bricks

Ketika Orang Tua Sibuk

Setelah sebulan libur, kegiatan PAUD Al-Mumtaz akan segera dimulai lagi. Tapi sebelum itu, ada rapat orangtua murid dulu nih! Sementara para orangtua murid sedang rapat, apa yang dilakukan oleh anak-anak? Jelas anak-anak tidak dibiarkan begitu saja. Disediakan sarana-sarana permainan edukatif yang dapat dimainkan secara bebas oleh anak, antara lain:

1. Clay/Dough

Siapa tidak kenal dough? Anak-anak dapat berkreasi sesuai imajinasi mereka menggunakan dough. Tak perlu khawatir meninggalkan anak-anak bersama dough, apalagi jika menggunakan homemade dough yang dijamin aman untuk anak-anak. Klik di sini untuk mengetahui cara membuat dough sendiri. dough 2. Bricks
Bricks yang sering diidentikkan dengan LEGO  juga merupakan salah satu permainan edukatif favorit anak. Anak dipersilahkan mewujudkan imajinasi mereka menggunakan bricks atau berlatih mengelompokkan bricks ke dalam ember-ember sesuai warna. Untuk menambah tantangan, anak boleh mencoba memasukkan bricks ke dalam ember bukan langsung menggunakan tangan, melainkan menggunakan penjepit makanan. bricks

3. Huruf Hijaiyah

Anak-anak selalu tertarik dengan kegiatan menempel. Cetak sebuah huruf hijaiyah pada selembar kertas lalu tempelkan di dinding. Lakukan hal yang sama sehingga terdapat beberapa huruf hijaiyah di dinding. Cetak huruf-huruf hijaiyah dengan ukuran yang lebih kecil di kertas lalu potong-potong per huruf. Ajak anak untuk menempelkan potongan-potongan huruf hijaiyah ke ke dinding di kertas yang sesuai dengan hurufnya. 

huruf hijaiyah huruf hijaiyah2

Seru bukan? Para orangtua dapat tenang melaksanakan kegiatan sementara para anak asyik dengan aktivitas edukatif mereka sendiri.

kids activities

Kids Activities Blog

kids activitiesAssalamu ‘alaikum, pembaca PAUD Al-Mumtaz official website! Tanpa terasa, sebulan sudah kita libur ya di bulan Ramadhan dan Idul Fithri. Website ini pun mulai aktif kembali hari ini. Untuk itu, pertama kali, segenap tim Al-Mumtaz mengucapkan selamat hari raya Idul Fithri. Taqabbalallahu minna wa minkum.

Nah, setelah libur panjang, apakah Anda kehabisan ide untuk beraktivitas dengan anak? Kini tak perlu bingung lagi. Kids Activities Blog memberikan berbagai inspirasi kegiatan yang bermanfaat untuk keseharian ibu dan anak. Untuk aktivitas bersama anak, Kids Activities Blog mengelompokkan kegiatan anak-anak ke dalam jenjang usia bayi, batita, pre school, TK, SD, hingga kegiatan bersama keluarga.

Khusus untuk para ibu, blog tersebut juga menyuguhkan inspirasi-inspirasi terkait dengan makanan, mengorganisasi kegiatan dan rumah bersama anak, persiapan bepergian, dan lain-lain. Kegiatan-kegiatan yang ditawarkan pun meliputi kegiatan indoor maupun outdoor. Ragam kegiatannya juga terpadu meliputi kegiatan seni, pembelajaran kognitif, maupun kegiatan menggunakan alat peraga. Blog ini juga memberikan inspirasi cara membuat berbagai alat peraga lho! Semuanya bisa dibuat sendiri alias Do It Yourself (DIY)!

Lebih dari itu, Kids Activities Blog juga memberikan ide-ide untuk menyelenggarakan berbagai perayaan hari besar. Hanya saja, sebagai muslim yang harus mengikuti tuntunan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam tentunya kita tidak melakukan perayaan-perayaan tersebut. Walaupun demikian, ide aktivitas dalam perayaan tersebut dapat kita ambil sebagai inspirasi stimulasi untuk anak-anak dan kegiatan keluarga.

Mau tahu lebih banyak tentang Kids Activities Blog? Kunjungi saja langsung url-nya di http://kidsactivitiesblog.com/ dan bersiaplah untuk terinspirasi.

 

doh

Membuat Clay Sendiri dari Bahan-Bahan di Dapur

doh

Siapa anak yang tidak suka bermain clay? Kalau zaman ibu-ibu murid Al-Mumtaz masih kecil, clay popular dijual di warung-warung dengan nama was/malam/lilin mainan. Teksturnya lunak, empuk, mudah dibentuk, dan aromanya tajam serta berminyak. Usai bermain was, biasanya tangan bau minyak tanah dan agak sulit dicuci sampai hilang baunya meski sudah pakai sabun. Kala itu, clay yang tidak berbau tajam dan memiliki perangkat cetakan macam-macam masih termasuk barang mewah yang mahal. Kalau sekarang, sudah banyak clay seperti itu dengan berbagai merk dan harga terjangkau. Sebutlah Play-Doh dan Fun-Doh.. Tapi daripada begitu, kenapa tidak bikin sendiri saja? Jauh lebih hemat lagi daripada harus beli, terjamin keamanannya untuk anak, non-toxic, serta dapat dibuat sebanyak mungkin dengan warna yang sesuai selera.

Di antara begitu banyak metode pembuatan homemade clay, kepala PAUD Al-Mumtaz merekomendasikan resep Kids Activities sebagai resep dengan hasil clay terbaik. Admin jadi tertarik untuk mencoba nih! Dengan sedikit modifikasi bahan dan cara pembuatan, admin akhirnya berhasil membuat clay yang baik dan cukup tahan lama. Ini dia resep clay a la admin Al-Mumtaz. Semua bahan-bahannya familiar di dapur para ibu di rumah.

Bahan-bahan:

  • 2 cangkir tepung (admin pakai tepung terigu)
  • 1/2 cangkir garam
  • 2 sdm soda kue (ini menggantikan cream of tartar pada resep asli)
  • 2 sdm minyak (admin pakai minyak goreng)
  • Air mendidih
  • Pewarna makanan (admin pakai 3 macam warna)

Cara membuat:

  1. Masukkan 1 cangkir tepung ke dalam mangkuk, campur dengan garam dan soda kue.
  2. Masukkan minyak, aduk-aduk sampai cairan tidak menggenang.
  3. Masukkan air mendidih secukupnya sampai adonan bisa diuleni.
  4. Uleni adonan sampai kalis, lalu bagi menjadi tiga bagian (atau sesuai selera).
  5. Teteskan pewarna makanan pada adonan-adonan yang telah dibagi.
  6. Uleni lagi setiap adonan dengan memanfaatkan sisa tepung sampai kalis. Apabila dirasa kurang kalis, bisa tambah tepung lagi. Apabila adonan terlalu kering, usap dengan tangan basah dan uleni lagi sampai kalis.
  7. Clay siap digunakan.

Tips penyimpanan:

  • Agar clay tahan lama dan tidak cepat kering, simpan dalam toples plastik kecil tertutup setelah selesai digunakan.
  • Apabila clay sudah mulai kering sehingga rapuh saat dibentuk, coba usap permukaan clay dengan air dan uleni lagi sampai kalis. Clay akan bisa berfungsi dengan baik lagi.

 

keju goreng

Bekal In Rush dengan Keju Goreng

Lagi in rush tapi harus buat bekal untuk anak? Ibu Rousta, pemilik Raisha Baby Kids, membagikan resep Keju Goreng sederhana yang bisa jadi alternatif resep bekal anak Anda. Cepat dan lezat!

keju goreng

Bahan-bahan:

  • Keju, potong balok panjang
  • Tepung terigu
  • Telur
  • Tepung roti
  • Garam
  • Merica bubuk

Cara membuat:

  1. Kocok telur dengan garam dan merica, sisihkan.
  2. Potong keju, lalu celupkan ke telur.
  3. Gulingkan keju yang sudah dicelup telur ke mangkok berisi tepung terigu.
  4. Celupkan lagi potongan keju ke dalam telur, lalu gulingkan ke wadah berisi tepung roti.
  5. Goreng kerju dengan api sedang hingga keemasan.
  6. Angkat, sajikan

 

mactel

Macaroni Schotel ala Ibu Fifi

Masih ingat ‘kan, PAUD Al-Mumtaz sering menyelenggarakan potluck dalam pertemuan rutin? Artinya, setiap partisipan membawa makanan yang kemudian dikumpulkan untuk dinikmati bersama-sama. Agar kegiatan tersebut dapat lebih bermanfaat bagi banyak orang, PAUD Al-Mumtaz akan membantu membagikan resep-resep hidangan potluck yang dibawa oleh ibu-ibu Al-Mumtaz. Untuk mewujudkan resep-resep tersebut menjadi hidangan nyata, ibu-ibu bisa mengajak putra-putrinya untuk turut membantu lho! Jadi, kegiatan memasak pun dapat menjadi media stimulasi yang menyenangkan bagi anak-anak. Untuk share resep potluck pertama, telah dipilih hidangan dari Ibu Fifi Ummu Yaafi Rava. Ibu rumah tangga yang juga pengusaha Homemade Chicken Nugget merk FIVA itu berbaik hati membagikan resep Macaroni Schotel-nya! Yuk, grab it fast! Jangan lupa dicoba ya…. :)

 mactel

Bahan-bahan:

  • 75 gr macaroni elbows
  • 100 gr daging blender (bisa diganti kornet)
  • 1 buah bawang bombay kecil, cincang
  • 2 siung bawang putih, cincang
  • 1 sdm tepung terigu
  • 200 ml susu cair
  • 2 butir telur sedang, kocok lepas
  • 60 gram keju, diparut
  • 1/2 sdt pala bubuk
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • oregano
  • garam secukupnya
  • butter secukupnya untuk menumis
  • keju parut untuk taburan
  • tepung panir (optional)

Cara Membuat:

  1. Rebus makaroni dalam air mendidih sampai lunak. Beri sedikit garam dan butter agar tidak lengket di dasar panci.
  2. Tiriskan makaroni rebus dan beri sedikit butter lagi agar makaroni tidak saling melekat.
  3. Panaskann butter dalam wajan, tumis bawang bombai dan bawang putih sampai layu, masukkan tepung terigu aduk rata.
  4. Masukkann susu sambil diaduk agar terigu tidak menggumpal.
  5. Masukkan makaroni, kornet/daging blender, dan keju parut. Aduk sampai rata.
  6. Masukkan garam, merica, dan pala. Aduk rata kemudian angkat.
  7. Masukkan telur kocok, aduk lagi hingga rata. Jika sudah rata, tuang adonan makaroni ke dalam loyang yang sudah dioles butter dan ditaburi dengan tepung panir (Tidak pakai panir juga tidak apa-apa).
  8. Taburi bagian atas adonan di loyang dengan keju parut dan oregano.
  9. Panggang dalam oven suhu 190 derajat Celcius selama 30 menit atau sampai matang.
  10. Setelah matang, keluarkan dari oven dan biarkan macaroni schotel pada suhu ruangan sampai panasnya mereda.

Macaroni Schotel siap disajikan!

Ibu-Profesional_w (1)

Hei, Ini Aku: Ibu Profesional!

Ibu-Profesional_w (1)Judul Buku: Hei, Ini Aku: Ibu Profesional!

Penyusun: Institut Ibu Profesional

Penerbit: Leutika Prio

Cetakan, Tahun Terbit: I, Desember 2012

Tebal: 253 halaman + viii

 

 

 

Jika kamu marah, kamu masih minta maaf pada anak-anak. Jika kamu berteriak pada mereka, kamu masih bisa memeluk dan mencium mereka, sambil minta maaf. Apakah pembantu atau baby sitter bisa melakukan itu? (halaman 55-56).

Walaupun saya hidup serba kekurangan, namun bahagianya seorang anak yang diberikan cinta kasih tulus tak dapat tergantikan dengan materi. (halaman 60).

Hei, Ini Aku: Ibu Profesional! merupakan antologi tulisan pilihan dari para anggota Institut Ibu Profesional (IIP). Di dalamnya, terdapat tulisan-tulisan karya 24 ibu rumah tangga dan 1 orang ayah. Uniknya, seluruh proses pra produksi buku ini juga digarap sendiri oleh para kartini anggota IIP. Dari proses mengumpulkan tulisan, editing, hingga desain isi serta cover. Hebat ‘kan? Siapa bilang menjadi ibu rumah tangga berarti tidak bisa menyalurkan kompetensi di luar urusan rumah tangga?

Antologi ini dibagi ke dalam tiga bagian besar, yaitu Kepingan Pertama: Metamorfosis, Kepingan Kedua: Lensa, serta Kepingan Ketiga: Bisa!Kepingan pertama menceritakan kisah-kisah para ibu yang baru saja mengawali profesinya sebagai ibu rumah tangga. Baik karena mereka baru membentuk bahtera rumah tangga atau karena memutuskan resigndari pekerjaannya di kantor. Di sini akan tergambar beratnya menjadi seorang ibu rumah tangga, hal yang tidak pernah terbayangkan oleh mereka saat masih menjadi seorang wanita karir. Di tengah pergumulan mereka menghadapi kekacauan rumah tangga, pertemuan dengan IIP bagaikan menemukan oase di padang pasir.

Tidak semua ibu rumah tangga mengawali profesi ini dengan penuh kekacauan. Beberapa ibu telah memiliki kemampuan yang cukup stabil dan dapat menjalankan perannya dengan baik. Walaupun demikian, tetap saja mata mereka terbuka lebar ketika mengenal IIP. Berbagai wawasan, ide, dan kemampuan ter-upgrade secara signifikan sejak mengikuti perkuliahan di IIP. Terekam dalam kepingan kedua, mereka kini bukan lagi ibu rumah tangga biasa, namun telah mengepakkan sayapnya menjadi seorang ibu rumah tangga profesional yang membanggakan.

Lalu bisakah setiap wanita menjadi seorang ibu rumah tangga profesional? Tentu saja jawabnya, bisa! Inilah isi dari kepingan ketiga Hei, Ini Aku: Ibu Profesional!Para ibu di bagian ini menceritakan keberhasilan-keberhasilan yang pernah mereka capai menggunakan metode-metode yang dipelajari di IIP.

***

Buku ini merupakan pencerah yang ditunggu-tunggu oleh kaum wanita, khususnya para ibu rumah tangga. Wanita yang masih lajang akan dapat membaca kisah perjuangan dan karut marutnya emosi para ibu dalam mengukuhkan suatu bahtera rumah tangga agar dapat mewujudkan pepatah “Rumahku, Surgaku. Para wanita karir tidak akan lagi meremehkan profesi ibu rumah tangga. Para full-time motherpun tidak akan lagi minder dengan statusnya, bahkan akan semakin bersemangat untuk terus berkarya dan menjadi seorang ibu rumah tangga profesional.

Buku ini pun cocok dibaca oleh para ayah agar lebih menghargai ibu dan istrinya, menyadarkannya bahwa peran mereka begitu penting dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain itu, antologi ini dapat menginspirasinya untuk membawa keluarganya menjadi lebih baik sebagaimana yang dilakukan oleh Seno Pamungkas, sang ayah yang turut menulis antologi ini.

Banyak pelajaran dan inspirasi yang dapat diperoleh setelah membaca buku ini. Sebagai contoh, diterangkan secara detail bagaimana seorang ibu mendidik kemandirian anaknya menggunakan metode buku bintang (halaman 179-184). Sebuah metode yang tentu juga dapat diterapkan oleh para pembaca kepada keluarganya. Ada lagi bagaimana seorang ibu melakukan toilet trainingkepada anaknya (halaman 217-219), melatih anak-anak berpuasa Ramadhan dan ikhlas dalam beribadah (halaman 174-178), dan masih banyak kisah yang lain.

Walaupun ‘hanya’ ditulis oleh para ibu rumah tangga, namun intelektualitas dalam antologi ini tidak diragukan lagi. Selain karena tulisan-tulisan dalam buku ini merupakan tulisan-tulisan pilihan, intelektualitas tulisan yang cukup tinggi juga dipengaruhi oleh backgroundpara ibu ini sebelum beralih menjadi full-time mother.Background para ibu ini bukan background orang sembarangan. Dari insinyur, dokter, konsultan, dan masih banyak lagi.

Pada akhirnya, buku ini membuka mata dan pikiran kita betapa ibu rumah tangga merupakan profesi yang sangat mulia. Sebuah profesi yang harus dijalankan secara profesional layaknya profesi kantoran. Profesi dengan Surat Keputusan langsung dari Sang Maha Pencipta, dengan gaji yang diterima juga begitu mahal yaitu surga (insya Allah, syarat dan ketentuan berlaku). Masalah rezeki, sudah ada yang mengaturnya dan rezeki setiap orang tidak akan terlewat. Sebagaimana prinsip IIP, “Be professional, rejeki follows.

Disarikan dari: MJEDUCATION.COM

homemade paint color

Mendidik Anak dengan Game Islami

Judul Buku: Mendidik Anak dengan Game Islami

Penulis : Ummu Raihan

Penerbit : Gazzamedia

Cetakan, Tahun Terbit : I, September 2013

 

 

Sekarang ini banyak buku yang mencatut nama “Islami” dalam judulnya namun ternyata isinya tidak benar-benar Islami pada isinya. Islami yang bermakna mengikuti kaidah-kaidah Islam tidak benar-benar direalisasikan pada kebanyakan buku dengan judul seperti itu. Buku ini bagai angin segar di tengah maraknya pencatutan istilah “Islami”, dengan menyajikan inspirasi-inspirasi stimulasi yang insyaa Allaah tidak menyalahi aturan-aturan dari al-Qur’an maupun al-Hadits yang shahih/hasan.

Permainan-permainan yang dituliskan dalam buku ini bermanfaat untuk menstimulasi berbagai aspek mulai dari emosi sosial, bahasa, kognitif, hingga motorik kasar dan halus. Bukan sekadar permainan yang menstimulasi aspek-aspek tadi, tapi permainan-permainan dalam buku ini juga dimuati dengan muatan-muatan edukatif religius sebagai usaha agar anak menjadi pribadi muslim yang kokoh. Jadi anak diharapkan bukan hanya menjadi pribadi yang cerdas dan cekatan, tapi juga memiliki pondasi keimanan yang teguh. Materi-materi edukatif religius yang dapat diperoleh di buku ini meliputi aqidah, adab dan ibadah, hafalan Qur’an dan Hadits, mengenal huruf hijaiyah, dan bahasa Arab.

Permainan-permainan yang dituliskan dalam buku ini bermanfaat untuk menstimulasi berbagai aspek mulai dari emosi sosial, bahasa, kognitif, hingga motorik kasar dan halus. Bukan sekadar permainan yang menstimulasi aspek-aspek tadi, tapi permainan-permainan dalam buku ini juga dimuati dengan muatan-muatan edukatif religius sebagai usaha agar anak menjadi pribadi muslim yang kokoh. Jadi anak diharapkan bukan hanya menjadi pribadi yang cerdas dan cekatan, tapi juga memiliki pondasi keimanan yang teguh. Materi-materi edukatif religius yang dapat diperoleh di buku ini meliputi aqidah, adab dan ibadah, hafalan Qur’an dan Hadits, mengenal huruf hijaiyah, dan bahasa Arab.

Untuk memperkuat konsep dalam permainan-permainan di bagian pertama buku, penulis berbaik hati menguraikan materi singkat tentang basic keislaman pada bagian kedua buku ini. Materi-materi tersebut meliputi aqidah, akhlaq dan adab, fiqh/ibadah, tarikh, Qur’an, dan Hadits. Materi-materi tersebut disajikan dalam bentuk poin sehingga singkat, jelas, padat, dan tepat sasaran, didukung menggunakan dalil-dalil yang hanya diambil dari dalil-dalil yang shahih. Selain penjelasan yang memperkuat basic keislaman, penulis juga merincikan basic skill yang harus dikuasai anak dari skill bahasa, kognitif, motorik, sosial, emosional, kemandirian, dan juga seni.

Akhir kata, buku ini adalah buku yang patut dimiliki untuk setiap keluarga muslim yang ingin mendidik anak-anaknya dengan stimulasi-stimulasi yang berpegang teguh pada koridor syariat Islam yang shahih.

Disarikan dari: makanbuku

 

 

10478910_802520383099492_279061974_n

Membuat Seragam Sendiri

Serunya kegiatan PAUD al-Mumtaz kali ini karena anak-anak diajak untuk membuat seragamnya sendiri. Begitu tiba di lokasi PAUD, anak-anak langsung diberi kaos warna putih untuk dihias. Rencananya, ‘seragam’ ini akan dipakai ketika al-Mumtaz melaksanakan field trip. Insya Allah.

Untuk kegiatan ini, diperlukan bahan-bahan sebagai berikut:

  • Kaos katun polos
  • Spidol khusus kain aneka warna
  • Spray yang telah diisi alkohol

10417133_802518579766339_1195299623_n

Anak-anak menggambar di kaos, sesekali dibantu juga oleh ibu masing-masing yang setia memberikan semangat. Terkadang anak memang merasa lesu dan bosan dengan coret-coretan mereka sendiri. Untuk itulah, para ibu sesekali turun tangan memancing kembali semangat mereka dengan beberapa gambar seperti mobil, kereta, bunga, matahari atau nama anak-anak. Dengan demikian, mereka kembali terinspirasi dan bersemangat untuk menghias kembali kaos-kaos mereka. Setelah selesai dihias, anak-anak menyemprotkan alkohol pada kaos sehingga timbul efek bias pada warna-warna di kaos. Aktivitas menekan tuas spray ini juga bermanfaat untuk melemaskan otot-otot motorik halus anak.

Setelah istirahat makan, anak-anak berkumpul dengan duduk melingkar untuk bersiap menuju kegiatan inti. Pertama, anak-anak duduk melingkar dan diajak mengingat-ingat kembali tentang materi anggota keluarga, terutama tentang ibu dan peran ibu di rumah. Hal ini berkaitan dengan kegiatan inti yang memang merupakan simulasi dari kegiatan ibu di rumah, misalnya mencuci piring, menuang air ke dalam gelas dan menghidagkannya kepada tamu, dan membuat ‘kue’. Kegiatan ini seluruhnya memanfaatkan bahan-bahan alami yaitu air, daun-daunan, tepung, dan bunga. Seperti biasa anak-anak dibolehkan memilih kegiatan yang mereka inginkan terlebih dahulu, serta saling bergantian menjajal kegiatan lainnya.

1. Mencuci Piring

10472196_802520373099493_2055125336_n

  • Perlengkapan: piring plastik, baskom, sabun cuci piring dan spons.
  • Aktivitas: Anak-anak belajar mencuci piring. Mereka senang melihat busa yang keluar ketika memencet spon sehingga mereka terus menerus memencetnya. Kegiatan ini jelas menstimulasi saraf motorik halus anak.

2. Menuang Air

10488176_674297582649935_97145744630042924_n

  • Perlengkapan: botol bekas air mineral, tiga buah gelas
  • Aktivitas: Anak-anak belajar menuang air dari botol ke dalam gelas. Selanjutnya, anak diajak menghitung gelas dari gelas pertama hingga yang terakhir. Selain untuk belajar berhitung, kegiatan ini juga bermanfaat untuk melatih koordinasi mata dan tangan ketika menuang air.

3. Menghidangkan Minuman

  • Perlengkapan: gelas-gelas berisi air, nampan
  • Aktivitas: Letakkan gelas-gelas berisi air di atas nampan, lalu dorong anak untuk membawa nampan tersebut hingga ke ujung taman. Kegiatan ini dapat melatih keseimbangan anak.

4. Membuat ‘Kue’ dengan Playdough

10488977_802524339765763_1183941105_n

  • Perlengkapan: homemade playdough
  • Aktivitas: Anak-anak dipersilakan membuat kue masing-masing sesuai imajinasi menggunakan playdough. Kegiatan ini bermanfaat untuk melatih saraf motorik halus anak.

5. Kolase Kerudung Ibu

10477361_802524343099096_1330185738_n

  • Perlengkapan: kertas yang telah diberi gambar ‘ibu’, aneka daun, lem
  • Aktivitas: Anak diminta menghias gambar kerudung ‘ibu’ dengan daun-daun yang ditabur dan ditempel menggunakan lem. Selain untuk melatih motorik halus, kegiatan ini merupakan sebuah apresiasi rasa sayang ibu.

Alhamdulillah setiap anak antusias dan mau terlibat dalam setiap kegiatan. Setelah kegiatan inti selesai, anak-anak pun turut membantu membereskan seluruh peralatan bermain bersama. Selanjutnya, anak-anak berkumpul kembali untuk menyimpulkan kegiatan hari ini dengan mengingat semua permainan yang telah dilakukan. Kegiatan hari ini diakhiri dengan murajaah surat an-Naas dan al-Fatihah, lalu ditutup dengan doa penutup majelis.

Resume Kegiatan 14 Juni 2014:

  1. Menghias kaos untuk seragam
  2. Istirahat
  3. Perkenalan tugas ibu dalam keluarga
  4. Estafet kegiatan inti
  5. Menyimpulkan kegiatan
  6. Muraja’ah: surat an-Naas dan al-Fatihah
  7. Penutup dengan doa kafaratul majelis

Faedah:

  1. Memperkenalkan tugas anggota keluarga
  2. Mengenal bilangan
  3. Stimulasi motorik halus
  4. Mengasah kreativitas anak

Foto-foto kegiatan hari ini selengkapnya dapat dilihat di Galeri PAUD al-Mumtaz.

Sunni Home Schooling: Wadahi Kreativitas Ibu dan Anak

*Artikel ini pernah dimuat di majalah pendidikan MJEDUCATION.CO versi cetak, edisi Maret 2013

10488176_674297582649935_97145744630042924_n
Ibu dan Anak Sedang Bermain Bersama

Mendidik anak melalui homeschooling memang sudah tidak asing lagi di dunia pendidikan global, namun tidak demikian halnya di Indonesia. Walaupun saat ini mulai banyak keluarga di Indonesia yang mulai menerapkan homeschooling, tapi mereka masih menjadi ‘kaum’ minoritas di negeri ini.  Berbagai tips dan panduan homeschooling yang bisa dijadikan referensi pun kebanyakan berasal dari praktisi homeschooling mancanegara. Padahal, tantangan yang dihadapi anak-anak Indonesia tentu saja berbeda dengan tantangan anak-anak di mancanegara. Keluarga-keluarga pelaku homeschooling di Indonesia pun mulai mencari ‘kawan’ di dalam negeri sehingga terbentuklah berbagai komunitas homeschooling, salah satunya adalah Sunni Home Schooling (SHS).

Menurut INETA Asia Pacific[i], setidaknya terdapat tujuh keuntungan seseorang bergabung dalam suatu komunitas. Ketujuh keuntungan tersebut antara lain kesempatan belajar yang luas (learning),  memperluas jaringan/koneksi (networking), media untuk berbagi pengalaman (sharing experiences), membuka kesempatan kerja (job opportunities), kesempatan berinteraksi dengan orang-orang yang ahli dalam bidangnya (meeting experts), memperoleh solusi atas problematika yang sedang dihadapi (solution to problems), serta kesempatan memperoleh produk tertentu secara gratis (free giveaway).  Adapun komunitas sendiri berasal bahasa Latin, communitas yang berarti ‘kesamaan’. Hal ini sesuai dengan karakter kebanyakan komunitas yang biasanya terbentuk karena adanya ketertarikan (bidang/lingkungan/minat/lainnya) yang sama di antara anggota-anggotanya. Di SHS, anggota-anggotanya disatukan oleh tujuan yang sama, yaitu untuk mencari metode pendidikan anak yang lurus sesuai dengan ajaran Islam. “Lurus artinya tidak melenceng ke kiri[ii]  ataupun ke kanan[iii], dengan manhaj[iv]  sebagaimana yang dipahami oleh para shahabat[v]. Jadinya ahlus sunnah wal jama’ah[vi],” tutur Maya, salah satu pengurus komunitas SHS, kepada MJEDUCATION.CO.

SHS pada awalnya merupakan sebuah komunitas yang dijalankan melalui mailing-list Yahoo dengan nama Sunni Home Schooling dengan anggota dari kalangan laki-laki maupun wanita. Seiring dengan berjalannya waktu, untuk mewadahi kaum ibu yang ingin bertanya agar lebih leluasa, dibentuklah grup tambahan di Facebook dengan nama yang sama dan hanya menerima anggota wanita.

Anggota SHS tidak hanya dapat memperoleh ilmu praktik maupun teori melalui dokumen atau post/thread di grup facebook, mereka juga dapat mengikuti kontes Kamis Kreatif yang rutin diselenggarakan setiap bulan. Kamis Kreatif merupakan ajang kompetisi yang menantang kreativitas ibu/anak-anaknya dalam melaksanakan program homeschooling. Kreativitas yang dimaksud bisa berupa inovasi alat peraga, metode penyampaian materi, hingga hasil karya anak. Tema kreativitas yang dikonteskan pun berbeda-beda setiap bulan. Sebagai contoh, tema Kamis Kreatif bulan Maret 2013 adalah Berhitung. Kontestan diminta untuk membuat alat peraga berhitung untuk anak-anak. Admin lomba mensyaratkan bahwa karya yang diikutsertakan adalah buatan sendiri/anak dan harus sesuai tema, menyertakan sumber ide (bila ada), serta mengunggah foto pada waktu yang ditentukan (deadline biasanya hari Kamis).  Anggota aktif SHS juga rutin menyelenggarakan ‘kopi darat’ (kopdar) setiap tahun. Acara kopdar biasanya diisi dengan pameran hasil karya anak, sharing pengalaman, dan  seminar dengan mengundang pemateri yang kompeten di bidangnya.

Komunitas Sunni Home Schooling dapat ditemukan di alamat mailing-list sunnihomeschooling@yahoogroups.com (umum) dan grup facebook Sunni Home Schooling (khusus wanita). SHS terbuka untuk siapa saja yang beragama Islam.

****

[i] INETA adalah sebuah organisasi independen dan non-profit yang dibentuk untuk mewadahi aspirasi para pengguna atau siapa saja yang tertarik dengan platform Microsoft.NET. INETA didukung oleh Microsoft Corporation dan sponsor-sponsor lainnya.

[ii] Liberal sehingga terlalu mengagungkan akal, padahal akal manusia itu terbatas

[iii] Terlalu ekstrem tanpa mengindahkan keilmuan yang shahih, padahal ilmu memperoleh kedudukan yang tinggi dalam Islam

[iv] Cara memahami dan menjalankan agama

[v] Orang-orang Islam yang hidup sezaman dan pernah bertemu dengan Rasul Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam. Mereka memahami Islam langsung dari beliau dan merupakan generasi terbaik umat Islam.

[vi]Sunnah= apa-apa yang pernah dilakukan oleh Rasul Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam. Jama’ah=generasi awal umat Islam yang menyaksikan diturunkannya wahyu, yaitu para shahabat. Ahlus sunnah wal jama’ah= Mereka yang teguh memahami dan menjalankan agama Islam dengan mengikuti apa-apa yang pernah dilakukan oleh Rasul dan para shahabat.

berkreasi dengan balok4

Klasifikasi Bentuk dan Bilangan

Melatih ketrampilan klasifikasi benda dan bilangan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dua aktivitas berikut ini bisa menjadi pilihan untuk para orang tua. Anak dapat sekaligus mengenal warna, bentuk.serta mengasah kreativitas.

Aktivitas 1

Bahan:

  • Papan Congklak
  • Kertas

Pelaksanaan:

  • Cetak bangun datar dengan jumlah yang berbeda-beda pada kertas, lalu buat duplikatnya.
  • Kumpulkan gambar duplikatnya di satu tempat, sebarkan gambar cetakan yang lain di lubang-lubang papan congklak
  • Anak-anak diminta untuk memasukkan gambar-gambar duplikat ke gambar cetak yang sama di lubang-lubang papan coklak
  • Ajak anak berkomunikasi untuk mengenalkan nama bangun (2 dimensi) yang tergambar, warna, serta banyaknya gambar yang tercetak.

klasifikasi bilangan

Aktivitas 2

Bahan:

  • Balok-balok mainan
  • Wadah sebanyak jenis bentuk balok-balok mainan
  • Piring/nampan sebanyak anak yang turut bermain

Pelaksanaan:klasifikasi bentuk

  • Kelompokkan balok-balok sesuai bentuknya. Masukkan balok-balok dengan bentuk yang sama ke dalam satu wadah
  • Beri anak piring/nampan. Ajak anak mengambil balok-balok dari wadah sesuai keinginannya
  • Biarkan anak berkreasi dengan balok-balok yang diambil
  • Apabila anak telah selesai berkreasi dengan balok, arahkan untuk mengembalikan balok-balok tadi ke wadah yang sesuai.
  • Ajak anak berkomunikasi untuk memahami imajinasi anak pada kreasinya, memperkenalkan bangun 3 dimensi, serta warna.

Resume Kegiatan 24 April 2014:

  1. Brain storming (klasifikasi bilangan dengan kertas dan papan congklak)
  2. Pembukaan
  3. Pembacaan buku, memperkenalkan anggota keluarga
  4. Istirahat
  5. Bermain balok
  6. Muraja’ah: surat an-Naas, doa akan tidur
  7. Menyimpulkan kegiatan
  8. Penutup dengan doa kafaratul majelis

Faedah:

  1. Stimulasi logika/nalar anak (otak kiri)
  2. Stimulasi kreativitas anak (otak kanan)
  3. Memperkenalkan anggota keluarga
  4. Mengenal warna, bentuk, dan bilangan
  5. Belajar tertib, mengantre, adab

Klik di sini untuk melihat foto selengkapnya dari kegiatan hari ini.