunakan cat dan kuas

Stimulasi Anak: Mewarnai Huruf Menggunakan Cat dan Kuas
Stimulasi Anak : Mewarnai Huruf Menggunakan Cat dan Kuas

3. Memasukkan biji jagung ke dalam botol menggunakan corong
Persiapan: Siapkan wadah berisi butiran-butiran jagung, botol, dan corong.
Aktivitas: Pasang corong di lubang botol lalu pindahkan butir-butir jagung ke dalam botol melewati corong.

Stimulasi Anak : Memasukkan Butiran Jagung ke Botol Melalui Corong
Stimulasi Anak : Memasukkan Butiran Jagung ke Botol Melalui Corong

4. Memasukkan air ke dalam wadah menggunakan sedotan
Persiapan: Siapkan sedotan, wadah kosong bertutup, dan wadah berisi air yang telah diberi warna.
Aktivitas: Pindahkan air ke dalam wadah kosong menggunakan sedotan. Setelah air dipindahkan, pasang tutup pada wadah. Selama aktivitas, tanyai anak apa warna air yang digunakan dan berapa jumlah wadah yang digunakan.

Stimulasi Anak : Memasukkan Air ke Dalam Wadah Menggunakan Sedotan
Stimulasi Anak : Memasukkan Air ke Dalam Wadah Menggunakan Sedotan

Usai mencoba seluruh kegiatan, seperti biasa, para siswa diajak merapikan kembali peralatan-peralatan stimulasi mereka. Selanjutnya siswa kembali masuk ke dalam kelas untuk muroja’ah dan membaca do’a penutup majelis.

Resume:

  1. Pembukaan, melukis rumah
  2. Olahraga sambil mengenal bentuk dan angka
  3. Mengenal bentuk, pendidikan aqidah
  4. Membuat cap dan mewarnai huruf
  5. Muroja’ah dan penutup

Foto-foto kegiatan hari ini juga dapat dilihat di Galeri PAUD Al-Mumtaz.

Bis yang Dibuat dari Kotak Bekas Susu (Dok. Kirana)

Kreasi Mengolah Barang Bekas

Barang bekas di rumah banyak yang bisa dimanfaatkan sebagai media stimulasi kreativitas dan tumbuh kembang anak. Mengadopsi acara Art Attack, saya sangat terbantu dengan ramuan Art Attack yang akan membuat kreasi barang bekas menjadi lebih keras sehingga awet dan juga mudah dihias menggunakan cat. Ramuan Art Attack merupakan campuran lem PVAC (misalnya merk FOX ) dan air dengan perbandingan satu banding satu.

Bis yang Dibuat dari Kotak Bekas Susu (Dok. Kirana)
Bis yang Dibuat dari Kotak Bekas Susu (Dok. Kirana – Al-Mumtaz)

 

Untuk memanfaatkannya, mula-mula kita buat kreasi yang diinginkan menggunakan barang-barang bekas seperta kardus, karton makanan, botol plastik, dan sebagainya. Selanjutnya, oleskan ramuan ke seluruh bagian produk kreasi kita dan tempelkan potongan-potongan kertas koran hingga produk tertutup seluruhnya. Lapisan koran berfungsi sebagai media agar produk bisa dicat. Setelah seluruh permukaan produk terbalut kertas koran, oleskan lagi ramuan Art Attack di seluruh permukaan koran pelapis sebagai media pengeras. Semakin tebal dan pekat lapisan lem yang dioleskan, akan semakin keras pula hasilnya. Selanjutnya, jemur hasil kreasi hingga kering. Untuk hasil terbaik, keringkan hasta karya di bawah sinar matahari. Setelah kering, hasil kreativitas anak telah menjadi lebih keras dan semakin kuat. Kreasi tersebut  juga sudah available untuk dicat sesuai selera.

Dengan cara di atas, berbagai imajinasi kreatif dapat diwujudkan menggunakan benda-benda di sekitar kita. Selain ramuan Art Attack, saya juga sangan engapresiasi penggunaan kertas koran yang menggantikan tissue pada acara Art Attack tempo dulu. Substitusi ini membuat kreasi kita menjadi lebih ramah lingkungan dan merupakan langkah konkret dalam menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle. Adapun sebagai inspirasi kreasi memanfaatkan barang bekas, Anda bisa langsung mengunjungi situs Art Attack.

KPSP: Alat Pemantau Perkembangan Anak

sliding

Setiap orang tua tentu ingin buah hatinya tumbuh dengan sehat, normal, dan sesuai dengan perkembangan umurnya. Untuk itu, kita mengenal sebuah instrumen yang digunakan untuk mengetahui apakah perkembangan anak normal ataukah mengalami penyimpangan. Instrumen ini disebut sebagai Kuosioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP).

KPSP disediakan untuk memantau perkembangan anak dari usia 3 hingga 72 bulan. Di dalam kuosioner ini, terdapat berbagai pertanyaan yang harus dijawab oleh orang tua dengan jawaban YA atau TIDAK. Berdasarkan jawaban-jawaban tersebut, akan diperoleh skor KPSP yang akan menggolongkan anak ke dalam kategori SESUAI (S) ataukah MERAGUKAN (M). Selanjutnya, orang tua akan memperoleh saran tentang apa yang harus dilakukan sesuai dengan kategori hasil KPSP.

Untuk menguji perkembangan anak menggunakan KPSP, Anda dapat mengunjungi  Klinik Tumbuh Kembang Anak atau klik di sini. Selain KPSP, banyak hal yang dapat Anda temukan di Klinik Tumbuh Kembang Anak seputar masalah dan ilmu-ilmu tentang perkembangan anak. Sebagai orang tua yang peduli pada perkembangan anak, Klinik Tumbuh Kembang Anak adalah situs yang sangat patut untuk dikunjungi.

001-house-coloring-pages

Al-Mumtaz: Back to School!

Alhamdulillah pekan ini kegiatan Al-Mumtaz dimulai lagi. Hal yang baru kali ini di lembaga PAUD Al-Mumtaz yaitu kegiatan yang diselenggarakan di hari kerja, bukan akhir pekan seperti biasanya. Benar, mulai pekan ini, kegiatan Al-Mumtaz akan dilaksanakan pada  yaitu pada hari Jumat. Waktu masuk sekolahpun dimulai lebih awal yaitu pukul 8.30 dan berakhir pukul 10.30. Selain itu, lokasi aktivitas PAUD Al-Mumtaz kini menggunakan lokasi yang tetap. Adapun para orangtua masih diperkenankan melihat aktivitas anak tetapi tidak lagi diperbolehkan mendampingi anak lagi selama kegiatan berlansung. Siswa-siswi Al-Mumtaz mulai dilatih untuk benar-benar beraktivitas sendiri bersama orang-orang di luar keluarganya.

Sebagai brainstorming, siswa diperkenalkan dengan gambar rumah beserta bagian-bagiannya. Siswa juga diajak menyebutkan benda-benda yang biasanya ada di dalam rumah. Selanjutnya, siswa diberi selembar kertas dan potongan origami paper berbentuk segitiga dan persegi panjang. Siswa dipersilakan merekatkan kertas-kertas tersebut sehingga membentuk rumah.

membangun rumah
Menempel membangun rumah (Dok. Al-Mumtaz)

Setelah jeda istirahat makan, para siswa kembali diajak melakukan berbagai aktivitas yang menstimulasi kemampuan motorik halus dan kognitif mereka sesuai kelompok-kelompok umur. Aktivitas-aktivitas tersebut antara lain:

1. Membuat mozaik
Masih mengikuti tema rumah, para siswa diminta menempelkan serpihan-serpihan kertas berbentuk segitiga di atas gambar rumah membentuk suatu mozaik.

mozaik2
Mozaik karya murid-murid lembaga PAUD Al-Mumtaz (Dok. Al-Mumtaz)

2. Menjahit huruf
Sebuah karton berbentuk huruf diberi lubang-lubang di sepanjang bidangnya. Masukkan dan keluarkan tali melalui lubang-lubang tersebut seperti menjahit.

menjahit
Menjahit Huruf (Dok. Al-Mumtaz)

3. Mengenal angka dan warna
Sediakan kartu-kartu bertuliskan angka dan beberapa jepit jemuran. Ajak siswa menggantungkan kartu-kartu tersebut ke tali jemuran. Gunakan jepitan jemuran sejumlah angka yang tertera pada kartu. Ajak pula paa siswa untuk menyebutkan warna-warna pada angka serta jepitan jemuran.

menjemur kartu angka
Menjemur Kartu Angka

Resume:
1. Pembukaan dan Brainstorming
2. Muroja’ah surat al-Fatihah dan an-Naas
3. Istirahat
4. Mozaik, menjahit, menjemur
5. Penutup

Foto-foto selengkapnya dari kegiatan hari ini dapat dilihat di sini.